Ini lagi omongan gak pakai otak, demand atau dalam hal ini 
kebutuhan/keingingan ditambah daya beli harus ada lebih dulu sebelum supply 
jadi penting. Itu adalah hukum ekonomi. Hanya dalam kasus hal2 baru / penemuan 
baru supply ada duluan karena tidak mungkin ada demand untuk sesuatu yg belum 
ada. 

    On Wednesday, August 28, 2019, 07:06:54 AM PDT, ChanCT 
<[email protected]> wrote:  
 
  
Rupanya bung Nesare yg sudah cukup lama menghilang, kemarin ini muncul bikin 
meriah GELORA45 lagi, ...! SERUUUU! Hahahaa, ...
 
Saya juga jadi baru ngeh, ... dengan pernyataan bung bahwa "Supply bukan dan 
tidak selalu diciptakan oleh demand." Hehehehee, ...
 
 
Yang jadi masalah pembagian merata keseluruh warga Papua memang 17.7 juta itu 
kepalang tanggung, entah bisa digunakan untuk usaha apa? Kecuali dimakan habis 
seluruh keluarga, mungkin lebih baik hidup mereka iya, ... bisa makan enak. 
Tapi apa begitu cara terbaik?
 
 
Kalau saja didesa yg sangat terbelakang dan miskin, warga disitu kekurangan 
makan, tentu saat menjalankan proses mengajarkan penggunaan kail diberi 
tunjangan cukup makan, agar tidak makin parah dan mati kelaparan, ... Tapi, 
bagaimanapun juga jalan keluar yg lebih baik BUKAN membagikan uang tunai, tapi 
bisa jalankan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan warga Papua, ...! 
 
 

 
 'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 27/8/2019 23:15 寫道:
  
 
      
Apakah bung chan gak capek ngomong sama orang ini hehehehe?
 
Ane tahu jelas populasi papua naik terus. Miskin iya, mati krn miskin yg enggak 
aja2.
 
Ya mendingan kasih kail lah. Pakai uang 17.7 juta itu buat beli kail. Bukan 
dimakan habis kayak omongan ente yg gak ngerti ttg papua ttp sok mau jadi 
pahlawan papua, sedangkan maunya jadi separatist papua huihhhhhh
 
  
 
Nesare
 
  
   
From: [email protected] <[email protected]> 
 Sent: Tuesday, August 27, 2019 11:00 AM
 To: Yahoogroups <[email protected]>
 Subject: Re: Fwd: Re: [GELORA45] Aparat Kita Sadis - Birokrasi Kita Ini Korup
   
  
 
  
      
Orang kelaparan ya dikasih makan dulu, tunggu belajar mancing ya keburu mati.
   
Terus kail apa yg mau dikasih?
   
  
   
  
    
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
  
Bukankah ada ungkapan "Lebih baik berikan kail daripada ikan, ...!"
 
  
  
Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] 於 27/8/2019 22:19 寫道:
  
 
    
Dimakan habis juga nggak apa2, kekurangan gizi teratasi,  kebutuhan sandang 
pangan papan terpenuhi, memang apa keberatannya?
   
Dengan masyarakat mempunyai uang ditangan, artinya ada daya  beli yang tinggi 
yang akan dibelanjakan didaerah setempat, ada daya beli  artinya ada 
perternakan perkebunan toko2 dlsb, artinya usaha2 akan berkembang pesat. Ini 
adalah hukum ekonomi utama.
   
  
   
Anda yang mengaku kapitalis kok nggak ngerti hukum ekonomi  sih!
   
Malah percayanya pada birokrat2 yg sudah jelas korupsi, apa  maunya 
melanggengkan budaya korupsi?
   
 
   
  
    
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
  
  
  

 
 
 
 
Tentu, masalah serius dan mendesak yang dihadapi  bangsa ini MENTAL manusia 
yang korup! Mau diapakan juga sulit  mengatasinya, karena sudah bisa dikatakan 
membudaya dari atas sampai bawah, dari pemerintah pusat dan  pemerintah daerah, 
... Namun usul RR, dana alokasi Otonomi Khusus (Otsus) yang 62 Triliun untuk 
Papua itu  dibagikan pada 3,5juta warga Papua, juga tidak realistis! Hanya akan 
 HABIS digunakan untuk makan saja, ... dan TIDAK jadi apa2 yang bisa 
mensejahterakan warga Papua.
 
Kenapa tidak berusaha mendorong pejabat Pem. daerah  Papua untuk menemukan cara 
membangun daerah masing-masing sesuai  dengan kondisi alam dan kesadaran warga  
setempat? Dorong mereka supaya keluarkan rencana pembangunan, mau bikin  apa 
didaerahnya untuk berusaha, entah nanam apa, pelihara ternak apa, ... dan 
perkirakan butuh bantuan apa dari  Pem. Pusat! Untuk itu Pem. Pusat juga harus 
siap membantu daerah bukan hanya kucurkan dana, tapi juga  teknologi untuk 
berkarya, ... membangkitkan inisiatif  dan kemampuan setiap daerah memperbaiki 
NASIB nya, meningkatkan kesejahteraan warga setempat!
 
  
 
  
  
'Lusi D.' lusi_d@... [GELORA45] 於 26/8/2019 17:24 寫道:
  
 
  
Nah bagaimana dng usul kongkrit Rizal  Ramli berikut ini?
 
