Hahaha!!! 
Saya sih percaya Andi Arief bukan jago kelahi, dan lebih yakin lagi dia tidak 
bakal mundur sejengkal pun demi anak-istrinya yang dilibatkan Yoso! 
Beragama tapi seperti tak bertuhan.
[ "Astagfirullahalazim, saya sempat istigfar, gua samperin ke rumahnya gua 
gebukin di depan anak bininya nih orang," ujar Henry Yoso]

-

Diancam Mau Dipukuli Henry Yoso depan Anak Istri, Andi Arief: Saya Tunggu!




Andi Arief diancam mau dipukuli oleh Henry Yosodiningrat di depan anak dan 
istrinya
Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Selasa, 10 Desember 2019 | 13:56 WIB

Suara.com - Politikus Partai Demokrat Andi Arief mendapatkan ancaman dari 
politisi PDIP henry Yosodoningrat.

Ancaman itu ia dapatkan dari sebuah video saat Henry menjadi pembicara dalam 
sebuah acara.

Ketegangan antara kedua politikus asal Lampung ini berawal dari cuitan Andi 
Arief pada Senin (9/12/2019).

Andi Arief menyindir Henry Yosodiningrat yang hendak melaporkan Rocky Gerung ke 
polisi lantaran menyebut Presiden Jokowi tak paham Pancasila.

"Kawan-kawan PDIP yanhg sekarang ada dan mendapatkan posisi dalam partai dan 
kekuasaan -- mayoritas PDIP otot-- faksi otak tersingkir. Itu penjelasan kenapa 
preman seperti Henri Yosodiningrat melaporkan Rocky Gerung," cuit Andi Arief 
seperti dikutip Suara.com, Selasa (10/12/2019).
 Cuitan Andi Arief yang menyindir Henry Yosodiningrat sebagai preman 
(Twitter/andiarief_)
Henry Yoso bereaksi atas cuitan Andi Arief tersebut. Dalam sebuah forum dengan 
spanduk bertuliskan 'Silahturahmi Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dengan 
Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK-PLP)', Henry Yoso 
menyinggung seseorang asal Lampung yang menyebutnya sebagai preman.

Sosok yang dimaksud oleh Henry Yoso merujuk kepada Andi Arief. Sebab, dalam 
cuitan Andi Arief menyebut Henry Yoso sebagai preman.

"Saya sayangkan lagi putra daerah Lampung mencuit di dalam Twitternya, 
mengatakan politikus PDI Perjuangan sekarang faksi otot, meninggalkan faksi 
otak sehat, makanya preman seperti Henry Yosodiningrat. Astagfirullahalazim, 
saya sempat istigfar, gua samperin ke rumahnya gua gebukin di depan anak 
bininya nih orang," ujar Henry Yoso dalam video yang beredar di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh Andi Arief. Ia mengaku tak pandai berkelahi namun 
siap menghadapi ancaman Henry Yoso tersebut.

"Saya tidak ahli baku hantam, tapi saya menanti kedatangan Henry Yosodiningrat 
yang mengancam akan menggebuk saya di depan anak istri. Kabarkan saja jam 
berapa. Saya tunggu. Saya tidak akan lapor polisi," ungkap Andi Arief.
 Andi Arief tanggapi ancaman dari Henry Yosodiningrat (Twitter/andiarief_)

On Tuesday, December 10, 2019, 11:24 AM, ajeg wrote:
       

Boleh jadi politikus ini beragama. Tapi apa dia bertuhan?!
Omongan kejinya ini jelas mempertontonkan dia minimal lupa tuhan. Lha hukum 
pidana saja dia buta, ternyata.
-

Sindir Jokowi, Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang




"Rakyat Lampung kecewa sedih pedih melihat Presidennya dicaci maki dikatakan 
tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya hafal Pancasila," kata 
Henry
Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Senin, 09 Desember 2019 | 16:23 WIB

Suara.com - Buntut pernyataan yang menyebut Presiden Joko Widodo tidak mengerti 
Pancasila, akademisi Rocky Gerung dilaporkan ke polisi. Laporan tersebut dibuat 
oleh politikus PDIP, Henry Yosodiningrat di Bareskrim Polri, Senin (9/12/2019).

Henry beralasan laporan tersebut dibuat atas nama pribadinya dan bukan mewakili 
kepentingan Jokowi. Sebagai putra daerah asal Lampung, Henry mengaku tak terima 
atas pernyataan sang akademis cum pengamat politik tersebut.

Alasannya, sekitar 60 persen masyarakat Lampung memilih Jokowi. Oleh sebab itu, 
para pendukung Jokowi asal Lampung merasa marah atas ucapan Rocky.

"Untuk kepentingan hukum dan kapasitas saya sebagai pribadi dan bangsa 
Indonesia. Saya putra daerah Lampung, saya mantan anggota DPR RI dari lampung. 
Lampung 60 persen orang pilih Jokowi. Rakyat lampung kecewa sedih pedih melihat 
presidennya dicaci maki dikatakan tidak paham Pancasila, tidak mengerti 
Pancasila hanya hafal Pancasila," kata Henry di Bareskrim Polri.

Setelah menunggu selama kurang lebih empat setengah jam, Henry pulang dengan 
tangan hampa. Laporannya ditolak oleh pihak penyidik dengan alasan kurang 
persyaratan berupa surat kuasa.

