Hehehehe saya jadi sadar juga kalau saya mulai menulis lagi, jadi seru ya? 
Memang kadang kala istilah2 oon dll yg sebetulnya sijonathan yg mulai 
menggunakan ini dan terus saya terinspirasi hehehehe pakai krn mau ngledek dia 
saja sebetulnya adalah perlu. Perlunya krn istilah2 ini adalah fakta. Saya 
buktikan kalau dia salah. Kalau salahnya sdh parah, saya pakai istilah 
oon…kenapa? Krn memang gak ada lagi istilah bhs Indonesia yg lebih tepat utk 
hal2 yg mboten2 sdh dijelaskan ttp msh gak ngerti. Kan begitu?

 

Kembali ke masalah “supply tidak diciptakan demand”, bukan ini maksud saya. 
Ilmu ekonomi itu bukan begitu cara berpikirnya. Saya lagi nge test sijonathan 
saja hehehehehe.  Kan dia memang gak ngerti kan?

 

Begini:

Ya supply dan demand itu bukan/tidak selalu saling menciptakanlah. Kedua nya 
adalah entity yg independent.

 

Mari kita lihat: pabrik sepatu produksi 100 unit sepatu. Orang pabrik yaitu 
bagian marketing bisa forecast utk melihat demand sepatu dalam wilayah 
tertentu. Ini bisa disurvey misalnya yg pakai sepatu itu 50 orang dan 1 sepatu 
tahan 1 tahun. Ya jelas pabrik akan produksi 50 sepatu dalam 1 tahun. Kalau 
produksi 100 sepatu ya 50 sepatu harus dimasukkan sbg inventory dgn asumsi 
pembeli hanya membeli 1 sepatu/tahun.

Jelas kan bahwa demand hanya 50 ttp supply 100? 50 itu inventory. Kenapa perlu 
inventory? Krn misalnya: kalau switch system produksi itu costly jadi lebih 
baik sekali produksi banyak; jaga2 kalau sepatu yg diproduksi cacat dan harus 
diganti; menjaga idle time dimana ada senggang waktu antara produksi dan 
delivery barang dll.

 

Semoga ini sudah jelas. Mari kita balik apakah supply creates demand. 
Jawabannya ya bisa ya tidak. Sama dgn bilang demand creates supply dimana 
jawabannya sama yaitu bisa ya dan bisa tidak. OON nya si jonathan itu adalah 
dia pakai logika umum krn gak ngerti bisnis ekonomi makanya dia bilang: “supply 
ada krn ada demand”. Ini dgn kata lain: demand creates supply. Ini kan salah. 
Kenapa dia ngeyel? Krn dia mau menekankan daya beli utk mendukung 17.7 juta yg 
dimiliki orang papua dan bisa sukses jadi pengusaha itu hahahahaha lucu kan 
logika umumnya itu?

 

Sebetulnya ada hukum say yaitu Say’s law yaitu supply creates its demand. Hanya 
saja ini adalah anomaly. Teorinya bilang sepanjang kita produksi seberapa 
banyakpun, pasti akan dibeli orang (ada demand). Ya bisa saja bener misalnya 
pabrik sepatu produksi 100, kalau dijual murah ya dibeli orang juga krn pembeli 
simpan sbg sepatu cadangan. Ttp logika bisnis bukan begini krn inventory yg 
masuk carrying cost itu costly artinya inventory itu ada biaya disebut biaya 
penyimpanan/Gudang/storage. Makanya pabrik gak mau produksi banyak2 mengingat 
biaya penyimpanan ini akan menjadi beban.

 

Udahan ya bung chan yg mau belajar. Gak seperti temen bung chan itu yg sok, 
petentang petenteng asbun ttp otaknya OON!!

 

Nesare

 

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Wednesday, August 28, 2019 10:07 AM
To: [email protected]; nesare <[email protected]>; Jonathan Goeij 
<[email protected]>
Subject: Re: Fwd: Re: [GELORA45] Aparat Kita Sadis - Birokrasi Kita Ini Korup

 

  

Rupanya bung Nesare yg sudah cukup lama menghilang, kemarin ini muncul bikin 
meriah GELORA45 lagi, ...! SERUUUU! Hahahaa, ...

Saya juga jadi baru ngeh, ... dengan pernyataan bung bahwa "Supply bukan dan 
tidak selalu diciptakan oleh demand." Hehehehee, ...

