Heheheh bung ini rajin2nya cari tahu kebenaran nya.

Saya saja gak pusing mau telor keq yg dimusnahkan ataupun DOC spt artikel yg 
bung bawa ini.

 

DOC = livebird. DOC lebih lajim istilah yg dipakai. Saya pas pernah kerja 
dibidang ini dulunya, jadi sedikit2 tahu.

 

DOC itu anak ayam yg akan diternak, ini ayam potong. Anak ayam ini biasanya 
umurnya 10 hari, paling tua 14 hari. Ini ayam ras alias ayam negeri, bukan ayam 
kampung. Kalau ayam petelur istilahnya bukan DOC melainkan pullet.

 

Jadi kalau DOC yg dihancurkan itu yg NYINYIR gobloknya minta ampun krn DOC itu 
gak bertelor hehehehehe

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Monday, December 9, 2019 8:10 PM
To: [email protected]; Jonathan Goeij <[email protected]>; 
[email protected]; Tatiana Lukman <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] pemerintah musnahkan 28 juta telur ayam

 

  

Saya tidak berhasil menangkap pengertian memusnahkan jutaan TELOR yang dimaksud 
sesungguhnya, ... Peternak ayam mengeluh lantaran pasokan bibit ayam hidup 
(livebird) berlebih dan menyebabkan harganya anjlok. Untuk itu, para petani 
yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) meminta 
Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan kebijakan pemusnahan 10 juta 
bibit ayam atau day old chick (DOC) per minggu. Dari pemberitaan dibawah, 
nampaknya yg hendak dimusnahkan adalah telor bibit, agar harga ayam tidak 
anjlok! Tapi, tidak dijelaskan dikemanakan telor yg jutaan itu? Dugaan saya, 
hanya tidak ditetaskan jadi anak ayam lagi, tapi dijual kepasar untuk dimakan 
saja, ...???

Tapi, ... apapun yang aterjadi, sudah seharusnya pemerintah bisa ikut campur 
mengawasi dan menangani peredaran produksi didaerah yg memang tidak mungkin 
seimbang sepanjang tahun, disini bisa berlebih sehingga harga anjlok bahkan 
terancam busuk, disana bisa saja justru kekurangan. Pemerintah hendaknya bisa 
membantu produksi disini yang berlebih ditranfer ke daerah yang kekurangan dan 
perlukan, bukan dan TIDAK dimusnahkan untuk pertahankan harga pasar!

 

 


Harga Ayam Anjlok, Kementan Musnahkan 7 Juta Bibit Bulan Depan


Vadhia Lidyana - detikFinance

 
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4800801/harga-ayam-anjlok-kementan-musnahkan-7-juta-bibit-bulan-depan>
 Share 0 
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4800801/harga-ayam-anjlok-kementan-musnahkan-7-juta-bibit-bulan-depan>
 Tweet 0 
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4800801/harga-ayam-anjlok-kementan-musnahkan-7-juta-bibit-bulan-depan>
 Share 0 
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4800801/harga-ayam-anjlok-kementan-musnahkan-7-juta-bibit-bulan-depan#komentar>
 20 komentar

  
<https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2019/09/05/0f990b9a-6b45-418d-8082-0cff6e30b088_169.jpeg?w=700&q=80>
 Ilustrasi/Foto: Ari Saputra

  
<https://newrevive.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=6707&campaignid=1323&zoneid=1630&loc=https%3A%2F%2Ffinance.detik.com%2Fberita-ekonomi-bisnis%2Fd-4800801%2Fharga-ayam-anjlok-kementan-musnahkan-7-juta-bibit-bulan-depan&referer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F&cb=dbd7776db6>
 

Jakarta - Peternak ayam mengeluh lantaran pasokan bibit ayam hidup (livebird) 
berlebih dan menyebabkan harganya anjlok. Untuk itu, para petani yang tergabung 
dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) meminta Kementerian Pertanian 
(Kementan) mengeluarkan kebijakan pemusnahan 10 juta bibit ayam atau day old 
chick (DOC) per minggu.

