Orang saya kasih contohnya kalo yg sakitnya keluarga saya kok. Pembantu atau 
supir ya sudah resiko kerja sama saya. Kalo sakit saya yg bawa ke dokter. Atau 
saya kasih vitamin sebelum sakit. Sent from my Verizon, Samsung Galaxy 
smartphone
-------- Original message --------From: "'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> Date: 2/4/20  7:32 PM  (GMT-08:00) To: 
[email protected], marthajan04 <[email protected]>, 
[email protected] Subject: Re: [GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima 
Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona 
 



  


    
      
      
      
        Kutipan: "Kalo perlu, nanti barangnya diantarkan oleh pembantu atau 
supir....". Rasanya tidak betul kalau orang lain dikorbankan utk melindungi 
teman atau saudara thd penyakit menular. Kecuali pembantu atau supirnya, sudah 
diberi tahu resikonya dan mempunyai kesehatan yg baik .
        
        
            
                
                
                    On Tuesday, February 4, 2020, 08:09:00 PM CST, marthajan04 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
                
                
                
                
 



  


    
      
      
      Tambahan:Kalo di keluarga saya ada yang sakit menular misal flu, batuk 
agak berat, lalu ada teman atau saudara mau mampir buat ngambil sesuatu 
misalnya, saya sih akan larang dia ke rumah. Kalo perlu, nanti barangnya 
diantarkan oleh pembantu atau supir atau bahkan suami ke rumahnya. Karena apa? 
Karena ga enak, merasa bersalah, kasian kalo sampai ketularan. Bukannya marah 
kalo ada yg. ga mau ke rumah karena watir ketularan Gitu loh ko Chan. Sudah 
ngarti? Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone-------- Original 
message --------From: "marthajan04 [email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> Date: 2/4/20  5:09 PM  (GMT-08:00) To: 
[email protected], ChanCT <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] 
Re: Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona 
 



    
      
      
      Diulang. Tadi salah tempat. Sudah dibilang juga kalo ucapan si wilbur itu 
juga sudah dicela oleh pejabat2 AS, kok masih diungkit terus. Pan sudah saya 
bawakan beriranya. Ga dibaca? Sent from my Verizon, Samsung Galaxy 
smartphone-------- Original message --------From: "ChanCT [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 2/4/20  3:09 PM  (GMT-08:00) To: 
marthajan04 <[email protected]>, GELORA_In <[email protected]> 
Subject: Re: [GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk 
Tangani Virus Corona 
 



    
      
      
      
  
  
    Apa dan dimana saya
          memfitnah??? Coba saja buktikan, ... tapi jangan main tuduh
          dengan FITNAH lagi, ya!!! Lalu, ditanya dari mana itu
          kutip-an, sampai hari ini tidak juga dijawab, ... hanya main
          tuduh saya yang fitnah?
    
    
    On 5/2/2020 上午3:16, marthajan04 wrote:
    
    
      
      Sudah dibantu masih memfitnah saja. Sungguh
        "berbudi" ni orang. 
      Kecian deh begitu besar dendam di dalam hatinya.
      
      
      
      
      
      
      
        Sent from my
          Verizon, Samsung Galaxy smartphone
      
      
      
      
      
      
        -------- Original message --------
        From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]"
          <[email protected]> 
        Date: 2/4/20 4:54 AM (GMT-08:00) 
        To: [email protected], GELORA_In
          <[email protected]> 
        Subject: [GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan
          Amerika untuk Tangani Virus Corona 
        
        
      
       
      
          
             
            Yaa, Tiongkok
                  akhirnya baru saja menerima tawaran "bantuan" dari AS.
                  Mengapa? 
                
