Gak usah didikotomi dan dikontraskan antara agama dan tuhan. Gak ada agama tanpa tuhan. Masalah tuhannya siapa dan apa namanya itu urusan laen.
Ketika ente sudah mempertanyakan seseorang itu beragama atau bertuhan, artinya ente sudah menghakimi orang laen. Sadar enggak ente?!!! Dimana keji omongannya henry yoso? Gak ada yg keji. Mungkin niatnya ada, ttp ini niat bukan omongan! Pake’ akal kalau berkomentar. Repotnya ente krn penginnya NYINYIR terus, jadinya ente gak suka sama henry yoso ini. Lalu judgement/penghakiman ente keluar. Eling! Ketika ente marah terus krn mau NYINYIR, ente akan terjebak utk berbuat salah. Bahasa ente yg berbunga2 menjadi sangat tidak significant!!!! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Monday, December 9, 2019 11:21 PM To: GELORA45 <[email protected]> Subject: [GELORA45] Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang Boleh jadi politikus ini beragama. Tapi apa dia bertuhan?! Omongan kejinya ini jelas mempertontonkan dia minimal lupa tuhan. Lha hukum pidana saja dia buta, ternyata. - Sindir Jokowi, Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang "Rakyat Lampung kecewa sedih pedih melihat Presidennya dicaci maki dikatakan tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya hafal Pancasila," kata Henry Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita Senin, 09 Desember 2019 | 16:23 WIB Suara.com - Buntut pernyataan yang menyebut Presiden Joko Widodo tidak mengerti Pancasila, akademisi Rocky Gerung dilaporkan ke polisi. Laporan tersebut dibuat oleh politikus PDIP, Henry Yosodiningrat di Bareskrim Polri, Senin (9/12/2019). Henry beralasan laporan tersebut dibuat atas nama pribadinya dan bukan mewakili kepentingan Jokowi. Sebagai putra daerah asal Lampung, Henry mengaku tak terima atas pernyataan sang akademis cum pengamat politik tersebut. Alasannya, sekitar 60 persen masyarakat Lampung memilih Jokowi. Oleh sebab itu, para pendukung Jokowi asal Lampung merasa marah atas ucapan Rocky. "Untuk kepentingan hukum dan kapasitas saya sebagai pribadi dan bangsa Indonesia. Saya putra daerah Lampung, saya mantan anggota DPR RI dari lampung. Lampung 60 persen orang pilih Jokowi. Rakyat lampung kecewa sedih pedih melihat presidennya dicaci maki dikatakan tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya hafal Pancasila," kata Henry di Bareskrim Polri. Setelah menunggu selama kurang lebih empat setengah jam, Henry pulang dengan tangan hampa. Laporannya ditolak oleh pihak penyidik dengan alasan kurang persyaratan berupa surat kuasa. "Saya keluar dari ruangan ini setelah menunggu selama 4,5 jam dengan rasa kecewa terhadap Polri melalui SPKT karena tidak ada kepastian. Awalnya mereka menanyakan mana kuasa dari Jokowi selaku pribadi maupun selaku presiden," katanya. Oleh sebab itu, Henry khawatir jika Rocky akan menjadi bulan-bulanan masyarakat Lampung. Terlebih, Henry menuding Rocky akan bungah lantaran laporan yang ia buat ditolak oleh polisi. "Saya khawatir Rocky Gerung di bacok sama orang Lampung. Karena apa? Dia pasti akan besar kepala dengan peristiwa ini, dia pasti akan besar kepala. Dan dia akan mengulangi ini lagi akan menghina Presiden. Kemarin dia bilang presiden tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya hafal Pancasila. Besok mau ngomong apa lagi? Serahkan saja ke dia," kata Henry. Sebelumnya, Rocky Gerung menyebut presiden tidak mengerti Pancasila. Menurutnya, jika Presiden paham maka tidak akan melanggar sila-sila di Pancasila. Pernyataan ini disampaikannya saat hadir di acara ILC TV One bertajuk "Maju Mundur Izin FPI" yang tayang pada Selasa (3/12/2019) malam. Rocky Gerung awalnya berbicara tentang ormas. Ia mengatakan bahwa ada banyak logika yang kacau disampaikan ke publik terkait polemik perpanjangan izin FPI ini. "Kalau dia ormas, memang dia musti berbeda dengan pemerintah. Kalau ormas sama dengan pemerintah ya namanya orneg, organisasi negara," ucapnya. Menurut Rocky, "kita enggak tahu sebetulnya apa dalil pertama bernegara." Ia juga menyebut dirinya tidak Pancasila-is, tapi tidak anti Pancasila. Karena menurutnya, tidak masuk akal Pancasila dijadikan ideologi negara. "Negara itu barang abstrak, benda mati pula, yang berideologi itu orang individu dengan keyakinan hidup. Jadi negara yang berideologi itu dua kali ngaco. Saya terangkan ini dalam rangka pikiran, bukan politik."
