Sekalipun mau main bacok dan ngancam mau gebukin orang, anak ini nggak dibilang 
radikal atau teroris.
--- lusi_d@... wrote:

Sedikit beberapa tambahan polemik antara Henry Yoso kontra Hendrawan
Supratikno.

Masyarakat Lampung Itu Beradab, Tak Mungkin Asal Bacok!
Salam. Lusi.-

1.:

Mentah Laporkan Rocky Gerung, Politisi PDIP Ini Kini Laporkan Andie
Arief

Hukum SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 14:35:00 WIB | 
LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

RMOLBANTEN. Mentah mengadukan filsuf Universitas Indonesia (UI) Rocky
Gerung atas tudingan menghina Presiden Joko Widodo, berikutnya
politisi PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat mengadukan politisi
Demokrat, Andi Arief ke Bareskrim.

Mantan anggota DPR ini kicauan Andi Arief di Twitter dirasa menyinggung
dirinya. Dalam kicuan itu, Andi Arief menyebut bahwa mayoritas PDIP
otot dan faksi otak telah tersingkir.

Henry kemudian menyebut seorang nama sebagai salah satu preman dari
wakil faksi otot PDIP yang melaporkan Rocky Gerung ke polisi.

"Kawan-kawan PDIP yang sekarang ada dan mendapatkan posisi dalam partai
dan kekuasaan, mayoritas PDIP otot, Faksi otak tersingkir. Itu
penjelasan kenapa Preman seperti Hendriyosodiningrat melaporkan Rocky
Gerung,” kicau Andi Arief dalam akun Twitter pribadinya, Senin (9/12).

Dirinya merasa sebagai Hendriyosodiningrat yang secara gamblang disebut
Andi Arief.

Sebab penggambaran Andi Arief cocok dengan pribadi, meskipun ada
sedikit typo penulisan nama. Ini lantaran dia adalah satu-satunya
politisi PDIP yang melaporkan Rocky Gerung.

Henry menilai perbuatan Andi Arief bisa bisa dikualifikasikan sebagai
tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam ketentuan pasal 27 ayat
(3) jo. pasal 45A ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik (UU ITE),” tegasnya.

Adapun saat melaporkan Rocky Gerung, laporan Henry Yoso ditolak.
Pasalnya, dia tidak bisa menunjukkan surat kuasa dari Presiden Joko
Widodo. [dzk] 

2.:

Pernyataan Barbar Henry Yoso Ke Rocky Gerung, PDIP Lepas Tangan

Politik SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 22:57:00 WIB | 
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RMOLBANTEN. Sikap kader PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat yang
mengkhawatirkan pengamat politik Rocky Gerung dibacok orang Lampung,
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepertinya "angkat
tangan".

Rocky dianggap Henry Yoso menghina Presiden Joko Widodo, tapi laporan
polisi terkait itu tidak dindahkan. Apalagi, kata dia, di Provinsi
Lampung mayoritas adalah mendukung Jokowi-Maruf. Maka keluarlah
kata-kata 'Bacok'.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, enggan mengomentari pernyataan
bernada tendensius Henry Yoso tersebut.

Kekhawatiran Henry Yoso atas pernyataan Rocky, kata Hendrawan, yang
dianggap menghina Presiden hanya dia yang paham.

Ia seolah sangsi dan heran dengan pernyataan tersebut.

Karenanya, ia enggan berkomentar terlalu jauh.

"Ya ditanyakan kepada Pak Henry, mengapa sampai khawatir demikian,"
kata Hendrawan saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLNetwork, di
Jakarta, Selasa (10/12).

Henry juga menegaskan bahwa pelaporan Rocky itu bukanlah kehendak
partai.

Melainkan, hal itu murni kehendak pribadi dari Henry Yoso.

"Semua (kader PDIP) meyakininya demikian," demikian Hendrawan, anggota
DPR RI.

Sementara, Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Lampung
Nizwar Affandi sebelumnya mengingatkan mantan anggota DPR dari Fraksi
PDIP Henry Yosodiningrat terkait khawatiran Rocky Gerung dibacok orang
Lampung.

"Pak Henry Yoso, orang Lampung bukan orang barbar yang gampang membacok
orang lain apalagi hanya untuk bela membela tokoh dalam urusan
politik," kata Nizwar Affandi kepada Kantor Berita RMOLNetwork, Senin
(9/12).

Nizwar menyayangkan omongan Henry Yoso tersebut.

"Sebagai putra daerah, apa iya Pak Henry nggak tahu karakter
genuine-nya orang Lampung? Orang Lampung selama berabad-abad sudah
memiliki mekanisme resolusi konflik yang elegan baik dalam skala massal
maupun individual," sesalnya. [dzk] 


3.:

Masyarakat Lampung Itu Beradab, Tak Mungkin Asal Bacok!

Politik RABU, 11 DESEMBER 2019 , 00:35:00 WIB | 
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

RMOLBANTEN. Watak asli orang Lampung itu santun dan menjunjung tinggi
adab dan budaya sebagaimana masyarakat di daerah lain pada umumnya.
Karena itu, pernyataa politisi PDIP, Henry Yosodiningrat terlalu
arogan.

Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Poltical Review, Ujang
Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLNetwork di Jakarta,
Selasa (10/12).

Pernyataan tendesius mantan anggota DPR itu, menyebut ahli filsafat
dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung bisa dibacok orang Lampung
lantaran dianggap menghina presiden Joko Widodo.

"Pernyataan subjektif. Masyarakat Lampung tidak seperti itu," terang
Ujang.

"Masyarakat Lampung merupakan masyarakat beradab dan sangat rasional.
Tak akan melakukan bacok-membacok seenaknya," sambung.

Sebelumnya, Henry Yosodiningrat mengaku khawatir dengan sikap Rocky
Gerung yang dituding telah menghina Jokowi karena tidak paham Pancasila.

Henry mengklaim masyarakat Lampung mayoritas mendukung Jokowi-Maruf
pada Pilpres 2019, karena itu Rocky ia menyebut Rocky bisa membuat
orang Lampung marah. [dzk] 




Kirim email ke