-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1338566/korut-ancam-tembak-pendatang-china-larang-warga-dekati-perbatasan



Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati perbatasan

Kamis, 5 Maret 2020 20:57 WIB

Sebagian besar wilayah Provinsi Heilongjiang di timurlaut China yang berbatasan 
dengan Rusia dan Korut tertutup salju. Tingginya intensitas hujan salju dengan 
termperatur udara yang ekstrem pada musim dingin diduga menjadi pemicu 
tingginya angka kasus COVID-19. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada terlalu dekat 
di wilayah perbatasan
Seoul, Korea Selatan (ANTARA) - Otoritas China memerintahkan warganya untuk 
menjauhi area perbatasan dengan Korea Utara demi mencegah risiko ditembak oleh 
tentara Korut, demikian keterangan dari warga setempat sebagaimana dipantau, 
Kamis.

Pemerintah Korea Utara menutup perbatasannya dan melarang pendatang dari China 
demi mencegah penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).

Warga setempat mengatakan peringatan itu disampaikan lewat pemberitahuan 
tertulis yang disebar pada minggu ini. Imbauan tersebut menunjukkan keseriusan 
pemerintah Korut mencegah penyebaran virus.

China dan Korut berbagi wilayah perbatasan sepanjang 1.400 kilometer (880 mil). 
Pada musim dingin, sungai di sana kerap membeku sehingga memungkinkan warga 
untuk menyeberang perbatasan.

Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan menerima peringatan mereka yang 
berada terlalu dekat dengan perbatasan kemungkinan akan ditembak oleh aparat 
dari Korut, demikian informasi dari tiga penduduk setempat.

"Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada terlalu dekat 
di wilayah perbatasan," kata seorang pemilik restauran di Jian yang menolak 
menyebut identitasnya. Perbatasan antara China di Kota Jian dengan Korut 
ditandai dengan aliran Sungai Yalu yang mengalir di wilayah kedua negara itu.

Menurut peringatan tersebut warga dua kota di China itu dilarang memancing, 
menggembalakan ternak, atau membuang sampah dekat sungai.

Korut juga meminta China agar meningkatkan penjagaan di perbatasan demi 
mencegah kemungkinan ada warganya yang tertembak, mengingat Korut telah 
meningkatkan status waspada terhadap virus corona jenis baru pada level 
tertinggi..

"Petugas keamanan akan mengawasi wilayah perbatasan selama 24 jam sehari dan 
tiap orang yang ditemukan (mendekati perbatasan) akan ditahan oleh kepolisian 
China," kata otoritas setempat dalam surat peringatan itu.

"Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan ditembak (oleh tentara Korut)".

Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak menyebut namanya, mengonfirmasi 
isi peringatan tersebut dan mengatakan petugas di perbatasan juga mengeluarkan 
larangan yang sama melalui pesan singkat.

"Selama pencegahan wabah berlangsung, warga dilarang melakukan seluruh 
aktivitas seperti memancing di Sungai Yalu atau berteriak memanggil warga Korut 
di seberang sungai," demikian isi peringatan yang disampaikan lewat pesan 
singkat. Dalam peringatan itu, tidak ada pemberitahuan mengenai risiko ditembak 
militer Korut.

Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri China belum bisa dimintai tanggapan.

Dilarang masuk

Pemerintah Korea Utara menerapkan pernah menerapkan larangan masuk terhadap 
pendatang saat dunia diserang wabah ebola pada 2014.

Sejauh ini, Korut belum melaporkan kasus pertama penularan jenis baru virus 
corona, tetapi sejumlah ahli mengatakan pemerintah setempat membuat kebijakan 
yang lebih keras untuk mencegah penyebaran wabah dibandingkan dengan langkah 
sebelumnya.

Di tengah penyebaran wabah, Korut membatasi perjalanan dan perdagangan dari 
China, negara yang menjadi pusat penyebaran jenis baru virus corona pada akhir 
tahun lalu.

Virus tersebut telah menular ke lebih dari 80.000 orang dan menewaskan lebih 
dari 3.000 jiwa di China. Saat ini, virus itu telah menyebar ke lebih dari 50 
negara di luar China.

Sebagian besar penerbangan dan kereta dari dan ke Korea Utara juga dibatasi, 
sementara itu para diplomat asing di Pyongyang diwajibkan menjalani masa 
karantina selama sebulan. Otoritas juga menindak keras aksi penyelundupan 
lintas batas.

Di samping China, Korea Selatan yang berbagi perbatasan dengan Korut di Zona 
Demilitarisasi (DMZ), telah melaporkan hampir 6.000 kasus pasien COVID-19..

Korut pada Januari mengumumkan ke para agen perjalanan pemerintah menutup 
perbatasan ke pendatang dari China. Langkah itu dinilai mengurangi sumber 
pemasukan Korut.

Di tengah pembatasan itu, belum jelas bagaimana perdagangan antar dua negara 
itu akan berlanjut. Sejumlah sumber yang bekerja dekat perbatasan mengatakan 
banyak sektor dagang formal dan non-formal yang terdampak.

Para aktivis yang membantu pencari suaka asal Korut pergi ke China mengatakan 
tutupnya perbatasan membuat upaya pergi ke luar mustahil.

"Di perbatasan, personel yang bertugas menjalankan pemeriksaan dan karantina 
menjalankan tanggung jawabnya sesuai prosedur demi mencegah penyebaran virus," 
kata kantor berita milik pemerintah Korut, Korean Central News Agency (KCNA) 
bulan lalu.

Sumber: Reuters

Baca juga: Diplomat asing di Korut akhirnya selesai jalani karantina sebulan
Baca juga: WHO: "tak ada indikasi" kasus corona di Korea Utara
Baca juga: Korut akui bebas dari virus baru di tengah pembatasan perjalanan

 

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke