Boleh jadi politikus ini beragama. Tapi apa dia bertuhan?!
Omongan kejinya ini jelas mempertontonkan dia minimal lupa tuhan. Lha hukum 
pidana saja dia buta, ternyata.
-

Sindir Jokowi, Henry Yoso: Saya Khawatir Rocky Gerung Dibacok Orang




"Rakyat Lampung kecewa sedih pedih melihat Presidennya dicaci maki dikatakan 
tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya hafal Pancasila," kata 
Henry
Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Senin, 09 Desember 2019 | 16:23 WIB

Suara.com - Buntut pernyataan yang menyebut Presiden Joko Widodo tidak mengerti 
Pancasila, akademisi Rocky Gerung dilaporkan ke polisi. Laporan tersebut dibuat 
oleh politikus PDIP, Henry Yosodiningrat di Bareskrim Polri, Senin (9/12/2019).

Henry beralasan laporan tersebut dibuat atas nama pribadinya dan bukan mewakili 
kepentingan Jokowi. Sebagai putra daerah asal Lampung, Henry mengaku tak terima 
atas pernyataan sang akademis cum pengamat politik tersebut.

Alasannya, sekitar 60 persen masyarakat Lampung memilih Jokowi. Oleh sebab itu, 
para pendukung Jokowi asal Lampung merasa marah atas ucapan Rocky.

"Untuk kepentingan hukum dan kapasitas saya sebagai pribadi dan bangsa 
Indonesia. Saya putra daerah Lampung, saya mantan anggota DPR RI dari lampung. 
Lampung 60 persen orang pilih Jokowi. Rakyat lampung kecewa sedih pedih melihat 
presidennya dicaci maki dikatakan tidak paham Pancasila, tidak mengerti 
Pancasila hanya hafal Pancasila," kata Henry di Bareskrim Polri.

Setelah menunggu selama kurang lebih empat setengah jam, Henry pulang dengan 
tangan hampa. Laporannya ditolak oleh pihak penyidik dengan alasan kurang 
persyaratan berupa surat kuasa.

"Saya keluar dari ruangan ini setelah menunggu selama 4,5 jam dengan rasa 
kecewa terhadap Polri melalui SPKT karena tidak ada kepastian. Awalnya mereka 
menanyakan mana kuasa dari Jokowi selaku pribadi maupun selaku presiden," 
katanya.

Oleh sebab itu, Henry khawatir jika Rocky akan menjadi bulan-bulanan masyarakat 
Lampung. Terlebih, Henry menuding Rocky akan bungah lantaran laporan yang ia 
buat ditolak oleh polisi.

"Saya khawatir Rocky Gerung di bacok sama orang Lampung. Karena apa? Dia pasti 
akan besar kepala dengan peristiwa ini, dia pasti akan besar kepala. Dan dia 
akan mengulangi ini lagi akan menghina Presiden. Kemarin dia bilang presiden 
tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya hafal Pancasila. Besok 
mau ngomong apa lagi? Serahkan saja ke dia," kata Henry.

Sebelumnya, Rocky Gerung menyebut presiden tidak mengerti Pancasila. 
Menurutnya, jika Presiden paham maka tidak akan melanggar sila-sila di 
Pancasila.

Pernyataan ini disampaikannya saat hadir di acara ILC TV One bertajuk "Maju 
Mundur Izin FPI" yang tayang pada Selasa (3/12/2019) malam.

Rocky Gerung awalnya berbicara tentang ormas. Ia mengatakan bahwa ada banyak 
logika yang kacau disampaikan ke publik terkait polemik perpanjangan izin FPI 
ini.

"Kalau dia ormas, memang dia musti berbeda dengan pemerintah. Kalau ormas sama 
dengan pemerintah ya namanya orneg, organisasi negara," ucapnya.

Menurut Rocky, "kita enggak tahu sebetulnya apa dalil pertama bernegara."

Ia juga menyebut dirinya tidak Pancasila-is, tapi tidak anti Pancasila. Karena 
menurutnya, tidak masuk akal Pancasila dijadikan ideologi negara.

"Negara itu barang abstrak, benda mati pula, yang berideologi itu orang 
individu dengan keyakinan hidup. Jadi negara yang berideologi itu dua kali 
ngaco. Saya terangkan ini dalam rangka pikiran, bukan politik."

Kirim email ke