 1.. Kalau Kita Lewat Birokrasi,  Birokrasi Kita Ini Korup Kok 
 
 Agar terserap oleh Rakyat, Rizal  Ramli Sarankan Skema Alokasi Dana
 Otsus Papua Diubah
 
 Oleh Muslimin
 
 Senin, 26 Agustus 2019 14:26 WIB 
 
 AKURAT.CO, Ekonom senior Rizal Ramli  menyarankan agar skema pemberian
 dana alokasi Otonomi khusus  (Otsus) untuk Papua dan Papua Barat diubah,
 agar Dana Alokasi dana Otsus itu  tepat sasaran.
 
 "Kita harus ubah, selama ini kan Rp  62 triliun tahun untuk 3,5 juta
 rakyat Papua tapi dalam prakteknya  rakyat dikampung-kampung di
 gunung-gunung nyaris nggak  terima apa-apa," kata Rizal Ramli dalam
 diskusi bertajuk Ngobrol Bareng RR  bertajuk "Papua" di Kawasan Tebet,
 Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).
 
 Mantan menteri koordinator  perekonomian era presiden RI ke-4
 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini  menyarankan agar sistem penyalurannya
 diganti yakni bukan lagi melalui  pemerintah pusat turun ke pemerintah
 daerah, namun langsung ke  masyarakat Papua dan Papua Barat. 
 
 Caranya, Bank Rakyat Indonesia  (BRI) mencetak ATM untuk seluruh
 masyarakat bumi Cendrawasih yang  penduduknya berjumlah 3,5 juta
 tersebut. Sebab, Otsus Rp 62  triliun dibagi perpenduduk Papua 3,5 juta
 jiwa maka mereka akan menerima dana  Rp 17,7 juta perorang. Naasnya,
 uang Rp 17,7 juta itu belum  dirasakan oleh masyarakat di Papua dan
 Papua Barat.
 
 "Sistemnya kita minta BRI kasih  ATM sama semua rakyat di Papua pertama
 kasih sama ibu-ibunya,  mama-mama, setiap bulan pemerintah ngasih 2,5
 juta nggak ada masalah itu. Hari  ini kan 17,7 juta perorang rakyat
 nggak dapat apa-apa," kata  dia.
 
 Oleh karena itu, tegas RR, bila  dibuat ATM dan diberi langsung ke
 perorang, masyarakat Papua  akan langsung merima manfaat dari Otsus itu
 untuk keperluan mereka.
 
 "Mending Rp 2,5 juta, mereka bisa  pakai buat makanan, pendidikan,
 Kesehatan dan itu cara yang lebih  bagus. Kalau kita lewat birokrasi,
 birokrasi kita ini korup kok,"  tukasnya.[]
 
 2. Aparat Kita Sadis
 
 Penyelesaian Persoalan Papua  Jangan Lagi Pakai Militer
 
 EDITOR by EDITOR
 
 48 mins ago in Nasional
 
 Kronologi, Jakarta – Penyelesaian  persoalan di bumi Cendrawasih
 hendaknya menggunakan  pendekatan kemanusian. Pendekatan melalui
 pengiriman militer seharusnya  ditinggalkan.
 
 Demikian disampaikan oleh  mantan menteri koordinator perekonomian era
 presiden Gus Dur, Rizal Ramli, di  kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin
 (26/8/19).
 
 “Kita harus lebih mengutamakan  pendekatan kemanusian, damai, dalam
 menyelesaikan mslh Papua jgn lagi  menggunakan cara-cara kekerasan, cara
 militeristik,” tegas RR, sapaan  karibnya.
 
 Menurut RR, jika pemerintah memakai  pendekatan militer justru
 masyarakat akan semakin tidak  percaya terhadap pemerintah pusat.
 Akibatnya, mereka berpotensi  mendukung gerakan separatis.
 
 “Cara-cara militer justru memacu  ketidakpuasan yang lebih besar.
 Akhirnya, malah mendorong rakyat  mendukung gerakan militer (OPM/KKB
 dll),” paparnya.
 
 Sebaiknya, lanjut RR, Indonesia  belajar dari peristiwa Gerakan Aceh
 Merdeka (GAM) dan lepasnya Timor  Timor, yang sekarang lepas dan merdeka
 menjadi Timor Leste. Penyebab  semuanya, karena pemerintah menggunakan
 pendekatan militer dalam penyelesaian  persoalan.
 
 “Seperti terjadi di Aceh, Timor  Leste, karena aparat kita sadis, hanya
 menggunakan kekerasan akhirnya  rakat biasa bersimpati dengan gerakan
 kemerdekaan Timor Leste ataupun GAM,  kita harus belajar,” tukasnya.
  
 
   
  
  
  
   
  
  
|  

  |

 
  
 
|  
|  
| 
  |  
AVG Free Antivirus Download |  Virus Protection Software
 
Download FREE AVG antivirus software. Get protection against  viruses, malware 
and  spyware. Easy-to-use virus sca....
  |

  |

  |

   
  
   
  
  
|  
|  
| 
  |  
AVG Free Antivirus Download | Virus Protection  Software
 
Download FREE AVG antivirus software. Get protection  against viruses, malware 
and spyware. Easy-to-use  virus sca...
  |

  |

  |

   
  
   
  
  
不含病毒。www.avg.com
     
 
       
  
        
  
    

         

Kirim email ke