"Saya keluar dari ruangan ini setelah menunggu selama 4,5 jam dengan rasa 
kecewa terhadap Polri melalui SPKT karena tidak ada kepastian. Awalnya mereka 
menanyakan mana kuasa dari Jokowi selaku pribadi maupun selaku presiden," 
katanya.

Oleh sebab itu, Henry khawatir jika Rocky akan menjadi bulan-bulanan masyarakat 
Lampung. Terlebih, Henry menuding Rocky akan bungah lantaran laporan yang ia 
buat ditolak oleh polisi.

"Saya khawatir Rocky Gerung di bacok sama orang Lampung. Karena apa? Dia pasti 
akan besar kepala dengan peristiwa ini, dia pasti akan besar kepala. Dan dia 
akan mengulangi ini lagi akan menghina Presiden. Kemarin dia bilang presiden 
tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya hafal Pancasila. Besok 
mau ngomong apa lagi? Serahkan saja ke dia," kata Henry.

Sebelumnya, Rocky Gerung menyebut presiden tidak mengerti Pancasila. 
Menurutnya, jika Presiden paham maka tidak akan melanggar sila-sila di 
Pancasila.

Pernyataan ini disampaikannya saat hadir di acara ILC TV One bertajuk "Maju 
Mundur Izin FPI" yang tayang pada Selasa (3/12/2019) malam.

Rocky Gerung awalnya berbicara tentang ormas. Ia mengatakan bahwa ada banyak 
logika yang kacau disampaikan ke publik terkait polemik perpanjangan izin FPI 
ini.

"Kalau dia ormas, memang dia musti berbeda dengan pemerintah. Kalau ormas sama 
dengan pemerintah ya namanya orneg, organisasi negara," ucapnya.

Menurut Rocky, "kita enggak tahu sebetulnya apa dalil pertama bernegara."

Ia juga menyebut dirinya tidak Pancasila-is, tapi tidak anti Pancasila. Karena 
menurutnya, tidak masuk akal Pancasila dijadikan ideologi negara.

"Negara itu barang abstrak, benda mati pula, yang berideologi itu orang 
individu dengan keyakinan hidup. Jadi negara yang berideologi itu dua kali 
ngaco. Saya terangkan ini dalam rangka pikiran, bukan politik."

  _#yiv8998221061 -- #yiv8998221061ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-mkp #yiv8998221061hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-mkp #yiv8998221061ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-mkp .yiv8998221061ad 
{padding:0 0;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-mkp .yiv8998221061ad p 
{margin:0;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-mkp .yiv8998221061ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-sponsor 
#yiv8998221061ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-sponsor #yiv8998221061ygrp-lc #yiv8998221061hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-sponsor #yiv8998221061ygrp-lc .yiv8998221061ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv8998221061 #yiv8998221061actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv8998221061
 #yiv8998221061activity span {font-weight:700;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv8998221061 #yiv8998221061activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv8998221061 #yiv8998221061activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv8998221061 #yiv8998221061activity span 
.yiv8998221061underline {text-decoration:underline;}#yiv8998221061 
.yiv8998221061attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv8998221061 .yiv8998221061attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv8998221061 .yiv8998221061attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv8998221061 .yiv8998221061attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv8998221061 .yiv8998221061attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv8998221061 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv8998221061 .yiv8998221061bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv8998221061 
.yiv8998221061bold a {text-decoration:none;}#yiv8998221061 dd.yiv8998221061last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8998221061 dd.yiv8998221061last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8998221061 
dd.yiv8998221061last p span.yiv8998221061yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv8998221061 div.yiv8998221061attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv8998221061 div.yiv8998221061attach-table 
{width:400px;}#yiv8998221061 div.yiv8998221061file-title a, #yiv8998221061 
div.yiv8998221061file-title a:active, #yiv8998221061 
div.yiv8998221061file-title a:hover, #yiv8998221061 div.yiv8998221061file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv8998221061 div.yiv8998221061photo-title a, 
#yiv8998221061 div.yiv8998221061photo-title a:active, #yiv8998221061 
div.yiv8998221061photo-title a:hover, #yiv8998221061 
div.yiv8998221061photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv8998221061 
div#yiv8998221061ygrp-mlmsg #yiv8998221061ygrp-msg p a 
span.yiv8998221061yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv8998221061 
.yiv8998221061green {color:#628c2a;}#yiv8998221061 .yiv8998221061MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv8998221061 o {font-size:0;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061photos div {float:left;width:72px;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv8998221061
 #yiv8998221061reco-category {font-size:77%;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061reco-desc {font-size:77%;}#yiv8998221061 .yiv8998221061replbq 
{margin:4px;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-mlmsg select, #yiv8998221061 input, #yiv8998221061 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-mlmsg pre, #yiv8998221061 code {font:115% 
monospace;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-mlmsg #yiv8998221061logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-msg 
p#yiv8998221061attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-reco #yiv8998221061reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-sponsor 
#yiv8998221061ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-sponsor #yiv8998221061ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-sponsor #yiv8998221061ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv8998221061 #yiv8998221061ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv8998221061 
#yiv8998221061ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv8998221061   

Kirim email ke