            Dugaan saya
                  tentunya, kemungkinan besar akibat sikap AS yang
                  selama ini memang tidak bersahabat terhadap Tiongkok!
                  Dimulai dari pernyataan beberapa bulan sebelum virus
                  Corona merebak di Wuhan sudah melakukan penelitian  virus 
tsb., lalu
                  menawarkan "bantuan" dengan menyodorkan obat2an yang
                  diajukan untuk percobaan klinik, Amerika pula yang
                  sangat getol mendesak WHO menetapkan status Darurat
                  bagai Dunia dan segera mencabut perwakilan Konsulat
                  Amerika di Wuhan dan memulangkan seluruh warga AS yang
                  tersangkut di Wuhan, sampai pada ucapan menteri
                  Perdagangan Wilbur Ross yang nyelekit: "Wabah Virus
                  Corona di Wuhan telah membuka kemungkinan pengusaha
                  kembali ke Amerika!", jadi mensyukuri musibah wabah
                  virus Corona di Wuhan akan menjadi berkah bagi AS,
                  Selama ini RRT mendiamkan saja tawaran "bantuan" AS
                  itu, ... Tapi, RRT sebelumnya sudah menerima bantuan
                  dari beberapa negara seperti Jerman, Rusia, Jepang,
                  Iran, Thailand dll. yang menyatakan simpati terhadap
                  musibah yang dihadapi Tiongkok. Rupanya baru kemarin
                  ini Tiongkok menerima tawaran AS, entah apa dan sampai
                  dimana bantuan yang bisa diberikan itu.
            Dari banyak
                  pemberitaan jumlah peningkatan orang yang kena
                  terjangkit virus Corona, entah mengapa boleh dikata
                  TIDAK ada yang menyebutkan berapa jumlah pasien yang
                  berhasil SEMBUH! Sampai kemarin tgl. 03-02-2020 jumlah
                  penderita diseluruh Tiongkok sudah mencapai 20438
                  orang, diantaranya 2788 penderita berat, 425 meninggal
                  dan 632
                        orang sembuh dan sudah
                  diperbolehkan keluar RS! Dan perlu digarisbawahi,
                  diantara yang sembuhada beberapa diatas usia 70 dan
                  seorang 83 tahun! Artinya kecepatan penambahan
                  kematian mengecil, sedang kenaikan yang sembuh
                  meningkat lebih cepat dan dengan demikian makin besar
                  harapan penderita virus Corona bisa disembuhkan!
                  Apalagi kemarin RS Shen Huo yang dibangun dalam 10
                  hari itu sudah mulai berfungsi dengan baik, memberi
                  kemungkinan dan syarat lebih sempurna menolong
                  penderita virus Corona!
               Mudah2an saja
                  begitu, ...!
            
                
            
                
            On 4/2/2020 下午5:35, Sunny ambon
              [email protected]
              [nasional-list] wrote:
            
            
               
              
                
                  
                  
                  
https://katadata.co.id/berita/2020/02/04/tiongkok-akhirnya-terima-bantuan-amerika-untuk-tangani-virus-corona?utm_source=izooto&utm_medium=push_notifications&utm_campaign=Daily%20News%204%202&utm_content=&utm_term=
                     
                  
                  
                  Tiongkok
                          Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani
                          Virus Corona  
                  
                  
                  Penulis: Ratna
                            Iskana 4/2/2020, 08.42 WIB 
                  
                  
                  
                  Di sisi lain,
                          Tiongkok keberatan dengan sikap Amerika yang
                          melarang perjalanan karena virus corona.
                      
                    
                  
                  
                   Ilustrasi. Seorang
                          anggota tim penyelamat berjalan melewati
                          pengumuman tentang virus corona di sebuah
                          rumah sakit di Incheon, Korea Selatan, Senin
                          (20/1/2020). Pemerintah Tiongkok akhirnya
                          menerima bantuan Amerika untuk menangani virus
                          corona.
                    
                    Pemerintah
                          Tiongkok akhirnya setuju menerima tenaga ahli
                          kesehatan asal Amerika Serikat untuk membantu
                          mengatasi virus corona. Penyebaran virus
                          tersebut semakin cepat dengan jumlah kasus dan
                          kematian yang terus meningkat. 
                  
                  
                  
                  Seperti dilansir dari
                          Reuters, Gedung Putih menyatakan pada Senin
                          (3/2) waktu setempat bahwa Tiongkok telah
                          menerima bantuan dari tenaga ahli AS yang
                          merupakan bagian dari World Health
                          Organization (WHO) untuk mempelajari dan
                          membantu mengatasi virus yang muncul pertama
                          kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.
                    
                    Di
                          sisi lain, Tiongkok menyatakan rumah sakit
                          dengan 1.000 tempat tidur yang dibangun selama
                          delapan hari telah menerima pasien pertamanya
                          kemarin. Sedangkan rumah sakit kedua dengan
                          1.600 tempat tidur akan beroperasi pada minggu
                          ini juga. Kedua rumah sakit itu dibangun untuk
                          merawat pasien virus corona. 
                  
