Rupanya bung Nesare yg sudah cukup lama menghilang, kemarin ini muncul bikin meriah GELORA45 lagi, ...! SERUUUU! Hahahaa, ...

Saya juga jadi baru ngeh, ... dengan pernyataan bung bahwa "Supply bukan dan tidak selalu diciptakan oleh demand." Hehehehee, ...

Yang jadi masalah pembagian merata keseluruh warga Papua memang 17.7 juta itu kepalang tanggung, entah bisa digunakan untuk usaha apa? Kecuali dimakan habis seluruh keluarga, mungkin lebih baik hidup mereka iya, ... bisa makan enak. Tapi apa begitu cara terbaik?

Kalau saja didesa yg sangat terbelakang dan miskin, warga disitu kekurangan makan, tentu saat menjalankan proses mengajarkan penggunaan kail diberi tunjangan cukup makan, agar tidak makin parah dan mati kelaparan, ... Tapi, bagaimanapun juga jalan keluar yg lebih baik BUKAN membagikan uang tunai, tapi bisa jalankan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan warga Papua, ...!


'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 27/8/2019 23:15 寫道:

Apakah bung chan gak capek ngomong sama orang ini hehehehe?

Ane tahu jelas populasi papua naik terus. Miskin iya, mati krn miskin yg enggak aja2.

Ya mendingan kasih kail lah. Pakai uang 17.7 juta itu buat beli kail. Bukan dimakan habis kayak omongan ente yg gak ngerti ttg papua ttp sok mau jadi pahlawan papua, sedangkan maunya jadi separatist papua huihhhhhh

Nesare

*From:* [email protected] <[email protected]>
*Sent:* Tuesday, August 27, 2019 11:00 AM
*To:* Yahoogroups <[email protected]>
*Subject:* Re: Fwd: Re: [GELORA45] Aparat Kita Sadis - Birokrasi Kita Ini Korup

Orang kelaparan ya dikasih makan dulu, tunggu belajar mancing ya keburu mati.

Terus kail apa yg mau dikasih?

---In [email protected] <mailto:[email protected]>, <SADAR@... <mailto:SADAR@...>> wrote :

Bukankah ada ungkapan "Lebih baik berikan kail daripada ikan, ...!"

Jonathan Goeij jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於27/8/2019 22:19 寫道:

        Dimakan habis juga nggak apa2, kekurangan gizi teratasi,
        kebutuhan sandang pangan papan terpenuhi, memang apa keberatannya?

        Dengan masyarakat mempunyai uang ditangan, artinya ada daya
        beli yang tinggi yang akan dibelanjakan didaerah setempat, ada
        daya beli artinya ada perternakan perkebunan toko2 dlsb,
        artinya usaha2 akan berkembang pesat. Ini adalah hukum ekonomi
        utama.

        Anda yang mengaku kapitalis kok nggak ngerti hukum ekonomi sih!

        Malah percayanya pada birokrat2 yg sudah jelas korupsi, apa
        maunya melanggengkan budaya korupsi?

        ---In [email protected]
        <mailto:[email protected]>, <SADAR@...>
        <mailto:SADAR@...> wrote :




        Tentu, masalah serius dan mendesak yang dihadapi bangsa ini
        MENTAL manusia yang korup! Mau diapakan juga sulit
        mengatasinya, karena sudah bisa dikatakan membudaya dari atas
        sampai bawah, dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, ...
        Namun usul RR, dana alokasi Otonomi Khusus (Otsus) yang 62
        Triliun untuk Papua itu dibagikan pada 3,5juta warga Papua,
        juga tidak realistis! Hanya akan HABIS digunakan untuk makan
        saja, ... dan TIDAK jadi apa2 yang bisa mensejahterakan warga
        Papua.

        Kenapa tidak berusaha mendorong pejabat Pem. daerah Papua
        untuk menemukan cara membangun daerah masing-masing sesuai
        dengan kondisi alam dan kesadaran warga setempat? Dorong
        mereka supaya keluarkan rencana pembangunan, mau bikin apa
        didaerahnya untuk berusaha, entah nanam apa, pelihara ternak
        apa, ... dan perkirakan butuh bantuan apa dari Pem. Pusat!
        Untuk itu Pem. Pusat juga harus siap membantu daerah bukan
        hanya kucurkan dana, tapi juga teknologi untuk berkarya, ...
        membangkitkan inisiatif dan kemampuan setiap daerah
        memperbaiki NASIB nya, meningkatkan kesejahteraan warga setempat!

        'Lusi D.' lusi_d@... <mailto:lusi_d@...> [GELORA45] 於26/8/2019
        17:24 寫道:

                Nah bagaimana dng usul kongkrit Rizal Ramli berikut ini?

