Benernya sudah bisan menjelaskannya. Beberan kaga ngarti2 juga apa bangsa si
anus yg ngeyel terus?Atau sebab kain ga tau saya Nih sekali lagi ya, sudah ini
saya tutup.Memang si wilbur yg ngomong tapi anda yg ngeyel AS yg salah padahal
yg ngomong 1 orang yg nyela dari pihak america lebih banyak. Cukup sekian saya
sudah bosan. Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "ChanCT [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 2/4/20 6:56 PM (GMT-08:00) To:
[email protected], marthajan04 <[email protected]> Subject: Re:
[GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani Virus
Corona
Lho, ... kalau BETUL
itu si Wilbur Ross yang ucapkan, kenapa dituduh saya FITNAH???
Apa yang saya fitnah??? Sekalipun dicela oleh pejabat2 lain,
tapi kan Wilbur Ross sendiri BELUM PERNAH mencabut apa yang
diucapkan itu!!! Atau saya juga belum baca saja??? Hehehee,
... ini ci Martha ternyata jadi ANJING pembela setia AS yang
menggongong begitu keras sedikit saja nyerempet majikannya!!!
On 5/2/2020 上午9:11, marthajan04
[email protected] [GELORA45] wrote:
Diulang. Tadi salah tempat.
Sudah dibilang juga kalo ucapan si wilbur
itu juga sudah dicela oleh pejabat2 AS, kok masih diungkit
terus. Pan sudah saya bawakan beriranya. Ga dibaca?
Sent
from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>
Date: 2/4/20 3:09 PM (GMT-08:00)
To: marthajan04 <[email protected]>,
GELORA_In <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima
Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona
Apa dan
dimana saya memfitnah??? Coba saja buktikan, ...
tapi jangan main tuduh dengan FITNAH lagi, ya!!!
Lalu, ditanya dari mana itu kutip-an, sampai hari
ini tidak juga dijawab, ... hanya main tuduh saya
yang fitnah?
On 5/2/2020 上午3:16,
marthajan04 wrote:
Sudah dibantu masih memfitnah saja.
Sungguh "berbudi" ni orang.
Kecian deh begitu besar dendam di dalam
hatinya.
Sent
from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/4/20 4:54 AM (GMT-08:00)
To: [email protected],
GELORA_In <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima
Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona
Yaa,
Tiongkok akhirnya baru saja menerima tawaran
"bantuan" dari AS. Mengapa?
Dugaan
saya tentunya, kemungkinan besar akibat sikap AS
yang selama ini memang tidak bersahabat terhadap
Tiongkok! Dimulai dari pernyataan beberapa bulan
sebelum virus Corona merebak di Wuhan sudah
melakukan penelitian virus tsb.,
lalu menawarkan "bantuan" dengan menyodorkan
obat2an yang diajukan untuk percobaan klinik,
Amerika pula yang sangat getol mendesak WHO
menetapkan status Darurat bagai Dunia dan segera
mencabut perwakilan Konsulat Amerika di Wuhan
dan memulangkan seluruh warga AS yang tersangkut
di Wuhan, sampai pada ucapan menteri Perdagangan
Wilbur Ross yang nyelekit: "Wabah Virus Corona
di Wuhan telah membuka kemungkinan pengusaha
kembali ke Amerika!", jadi mensyukuri musibah
wabah virus Corona di Wuhan akan menjadi berkah
bagi AS, Selama ini RRT mendiamkan saja tawaran
"bantuan" AS itu, ... Tapi, RRT sebelumnya sudah
menerima bantuan dari beberapa negara seperti
Jerman, Rusia, Jepang, Iran, Thailand dll. yang
menyatakan simpati terhadap musibah yang
dihadapi Tiongkok. Rupanya baru kemarin ini
Tiongkok menerima tawaran AS, entah apa dan
sampai dimana bantuan yang bisa diberikan itu.
Dari
banyak pemberitaan jumlah peningkatan orang yang
kena terjangkit virus Corona, entah mengapa
boleh dikata TIDAK ada yang menyebutkan berapa
jumlah pasien yang berhasil SEMBUH! Sampai
kemarin tgl. 03-02-2020 jumlah penderita
diseluruh Tiongkok sudah mencapai 20438 orang,
diantaranya 2788 penderita berat, 425 meninggal
dan 632
orang sembuh dan sudah
diperbolehkan keluar RS! Dan perlu
digarisbawahi, diantara yang sembuhada beberapa
diatas usia 70 dan seorang 83 tahun! Artinya
kecepatan penambahan kematian mengecil, sedang
kenaikan yang sembuh meningkat lebih cepat dan
dengan demikian makin besar harapan penderita
virus Corona bisa disembuhkan! Apalagi kemarin
RS Shen Huo yang dibangun dalam 10 hari itu
sudah mulai berfungsi dengan baik, memberi
kemungkinan dan syarat lebih sempurna menolong
penderita virus Corona!
Mudah2an
saja begitu, ...!