Yang jadi masalah pembagian merata keseluruh warga Papua memang 17.7 juta itu 
kepalang tanggung, entah bisa digunakan untuk usaha apa? Kecuali dimakan habis 
seluruh keluarga, mungkin lebih baik hidup mereka iya, ... bisa makan enak. 
Tapi apa begitu cara terbaik?

Kalau saja didesa yg sangat terbelakang dan miskin, warga disitu kekurangan 
makan, tentu saat menjalankan proses mengajarkan penggunaan kail diberi 
tunjangan cukup makan, agar tidak makin parah dan mati kelaparan, ... Tapi, 
bagaimanapun juga jalan keluar yg lebih baik BUKAN membagikan uang tunai, tapi 
bisa jalankan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan warga Papua, ...! 

 

'nesare' [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45] 於 27/8/2019 
23:15 寫道:

  

Apakah bung chan gak capek ngomong sama orang ini hehehehe?

Ane tahu jelas populasi papua naik terus. Miskin iya, mati krn miskin yg enggak 
aja2.

Ya mendingan kasih kail lah. Pakai uang 17.7 juta itu buat beli kail. Bukan 
dimakan habis kayak omongan ente yg gak ngerti ttg papua ttp sok mau jadi 
pahlawan papua, sedangkan maunya jadi separatist papua huihhhhhh

 

Nesare

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>   
<mailto:[email protected]> <[email protected]> 
Sent: Tuesday, August 27, 2019 11:00 AM
To: Yahoogroups  <mailto:[email protected]> <[email protected]>
Subject: Re: Fwd: Re: [GELORA45] Aparat Kita Sadis - Birokrasi Kita Ini Korup

 

  

Orang kelaparan ya dikasih makan dulu, tunggu belajar mancing ya keburu mati.

Terus kail apa yg mau dikasih?

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:SADAR@...> SADAR@...> wrote :

Bukankah ada ungkapan "Lebih baik berikan kail daripada ikan, ...!"

 

Jonathan Goeij  <mailto:jonathangoeij@...> jonathangoeij@... [GELORA45] 於 
27/8/2019 22:19 寫道:

Dimakan habis juga nggak apa2, kekurangan gizi teratasi, kebutuhan sandang 
pangan papan terpenuhi, memang apa keberatannya?

Dengan masyarakat mempunyai uang ditangan, artinya ada daya beli yang tinggi 
yang akan dibelanjakan didaerah setempat, ada daya beli artinya ada perternakan 
perkebunan toko2 dlsb, artinya usaha2 akan berkembang pesat. Ini adalah hukum 
ekonomi utama.

 

Anda yang mengaku kapitalis kok nggak ngerti hukum ekonomi sih!

Malah percayanya pada birokrat2 yg sudah jelas korupsi, apa maunya 
melanggengkan budaya korupsi?

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected],  
<mailto:SADAR@...> <SADAR@...> wrote :

 







Tentu, masalah serius dan mendesak yang dihadapi bangsa ini MENTAL manusia yang 
korup! Mau diapakan juga sulit mengatasinya, karena sudah bisa dikatakan 
membudaya dari atas sampai bawah, dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, 
... Namun usul RR, dana alokasi Otonomi Khusus (Otsus) yang 62 Triliun untuk 
Papua itu dibagikan pada 3,5juta warga Papua, juga tidak realistis! Hanya akan 
HABIS digunakan untuk makan saja, ... dan TIDAK jadi apa2 yang bisa 
mensejahterakan warga Papua.

Kenapa tidak berusaha mendorong pejabat Pem. daerah Papua untuk menemukan cara 
membangun daerah masing-masing sesuai dengan kondisi alam dan kesadaran warga 
setempat? Dorong mereka supaya keluarkan rencana pembangunan, mau bikin apa 
didaerahnya untuk berusaha, entah nanam apa, pelihara ternak apa, .... dan 
perkirakan butuh bantuan apa dari Pem. Pusat! Untuk itu Pem. Pusat juga harus 
siap membantu daerah bukan hanya kucurkan dana, tapi juga teknologi untuk 
berkarya, ... membangkitkan inisiatif dan kemampuan setiap daerah memperbaiki 
NASIB nya, meningkatkan kesejahteraan warga setempat!

 

 

'Lusi D.'  <mailto:lusi_d@...> lusi_d@... [GELORA45] 於 26/8/2019 17:24 寫道:

Nah bagaimana dng usul kongkrit Rizal Ramli berikut ini?

1.. Kalau Kita Lewat Birokrasi, Birokrasi Kita Ini Korup Kok 

Agar terserap oleh Rakyat, Rizal Ramli Sarankan Skema Alokasi Dana
Otsus Papua Diubah

Oleh Muslimin

Senin, 26 Agustus 2019 14:26 WIB 

AKURAT.CO, Ekonom senior Rizal Ramli menyarankan agar skema pemberian
dana alokasi Otonomi khusus (Otsus) untuk Papua dan Papua Barat diubah,
agar Dana Alokasi dana Otsus itu tepat sasaran.

"Kita harus ubah, selama ini kan Rp 62 triliun tahun untuk 3,5 juta
rakyat Papua tapi dalam prakteknya rakyat dikampung-kampung di
gunung-gunung nyaris nggak terima apa-apa," kata Rizal Ramli dalam
diskusi bertajuk Ngobrol Bareng RR bertajuk "Papua" di Kawasan Tebet,
Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).

Mantan menteri koordinator perekonomian era presiden RI ke-4
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menyarankan agar sistem penyalurannya
diganti yakni bukan lagi melalui pemerintah pusat turun ke pemerintah
daerah, namun langsung ke masyarakat Papua dan Papua Barat. 

Caranya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencetak ATM untuk seluruh
masyarakat bumi Cendrawasih yang penduduknya berjumlah 3,5 juta
tersebut. Sebab, Otsus Rp 62 triliun dibagi perpenduduk Papua 3,5 juta
jiwa maka mereka akan menerima dana Rp 17,7 juta perorang. Naasnya,
uang Rp 17,7 juta itu belum dirasakan oleh masyarakat di Papua dan
Papua Barat.

"Sistemnya kita minta BRI kasih ATM sama semua rakyat di Papua pertama
kasih sama ibu-ibunya, mama-mama, setiap bulan pemerintah ngasih 2,5
juta nggak ada masalah itu. Hari ini kan 17,7 juta perorang rakyat
nggak dapat apa-apa," kata dia.

Oleh karena itu, tegas RR, bila dibuat ATM dan diberi langsung ke
perorang, masyarakat Papua akan langsung merima manfaat dari Otsus itu
untuk keperluan mereka.

"Mending Rp 2,5 juta, mereka bisa pakai buat makanan, pendidikan,
Kesehatan dan itu cara yang lebih bagus. Kalau kita lewat birokrasi,
birokrasi kita ini korup kok," tukasnya.[]

2. Aparat Kita Sadis

Penyelesaian Persoalan Papua Jangan Lagi Pakai Militer

EDITOR by EDITOR

48 mins ago in Nasional

Kronologi, Jakarta – Penyelesaian persoalan di bumi Cendrawasih
hendaknya menggunakan pendekatan kemanusian. Pendekatan melalui
pengiriman militer seharusnya ditinggalkan.

Demikian disampaikan oleh mantan menteri koordinator perekonomian era
presiden Gus Dur, Rizal Ramli, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin
(26/8/19).

“Kita harus lebih mengutamakan pendekatan kemanusian, damai, dalam
menyelesaikan mslh Papua jgn lagi menggunakan cara-cara kekerasan, cara
militeristik,” tegas RR, sapaan karibnya.

Menurut RR, jika pemerintah memakai pendekatan militer justru
masyarakat akan semakin tidak percaya terhadap pemerintah pusat.
Akibatnya, mereka berpotensi mendukung gerakan separatis.

“Cara-cara militer justru memacu ketidakpuasan yang lebih besar.
Akhirnya, malah mendorong rakyat mendukung gerakan militer (OPM/KKB
dll),” paparnya.

Sebaiknya, lanjut RR, Indonesia belajar dari peristiwa Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) dan lepasnya Timor Timor, yang sekarang lepas dan merdeka
menjadi Timor Leste. Penyebab semuanya, karena pemerintah menggunakan
pendekatan militer dalam penyelesaian persoalan.

“Seperti terjadi di Aceh, Timor Leste, karena aparat kita sadis, hanya
menggunakan kekerasan akhirnya rakat biasa bersimpati dengan gerakan
kemerdekaan Timor Leste ataupun GAM, kita harus belajar,” tukasnya.

 

 

 


 
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
 

 



        

AVG Free Antivirus Download | Virus Protection Software


Download FREE AVG antivirus software. Get protection against viruses, malware 
and spyware. Easy-to-use virus sca....

 

 



        

AVG Free Antivirus Download | Virus Protection Software


Download FREE AVG antivirus software. Get protection against viruses, malware 
and spyware. Easy-to-use virus sca...

 

 

不含病毒。 
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
 www.avg.com

 

 



Kirim email ke