Apa dan dimana saya memfitnah??? Coba saja buktikan, ... tapi jangan main tuduh dengan FITNAH lagi, ya!!! Lalu, ditanya dari mana itu kutip-an, sampai hari ini tidak juga dijawab, ... hanya main tuduh saya yang fitnah?

On 5/2/2020 上午3:16, marthajan04 wrote:
Sudah dibantu masih memfitnah saja. Sungguh "berbudi" ni orang.
Kecian deh begitu besar dendam di dalam hatinya.



Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/4/20 4:54 AM (GMT-08:00)
To: [email protected], GELORA_In <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona

Yaa, Tiongkok akhirnya baru saja menerima tawaran "bantuan" dari AS. Mengapa?

Dugaan saya tentunya, kemungkinan besar akibat sikap AS yang selama ini memang tidak bersahabat terhadap Tiongkok! Dimulai dari pernyataan beberapa bulan sebelum virus Corona merebak di Wuhan sudah melakukan penelitian virus tsb., lalu menawarkan "bantuan" dengan menyodorkan obat2an yang diajukan untuk percobaan klinik, Amerika pula yang sangat getol mendesak WHO menetapkan status Darurat bagai Dunia dan segera mencabut perwakilan Konsulat Amerika di Wuhan dan memulangkan seluruh warga AS yang tersangkut di Wuhan, sampai pada ucapan menteri Perdagangan Wilbur Ross yang nyelekit: "Wabah Virus Corona di Wuhan telah membuka kemungkinan pengusaha kembali ke Amerika!", jadi mensyukuri musibah wabah virus Corona di Wuhan akan menjadi berkah bagi AS, Selama ini RRT mendiamkan saja tawaran "bantuan" AS itu, ... Tapi, RRT sebelumnya sudah menerima bantuan dari beberapa negara seperti Jerman, Rusia, Jepang, Iran, Thailand dll. yang menyatakan simpati terhadap musibah yang dihadapi Tiongkok. Rupanya baru kemarin ini Tiongkok menerima tawaran AS, entah apa dan sampai dimana bantuan yang bisa diberikan itu.

Dari banyak pemberitaan jumlah peningkatan orang yang kena terjangkit virus Corona, entah mengapa boleh dikata TIDAK ada yang menyebutkan berapa jumlah pasien yang berhasil SEMBUH! Sampai kemarin tgl. 03-02-2020 jumlah penderita diseluruh Tiongkok sudah mencapai 20438 orang, diantaranya 2788 penderita berat, 425 meninggal dan *632 orang sembuh* dan sudah diperbolehkan keluar RS! Dan perlu digarisbawahi, diantara yang sembuhada beberapa diatas usia 70 dan seorang 83 tahun! Artinya kecepatan penambahan kematian mengecil, sedang kenaikan yang sembuh meningkat lebih cepat dan dengan demikian makin besar harapan penderita virus Corona bisa disembuhkan! Apalagi kemarin RS Shen Huo yang dibangun dalam 10 hari itu sudah mulai berfungsi dengan baik, memberi kemungkinan dan syarat lebih sempurna menolong penderita virus Corona!
Mudah2an saja begitu, ...!



On 4/2/2020 下午5:35, Sunny ambon [email protected] [nasional-list] wrote:


https://katadata.co.id/berita/2020/02/04/tiongkok-akhirnya-terima-bantuan-amerika-untuk-tangani-virus-corona?utm_source=izooto&utm_medium=push_notifications&utm_campaign=Daily%20News%204%202&utm_content=&utm_term=


Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona


Penulis: Ratna Iskana 4/2/2020, 08.42 WIB


Di sisi lain, Tiongkok keberatan dengan sikap Amerika yang melarang perjalanan karena virus corona.

image.png

Ilustrasi. Seorang anggota tim penyelamat berjalan melewati pengumuman tentang virus corona di sebuah rumah sakit di Incheon, Korea Selatan, Senin (20/1/2020). Pemerintah Tiongkok akhirnya menerima bantuan Amerika untuk menangani virus corona.