                1.. Kalau Kita Lewat Birokrasi, Birokrasi Kita Ini
                Korup Kok

                Agar terserap oleh Rakyat, Rizal Ramli Sarankan Skema
                Alokasi Dana
                Otsus Papua Diubah

                Oleh Muslimin

                Senin, 26 Agustus 2019 14:26 WIB

                AKURAT.CO, Ekonom senior Rizal Ramli menyarankan agar
                skema pemberian
                dana alokasi Otonomi khusus (Otsus) untuk Papua dan
                Papua Barat diubah,
                agar Dana Alokasi dana Otsus itu tepat sasaran.

                "Kita harus ubah, selama ini kan Rp 62 triliun tahun
                untuk 3,5 juta
                rakyat Papua tapi dalam prakteknya rakyat
                dikampung-kampung di
                gunung-gunung nyaris nggak terima apa-apa," kata Rizal
                Ramli dalam
                diskusi bertajuk Ngobrol Bareng RR bertajuk "Papua" di
                Kawasan Tebet,
                Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).

                Mantan menteri koordinator perekonomian era presiden
                RI ke-4
                Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menyarankan agar
                sistem penyalurannya
                diganti yakni bukan lagi melalui pemerintah pusat
                turun ke pemerintah
                daerah, namun langsung ke masyarakat Papua dan Papua
                Barat.

                Caranya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencetak ATM
                untuk seluruh
                masyarakat bumi Cendrawasih yang penduduknya berjumlah
                3,5 juta
                tersebut. Sebab, Otsus Rp 62 triliun dibagi
                perpenduduk Papua 3,5 juta
                jiwa maka mereka akan menerima dana Rp 17,7 juta
                perorang. Naasnya,
                uang Rp 17,7 juta itu belum dirasakan oleh masyarakat
                di Papua dan
                Papua Barat.

                "Sistemnya kita minta BRI kasih ATM sama semua rakyat
                di Papua pertama
                kasih sama ibu-ibunya, mama-mama, setiap bulan
                pemerintah ngasih 2,5
                juta nggak ada masalah itu. Hari ini kan 17,7 juta
                perorang rakyat
                nggak dapat apa-apa," kata dia.

                Oleh karena itu, tegas RR, bila dibuat ATM dan diberi
                langsung ke
                perorang, masyarakat Papua akan langsung merima
                manfaat dari Otsus itu
                untuk keperluan mereka.

                "Mending Rp 2,5 juta, mereka bisa pakai buat makanan,
                pendidikan,
                Kesehatan dan itu cara yang lebih bagus. Kalau kita
                lewat birokrasi,
                birokrasi kita ini korup kok," tukasnya.[]

                2. Aparat Kita Sadis

                Penyelesaian Persoalan Papua Jangan Lagi Pakai Militer

                EDITOR by EDITOR

                48 mins ago in Nasional

                Kronologi, Jakarta – Penyelesaian persoalan di bumi
                Cendrawasih
                hendaknya menggunakan pendekatan kemanusian.
                Pendekatan melalui
                pengiriman militer seharusnya ditinggalkan.

                Demikian disampaikan oleh mantan menteri koordinator
                perekonomian era
                presiden Gus Dur, Rizal Ramli, di kawasan Tebet,
                Jakarta Selatan, Senin
                (26/8/19).

                “Kita harus lebih mengutamakan pendekatan kemanusian,
                damai, dalam
                menyelesaikan mslh Papua jgn lagi menggunakan
                cara-cara kekerasan, cara
                militeristik,” tegas RR, sapaan karibnya.

                Menurut RR, jika pemerintah memakai pendekatan militer
                justru
                masyarakat akan semakin tidak percaya terhadap
                pemerintah pusat.
                Akibatnya, mereka berpotensi mendukung gerakan separatis.

                “Cara-cara militer justru memacu ketidakpuasan yang
                lebih besar.
                Akhirnya, malah mendorong rakyat mendukung gerakan
                militer (OPM/KKB
                dll),” paparnya.

                Sebaiknya, lanjut RR, Indonesia belajar dari peristiwa
                Gerakan Aceh
                Merdeka (GAM) dan lepasnya Timor Timor, yang sekarang
                lepas dan merdeka
                menjadi Timor Leste. Penyebab semuanya, karena
                pemerintah menggunakan
                pendekatan militer dalam penyelesaian persoalan.

                “Seperti terjadi di Aceh, Timor Leste, karena aparat
                kita sadis, hanya
                menggunakan kekerasan akhirnya rakat biasa bersimpati
                dengan gerakan
                kemerdekaan Timor Leste ataupun GAM, kita harus
                belajar,” tukasnya.

        
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>


                


            AVG Free Antivirus Download | Virus Protection Software

        Download FREE AVG antivirus software. Get protection against
        viruses, malware and spyware. Easy-to-use virus sca....


                


            AVG Free Antivirus Download | Virus Protection Software

        Download FREE AVG antivirus software. Get protection against
        viruses, malware and spyware. Easy-to-use virus sca...

        不含病毒。www.avg.com
        
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke