Tulisan "Pemimpin Jika Sudah Tidak Dipercaya Rakyat Seharusnya Mundur
Saja!" yg diajukan bung Ajeg, sepenggal pernyataan Mahfud MD diacara
Talkshow TV tahun 2018, nampaknya bukan soal *ambruknya Orba,* ... tapi
berusaha memberi pencerahan*bahwa penegakan hukum itu harus didasarkan
pada etika! *Sekalipun Mahfud tidak menyebutkan nama siapa yang
dimaksudkan,kemungkinan besar adalah kasus Setya Novanto koruptor e-KTP
itu, yg sudah jelas-jelas tersangka tapi tetap saja bercokol dikursi
Ketua DPR! Yang berdasarkan ETIKA, tersangka koruptor harusnya *MUNDUR*
saja! Saya belum ada waktu mengikuti seluruh acara talkshow tvOne itu,
hanya dengarkan pembicaraan Mahfud dibagian akhir penutup acara saja,
untuk mengikuti acara keseluruhan silahkan klik link dibawah:
[FULL] Talkshow Spesial HUT tvOne 'Memelihara Persatuan di Tahun Politik'
https://www.youtube.com/watch?v=SdSpnovDbHw
Masalahnya, kenapa dan bisakah dialihkan pada Jokowi yg baru saja
menangkan Pilpres-2019 kali ini, dimana nampak jelas ada kekuatan yang
hendak gagalkan peresmian jabatan Jokowi-Maruf Amin sebagai Presiden RI
periode 2019-2024!
Pendapat tentu boleh-boleh saja, namanya juga kita hidup diera
demokrasi! Orang bisa saja berdarkan hukum dan UU yang ada Jokowi telah
melakukan kesalahan, tapi kenyataan dipihak pendukung juga ada hukum dan
UU yang membenarkan! Yang PASTI Jokowi tidak dalam posisi tersangka
tindak pidana dan oleh karenanya berdasarkan ETIKA, seharusnya MUNDUR!
Jadi, siapapun dan kekuatan apapun yang menghendaki Jokowi mundur,
gunakanlah jalur HUKUM/UU yang berlaku, seharusnya berdasarkan ETIKA dan
prinsip demokrasi, bukan memaksakan apalagi cara2 anarkis, merusak dan
gunakan kekerasan!
Dari aksi-aksi demo yg terjadi serempak dibeberapa kota, ajukan mosi
TIDAK PERCAYA DPR, berakhir dengan pengrusakan dan bentrokkan, ... yang
TIDAK SEHARUSNYA TERJADI! Menunjukkan kesadaran masyarakat akan
demokrasi yang SALAH! *"Dewan Perwakilan Rakyat kita tidak mendengarkan
apa yang sudah kita suarakan dari kemarin hingga saat ini", **kata Manik
Marganamahendra. *Ini namanya Demokrasi kebablasan yg hanya menghendaki
setiap TUNTUTAN diterima dan dituruti, ... SATUPUN tidak boleh ditolak!
Kalau saja aksi-aksi diteruskan menjadi anarkis, brutal dan kemudian
jadi TERORIS!
Mudah2an saja Pemerintah Jokowi masih sanggup dan berkemampuan mengatasi
kerusuhan yg telah bermunculan dibanyak tempat, dan membuat ketentraman,
kedamaian untuk terus melanjutkan pembangunan masyarakat adil dan makmur
di Indonesia, ...! Keadaan tidak sejelak dan separah kerusuhan di HK,
karena aksi-aksi demo tidak menyembunyikan organisasi yang memelopori
dan tidak menyembunyikan identitas peserta dengan menutup rapat wajahnya
sendiri, ... Dan, polisi masih teguh mempertahankan ketertibkan dan
keamanan masyarakat.
Noroyono 1963 [email protected] [GELORA45] 於 25/9/2019 2:21 寫道:
*Demo Mahasiswa <https://video.tribunnews.com/topic/demo-mahasiswa/>*
**
*Viral Video Mahasiswa Teriak/Tidak Percaya DPR/di Hadapan Anggota
Dewan di Gedung DPR RI*
*Selasa, 24 September 2019 14:04 WIB | Tribunnews Bogor*
**
*TRIBUN-VIDEO.COM <http://TRIBUN-VIDEO.COM>* - Sejak kemarin, Senin
(23/9/2019), Mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air telah melakukan
aksi.