Pemerintah Tiongkok akhirnya setuju menerima tenaga ahli kesehatan asal Amerika Serikat untuk membantu mengatasi virus corona. Penyebaran virus tersebut semakin cepat dengan jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat.


Seperti dilansir dari Reuters, Gedung Putih menyatakan pada Senin (3/2) waktu setempat bahwa Tiongkok telah menerima bantuan dari tenaga ahli AS yang merupakan bagian dari World Health Organization (WHO) untuk mempelajari dan membantu mengatasi virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Di sisi lain, Tiongkok menyatakan rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur yang dibangun selama delapan hari telah menerima pasien pertamanya kemarin. Sedangkan rumah sakit kedua dengan 1.600 tempat tidur akan beroperasi pada minggu ini juga. Kedua rumah sakit itu dibangun untuk merawat pasien virus corona.


Hingga Senin (3/2), terdapat tambahan 2.345 orang yang terkena virus dan 64 orang meninggal dunia di Provinsi Hubei. Totalnya, ada 414 orang meninggal karena virus corona di provinsi tersebut.


Tidak hanya menelan korban jiwa, virus corona juga berakibat pada ekonomi Tiongkok. Bursa saham Tiongkok turun 8%, menyebabkan US$ 393 miliar keluar dari Bursa Shanghai pada hari kemarin yang merupakan perdagangan pertama setelah libur perayaan tahun baru di negeri tersebut. (Baca: Wabah Flu yang Menghantui Dunia) *Pelarangan Perjalanan ke Tiongkok Dampak Virus Corona *


Selain itu, maskapai penerbang di seluruh dunia telah menghentikan perjalanan ke Tiongkok. Penangguhan penerbangan oleh Uni Emirat Arab akan berdampak pada maskapai Etihad dan Emirates.


Tiongkok pun menyalahkan AS karena larangan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan Washington telah menciptakan dan menyebarkan kepanikan dengan menarik warga negaranya dan membatasi perjalanan.


Padahal WHO menyarankan agar tidak memberlakukan pembatasan perdagangan dan perjalanan. "Justru negara-negara maju seperti Amerika Serikat dengan kapabilitas dan fasilitas pencegahan epidemi yang kuat yang telah memimpin dalam pembatasan berlebihan yang bertentangan dengan rekomendasi WHO," kata Hua seperti dikutip dari Reuters.


(Baca: _Pemerintah Susun Daftar Barang yang Dilarang Impor dari Tiongkok_)


Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS membela langkah yang diambil untuk mencegah penyebaran virus corona, termasuk menangguhkan warga negara asing yang telah mengunjungi Tiongkok dalam 14 hari terakhir.


“Kami membuat keputusan yang agresif di depan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tindakan sekarang memiliki potensi terbesar untuk memperlambat hal ini, ”kata Nancy Messonnier, Direktur CDC.


Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan pelarangan perjalanan ke Tiongkok tidak diperlukan. "Tidak ada alasan untuk tindakan yang tidak perlu dengan membatasi perjalan dan perdagangan. Kemungkinan virus ini menyebar di luar Tiongkok sangat kecil, dan bahkan di Tiongkok penyebaran antar provinsi sangat rendah," kata Adhanom.


WHO menyatakan setidaknya ada 151 kasus yang terkorfirmasi di 23 negara termasuk Jepang, Thailand, Jerman, Inggris, dan AS. Sedangkan data dari Tiongkok menyebut angka jumlah orang yang terinfeksi di negera tersebut mencapai 17.205 orang. Presiden Tiongkok Xi Jinping pun menegaskan pengendalian virus di negaranya menjadi tugas penting saat ini.


(Baca: _Didemo Warga Natuna Soal Lokasi Karantina WNI, Luhut: Tidak Paham Saja_)


Penulis: Ratna Iskana
Editor: Ratna Iskana






Kirim email ke