                  
                  
                  Hingga Senin (3/2),
                          terdapat tambahan 2.345 orang yang terkena
                          virus dan 64 orang meninggal dunia di Provinsi
                          Hubei. Totalnya, ada 414 orang meninggal
                          karena virus corona di provinsi tersebut. 
                  
                  
                  
                  Tidak hanya menelan
                          korban jiwa, virus corona juga berakibat pada
                          ekonomi Tiongkok. Bursa saham Tiongkok turun
                          8%, menyebabkan US$ 393 miliar keluar dari
                          Bursa Shanghai pada hari kemarin yang
                          merupakan perdagangan pertama setelah libur
                          perayaan tahun baru di negeri tersebut. (Baca:
                          Wabah Flu yang Menghantui Dunia) Pelarangan
                            Perjalanan ke Tiongkok Dampak Virus Corona 
                  
                  
                  
                  Selain itu, maskapai
                          penerbang di seluruh dunia telah menghentikan
                          perjalanan ke Tiongkok. Penangguhan
                          penerbangan oleh Uni Emirat Arab akan
                          berdampak pada maskapai Etihad dan Emirates.
                  
                  
                  Tiongkok pun
                          menyalahkan AS karena larangan tersebut. Juru
                          Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua
                          Chunying mengatakan Washington telah
                          menciptakan dan menyebarkan kepanikan dengan
                          menarik warga negaranya dan membatasi
                          perjalanan.   
                  
                  
                  Padahal WHO
                          menyarankan agar tidak memberlakukan
                          pembatasan perdagangan dan perjalanan. "Justru
                          negara-negara maju seperti Amerika Serikat
                          dengan kapabilitas dan fasilitas pencegahan
                          epidemi yang kuat yang telah memimpin dalam
                          pembatasan berlebihan yang bertentangan dengan
                          rekomendasi WHO," kata Hua seperti dikutip
                          dari Reuters.  
                  
                  
                  (Baca: Pemerintah
                            Susun Daftar Barang yang Dilarang Impor dari
                            Tiongkok) 
                  
                  
                  
                  Centers for Disease
                          Control and Prevention (CDC) AS membela
                          langkah yang diambil untuk mencegah penyebaran
                          virus corona, termasuk menangguhkan warga
                          negara asing yang telah mengunjungi Tiongkok
                          dalam 14 hari terakhir. 
                  
                  
                  
                  “Kami membuat
                          keputusan yang agresif di depan ancaman yang
                          belum pernah terjadi sebelumnya. Tindakan
                          sekarang memiliki potensi terbesar untuk
                          memperlambat hal ini, ”kata Nancy Messonnier,
                          Direktur CDC.  
                  
                  
                  Direktur Jenderal WHO
                          Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan
                          pelarangan perjalanan ke Tiongkok tidak
                          diperlukan. "Tidak ada alasan untuk tindakan
                          yang tidak perlu dengan membatasi perjalan dan
                          perdagangan. Kemungkinan virus ini menyebar di
                          luar Tiongkok sangat kecil, dan bahkan di
                          Tiongkok penyebaran antar provinsi sangat
                          rendah," kata Adhanom. 
                  
                  
                  
                  WHO menyatakan
                          setidaknya ada 151 kasus yang terkorfirmasi di
                          23 negara termasuk Jepang, Thailand, Jerman,
                          Inggris, dan AS. Sedangkan data dari Tiongkok
                          menyebut angka jumlah orang yang terinfeksi di
                          negera tersebut mencapai 17.205 orang.
                          Presiden Tiongkok Xi Jinping pun menegaskan
                          pengendalian virus di negaranya menjadi tugas
                          penting saat ini.  
                  
                  
                  (Baca: Didemo
                            Warga Natuna Soal Lokasi Karantina WNI,
                            Luhut: Tidak Paham Saja)
                          
                          
                          Penulis: Ratna Iskana
                          Editor: Ratna Iskana 
                    
                    
                  
                  
                  
                  
                    
                  
                
              
               
          
          
    
  



    
     

    



    
     

    



    
     

    
    



            
        

    
     

    
    


Kirim email ke