On 4/2/2020 下午5:35, Sunny
ambon [email protected]
[nasional-list] wrote:
https://katadata.co.id/berita/2020/02/04/tiongkok-akhirnya-terima-bantuan-amerika-untuk-tangani-virus-corona?utm_source=izooto&utm_medium=push_notifications&utm_campaign=Daily%20News%204%202&utm_content=&utm_term=
Tiongkok Akhirnya Terima
Bantuan Amerika untuk Tangani Virus
Corona
Penulis: Ratna Iskana
4/2/2020, 08.42 WIB
Di sisi lain, Tiongkok
keberatan dengan sikap Amerika yang
melarang perjalanan karena virus corona.
Ilustrasi. Seorang anggota tim
penyelamat berjalan melewati pengumuman
tentang virus corona di sebuah rumah
sakit di Incheon, Korea Selatan, Senin
(20/1/2020). Pemerintah Tiongkok
akhirnya menerima bantuan Amerika untuk
menangani virus corona.
Pemerintah Tiongkok akhirnya
setuju menerima tenaga ahli kesehatan
asal Amerika Serikat untuk membantu
mengatasi virus corona. Penyebaran virus
tersebut semakin cepat dengan jumlah
kasus dan kematian yang terus meningkat.
Seperti dilansir dari Reuters,
Gedung Putih menyatakan pada Senin (3/2)
waktu setempat bahwa Tiongkok telah
menerima bantuan dari tenaga ahli AS
yang merupakan bagian dari World Health
Organization (WHO) untuk mempelajari dan
membantu mengatasi virus yang muncul
pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi
Hubei.
Di sisi lain, Tiongkok
menyatakan rumah sakit dengan 1.000
tempat tidur yang dibangun selama
delapan hari telah menerima pasien
pertamanya kemarin. Sedangkan rumah
sakit kedua dengan 1.600 tempat tidur
akan beroperasi pada minggu ini juga.
Kedua rumah sakit itu dibangun untuk
merawat pasien virus corona.
Hingga Senin (3/2), terdapat
tambahan 2.345 orang yang terkena virus
dan 64 orang meninggal dunia di Provinsi
Hubei. Totalnya, ada 414 orang meninggal
karena virus corona di provinsi
tersebut.
Tidak hanya menelan korban
jiwa, virus corona juga berakibat pada
ekonomi Tiongkok. Bursa saham Tiongkok
turun 8%, menyebabkan US$ 393 miliar
keluar dari Bursa Shanghai pada hari
kemarin yang merupakan perdagangan
pertama setelah libur perayaan tahun
baru di negeri tersebut. (Baca: Wabah
Flu yang Menghantui Dunia) Pelarangan
Perjalanan ke
Tiongkok Dampak Virus Corona
Selain itu, maskapai penerbang
di seluruh dunia telah menghentikan
perjalanan ke Tiongkok. Penangguhan
penerbangan oleh Uni Emirat Arab akan
berdampak pada maskapai Etihad dan
Emirates.
Tiongkok pun menyalahkan AS
karena larangan tersebut. Juru Bicara
Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua
Chunying mengatakan Washington telah
menciptakan dan menyebarkan kepanikan
dengan menarik warga negaranya dan
membatasi perjalanan.
Padahal WHO menyarankan agar
tidak memberlakukan pembatasan
perdagangan dan perjalanan. "Justru
negara-negara maju seperti Amerika
Serikat dengan kapabilitas dan fasilitas
pencegahan epidemi yang kuat yang telah
memimpin dalam pembatasan berlebihan
yang bertentangan dengan rekomendasi
WHO," kata Hua seperti dikutip dari
Reuters.
(Baca: Pemerintah Susun Daftar
Barang yang Dilarang Impor dari
Tiongkok)
Centers for Disease Control and
Prevention (CDC) AS membela langkah yang
diambil untuk mencegah penyebaran virus
corona, termasuk menangguhkan warga
negara asing yang telah mengunjungi
Tiongkok dalam 14 hari terakhir.
“Kami membuat keputusan yang
agresif di depan ancaman yang belum
pernah terjadi sebelumnya. Tindakan
sekarang memiliki potensi terbesar untuk
memperlambat hal ini, ”kata Nancy
Messonnier, Direktur CDC.
Direktur Jenderal WHO Tedros
Adhanom Ghebreyesus menyatakan
pelarangan perjalanan ke Tiongkok tidak
diperlukan. "Tidak ada alasan untuk
tindakan yang tidak perlu dengan
membatasi perjalan dan perdagangan.
Kemungkinan virus ini menyebar di luar
Tiongkok sangat kecil, dan bahkan di
Tiongkok penyebaran antar provinsi
sangat rendah," kata Adhanom.
WHO menyatakan setidaknya ada
151 kasus yang terkorfirmasi di 23
negara termasuk Jepang, Thailand,
Jerman, Inggris, dan AS. Sedangkan data
dari Tiongkok menyebut angka jumlah
orang yang terinfeksi di negera tersebut
mencapai 17.205 orang. Presiden Tiongkok
Xi Jinping pun menegaskan pengendalian
virus di negaranya menjadi tugas penting
saat ini.
(Baca: Didemo Warga Natuna Soal
Lokasi Karantina WNI, Luhut: Tidak
Paham Saja)
Penulis: Ratna Iskana
Editor: Ratna Iskana