Pun dengan hari ini, Mahasiswa kembali berkumpul untuk menyuarakan
aspirasinya kepada pemerintah serta wakilnya di dewan.
Aksi Mahasiswa itu pun belakangan menjadi sorotan publik.
Hal tersebut terlihat dari trending di media sosial mengenai aksi
Mahasiswa di berbagai daerah.
Yang paling teranyar adalah aksi Mahasiswa yang membuahkan hasil yakni
diizinkan masuk ke gedung DPR dan berbicara langsung kepada anggota dewan.
Dalam siaran langsung BEM UI Official, terlihat beberapa perwakilan
mahasiswa masuk ke gedung DPR.
Ya, perwakilan Mahasiswa tersebut pun diperbolehkan untuk melakukan
audiensi dengan beberapa anggota dewan.
Dalam audiensi itu, Ketua BEM UI Manik Marganamahendra diberi
kesempatan untuk berbicara lontarkan kritik kepada anggota dewan.
Sambil berbicara tegas, Manik pun tampak menyampaikan aspirasinya di
depan beberapa anggota dewan yakni Masinton Pasaribu fraksi PDI
Perjuangan dan politikus Gerindra Supratman Andi Agtas dan Heri Gunawan.
"Bapak-bapak tadi hanya menyampaikan RKUHP dan RUU KPK. Padahal dalam
tuntutan ini masih banyak RUU bermasalah yang kami minta untuk tidak
disahkan," ucap Manik Marganamahendra mewakili Mahasiswa di depan
anggota dewan.
Manik pun lantas mengungkit soal tuntutan yang telah Mahasiswa
sepakati kepada anggota DPR.
Kesepakatan itu diakui Manik Marganamahendra telah ia berikan kepada
sekjen untuk kemudian diserahkan kepada anggota DPR. Mendengar
pengakuan itu, anggota dewan pun menjawabnya dengan singkat.
"Pertanyaan saya sederhana, apakah bapak-bapak mengetahui hasil
kesepakatan kami tangap 19 september kemarin ?" tanya Manik
Marganamahendra.
"Kalau begitu, kalau teman-teman bersepakat dengan kesekjenan, saya
enggak bisa jawab. Karena Anda kan mau bertemu dengan anggota DPR,
kalau kalian bersepakat dengan kesekjenan saya ndak bisa wakili,"
jawab anggota dewan.
Gusar dengan jawaban tersebut, Manik Marganamahendra lantas membuat
kesimpulan soal tingkah DPR selama ini.
"Baik ternyata anggota kita, anggota *Dewan Perwakilan Rakyat kita
tidak mendengarkan apa yang sudah kita suarakan dari kemarin hingga
saat ini*," kata Manik Marganamahendra.
Usai menyampaikan ketidakpuasannya, Manik Marganamahendra kembali
mengecam tindakan yang diperlihatkan DPR.
Sebagai perwakilan Mahasiswa, Manik Marganamahendra pun lantas
menggumamkan bahwa mereka tak lagi percaya kepada DPR. "Intinya hari
ini kami berikan mosi tidak percaya kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
Karena hari ini kami merasa kecewa.
Tidak boleh ada satupun yang mempolitisir agenda kami untuk
menuntaskan reformasi.. Kedua bapak-bapak sekalian ternyata tidak
mendengarkan aspirasi kami.
Kemana saja bapak-bapak sekalian kalau kami tanyakan tanggal 19
September kemarin kami sudah mengirimkan surat, tapi bapak tidak ada.
Lantas kami kirimkan kepada sekjen. Dan sekjen telah berjanji untuk
mengirimkan apa yang sudah kami minta. Ternyata bapak-bapak sekalian
masih belum mendengar," ucap Manik Marganamahendra.
Sambil berbicara lantang, Manik Marganamahendra pun kembali mengungkap
soal mosi tidak percaya.
Tak hanya itu, Manik juga menyebut bahwa DPR adalah Dewan Pengkhianat
Rakyat karena tidak mau mendengarkan aspirasi rakyat.
"Sangat disayangkan, kami tidak percaya. Hari ini kami nyatakan mosi
tidak percaya kepada Dewan Pengkhianat Rakyat," tegas Manik.