Menjawab keluhan petani tersebut, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak 
Kementan, Sugiono menyebutkan bahwa pihaknya akan mengeluarkan kebijakan untuk 
mengurangi DOC final stock (FS) dengan pemusnahan atau cutting telur tertunas 
(HE) sebanyak 7 juta butir mulai 1 Desember 2019.

"Berdasarkan rapat koordinasi perunggasan tanggal 19 November 2019, diputuskan 
untuk melakukan pengurangan HE umur 19 hari sebanyak 7 juta per minggu berlaku 
mulai 1 Desember 2019," kata Sugiono dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu 
(27/11/2019).


Baca juga:  
<https://finance.detik.com/read/2019/11/27/154301/4800485/4/kemendag-klaim-harga-ayam-di-peternak-sudah-naik-rp-2000>
 Kemendag Klaim Harga Ayam di Peternak Sudah Naik Rp 2.000


Dengan kebijakan tersebut, maka di bulan Desember 2019, total cutting HE 
dilakukan terhadap 28 juta butir. Pemusnahan tersebut akan mengurangi stok DOC 
FS sebanyak 26,6 juta ekor di bulan Desember.

"Sehingga target total pengurangan HE pada Desember 2019 sebanyak 28 juta 
butir. Dampak dari cutting HE pada Desember 2019 dimaksud secara nasional akan 
mengurangi produksi DOC FS dari pembibit sebanyak 26.600.000 ekor," papar dia.

Ia mengungkapkan, kebijakan pemusnahan 7 juta HE per minggu ini akan berlaku 
sampai dengan bulan Maret 2020.


Baca juga:  
<https://finance.detik.com/read/2019/11/27/143437/4800360/4/harga-ayam-anjlok-wamendag-sebut-terkait-aturan-sebelumnya>
 Harga Ayam Anjlok, Wamendag Sebut Terkait Aturan Sebelumnya


Dengan langkah tersebut, Sugiono berharap harga livebird di tingkat peternak 
bisa mengalami kenaikan dan berada pada level yang stabil.

"Harga livebird ditentukan oleh mekanisme pasar, dengan adanya cutting HE 
diharapkan dapat berpengaruh pada peningkatan harga livebird," pungkasnya.

Sebagai informasi, peternak rakyat mengaku rugi hingga Rp 2 triliun karena 
harga livebird anjlok dan berada level Rp 16.000-17.000 per kilogram (kg). 
Padahal, harga acuan livebird yang diatur dalam Permendag nomor 96 tahun 2018, 
batas bawahnya sebesar Rp 18.000/kg.

"Hari ini kalau di Jabar mungkin lebih murah lagi karena masuk dari Jateng ke 
sini, itu kira-kira Rp 16.000-17.000/kg. HPP kita Rp 18.000," jelas perwakilan 
Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Jateng, Parjuni ketika berunjuk 
rasa di depan kantor Kemendag, Jakarta Pusat.

Simak Video "Unik! Mie Ayam Disajikan dalam Kelapa Muda Segar"

(ara/ara)

On 10/12/2019 上午12:27, Jonathan Goeij [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] wrote:

  

 

Pemerintah gendeng2an, mestinya beli telur ayam itu untuk dibagikan kemereka 
yang kurang gizi.

Berapa juta anak yang stunting kurang gizi?

 

 

On Sunday, December 8, 2019, 07:15:49 AM PST, Tatiana Lukman 
[email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]  
<mailto:[email protected]> <[email protected]> wrote: 

 

 

 

Pemerintah sdh begitu sinting, kok masih ada saja yang keranjingan 
mendukung!!!???

 

On Sunday, December 8, 2019, 05:24:21 AM GMT+1, ajeg [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45]  <mailto:[email protected]> 
<[email protected]> wrote: 

 

 

  

Rapopo peternak rugi, ekonomi hancur, pasar lesu, negara loyo, yang penting 
tetap bernafsu bikin ibukota baru.

 

--- ilmesengero@... wrote:

 

Kebijakan ekonomi ditentukan oleh mekanisme pasar. Pasar lesu negara lemah 
syahwat.





 



Kirim email ke