"Kami tidak percaya dengan DPR dan kami yakin pemberantasan korupsi
itu harus dilawan. Kami tidak percaya kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
Kami tidak percaya kepada partai dan kami tidak percaya kepada wakil
rakyat kami. Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia !" ujar Manik
disambut riuh dari Mahasiswa lain.*(*)*
**
*Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com
<http://tribunnewsbogor.com> dengan judul VIDEO Perwakilan Mahasiswa
Masuk ke Gedung DPR, Sang Ketua Lantang Sebut Dewan Pengkhianat Rakyat
<https://bogor.tribunnews.com/2019/09/24/video-perwakilan-mahasiswa-masuk-ke-gedung-dpr-sang-ketua-lantang-sebut-dewan-pengkhianat-rakyat?page=all>*
*
*
On Tue, 24 Sep 2019 at 17:42, ajeg [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>> wrote:
Konteks omongan Mahfud di tv tahun lalu itu soal *ambruknya Orba*.
Jadi, perspektifnya sekarang ya Jokowi. Pertanyaannya, apa Mahfud
bisa konsisten?
Anggaplah dia konsisten dan mendorong Jokowi mundur, maka yang
pertama harus disadari adalah ini situasi yang luarbiasa.
Penanganannya tidak bisa biasa-biasa saja, tidak sekedar
menjadikan wapres sebagai plt presiden. Misalnya, wapres tidak
perlu dilantik jadi plt presiden tapi tetap sebagai wapres yang
diberi tugas khusus untuk secepatnya menyelenggarakan pilpres.
Ini yang harusnya dilakukan tahun 1998 yang luarbiasa itu, BJH
cukup diberi tugas untuk menyelenggarakan pemilu secepatnya tanpa
membuat / mengambil keputusan penting di luar itu. Begitu kira-kira.
Ada tawaran lain?
--- jonathangoeij@... wrote:
Apakah pemimpin yang disuruh mundur itu Jokowi?
Ingin tanya saja, Jokowi selain incumbent juga presiden
terpilih yg akan dilantik kembali bulan depan. Nah, seandainya
sekarang detik ini juga mengundurkan diri apakah kemudian
wapres JK yg sekarang akan jadi presiden utk sisa masa jabatan
yg tinggal sebulan. Kemudian siapa yang akan dilantik bulan
depan, apakah Jokowi lagi? ataukah Ma'ruf Amin?
--- ajegilelu@.... wrote :
Mahfud MD : Pemimpin Jika Sudah Tidak Dipercaya Rakyat
Seharusnya Mundur Saja!
*15 Februari 2018
*
*HarianMemoKepri.com, Nasional - *Mahfud MD turut hadir dalam
sebuah talkshow salah satu program televisi swasta, Rabu
(15/2/2018). Program acara tersebut mengangkat tema mengenai
‘Memelihara Persatuan di Tahun Politik’.
“Di bidang penegakan hukum memang masalah yang banyak
disampaikan, menurut saya hukum dalam artian materi (legal
substansi) sudah bagus. Namun selama ini dalam penegakannya
ada masalah”, ujar Mahfud membuka.
“Misalnya kata si A, pasal sekian KPK itu salah. Kata yang
satunya lagi enggak.
Kata yang lain KPK itu benar, dasarnya undang-undang
ini. Sama-sama ada undang-undangnya, sama-sama ada pasalnya,
mengaku sama-sama benar. Sehingga pada akhirnya perang opini.
Ada yang hilang disini bahwa penegakan hukum itu harus
didasarkan pada etika”.
Orang sudah diduga korupsi, masih berbicara dan berpidato anti
korupsi. Nah, maka kita tahun 2000 membuat dua ketetapan MPR
bahwa hukum itu tidak cukup untuk menegakkan hukum dan
keadilan. Hukum dalam arti pasal undang-undang, tetapi juga
etika. Maka kita membuat etika kehidupan berbangsa dimana
orang tidak hanya berlindung di balik pasal-pasal. Tapi ada
etika yang harus ditaati.
Kalau sudah mendapat cemoohan masyarakat, menurut TAP MPR no.6
tahun 2000; seorang pemimpin kalau sudah tidak dipercaya
masyarakat, kebijakannya dicurigai menimbulkan kontroversi,
enggak usah menurut hukum saya belum salah gitu. Mundur!
Mahfud juga menyayangkan konflik antara Fahri Hamzah dengan La
Ode mengenai pasal-pasal OTT yang dianggap melanggar
etika. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga berharap
kedepannya para pejabat bisa lebih mengedepankan norma dan
etika ketimbang pasal-pasal. *(Red)*
--
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com