Diajak kerja sama ga mau. Bawaannya curigation mulu. Sekarang nyalahin. 👎Sent
from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "ChanCT [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 3/5/20 5:22 PM (GMT-08:00) To:
[email protected], marthajan04 <[email protected]> Subject: Re:
[GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati perbatasan
Mengutamakan bangsa
sendiri kalau BERLEBIH itu menjadi proteksionisme, MENUTUP
DIRI yang bertentangan dengan arus utama didunia yang sudah
GLOBALISASI! Dan dalam hal ini, ... tujuan Trump jelas untuk
memencilkan Tiongkok dari dunia saja!
Banyak cara bijaksana
untuk mencegah penyakit menular, tidak mesti menolak dan
menutup PINTU rumah sendiri lalu bisa selamat! Apalagi belum
ada kejelasan kalau virus penyakit itu justru berada didalam
rumah sendiri, ...??? Kenapa tidak lakukan kerjasama mengatasi
dan melawan virus yang merebak itu, lebih menekankan
KEBERSAMAAN daripada menutup diri!!! Bisa dan mungkinkah
selamat dengan menutup diri dijaman modern sekarang ini???
On 6/3/2020 上午8:43, marthajan04
[email protected] [GELORA45] wrote:
Mengutamakan bangsa sendiri kok disalahkan?
Aneh.
Rakyat milih pemimpinnya ya untuk itu.
Ngaco kalo kita utamakan anak tetangga dulu
daripada anak kita.
Ga ada orang kaya gitu kecuali dongo.
Cuma buat nyalahin musuh aja kan.
Sent
from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>
Date: 3/5/20 4:17 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], marthajan04
<[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang,
China larang warga dekati perbatasan
Marah?
Kenapa harus marah, ...? Itu kan hak penuh setiap
negara bersikap terhadap "ancaman Covid-19" yang
akan dihadapi! Tapi, mengapa tidak boleh ajukan pendapat
maupun kritik terhadap sikap
berlebih dan TIDAK BERSAHABAT Trump? Mengapa pula ci
Martha jadi begitu sensitive nya pendapat maupun
mengkritik Trump dianggap MARAH???
Dan, ...
saya tetap meragukan kebenaran pemberitaan dibawah,
"Korut ancam tembak pendatang, China larang warga
dekati perbatasan." Hubungan Tiongkok -Korut tetap
baik-baik saja! Dan kemarin ini dengar Tiongkok siap
memberi bantuan pada Korut yang sudah dilanda
Covid-19, ...
Yang terjadi
sebaliknya, Tiongkok daratan mengambil sikap
PENCEGAHAN terjadi arus balik! Menahan dengan
mengkarantina setiap orang, termasuk WNTiongkok yang
datang masuk dari wilayah terpapar Covid-19!
Khususnya Korsel, Jepang, Italy dan Iran, ..! Jadi,
sikap Tiongkok mencegah virus Covid-19 masuk, bukan
menahan BANGSA nya! BUKAN menolak
TIONGKOK sebagai usaha memencilkan Tiongkok yang
dilakukan Trump untuk mendahulan dan utamakan
Amerika! Masalah bencana virus Covid-19 harus
diatasi bersama-sama, dunia sudah saling terkait
secara global, tidak mungkin hanya diatasi hanya
negara itu sendiri saja!
On 6/3/2020 上午4:24,
marthajan04 [email protected]
[GELORA45] wrote:
Gimana reaksi si bung kochan? Marah
seperti ke si bung trump?
Sent
from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "'j.gedearka' [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]>
Date: 3/5/20 11:56 AM (GMT-08:00)
To: [email protected],
Sahala Silalahi <[email protected]>,
Oman Romana <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Korut ancam tembak
pendatang, China larang warga dekati perbatasan
--
j.gedearka <[email protected]>
https://www.antaranews.com/berita/1338566/korut-ancam-tembak-pendatang-china-larang-warga-dekati-perbatasan
Korut ancam tembak pendatang, China larang warga
dekati perbatasan
Kamis, 5 Maret 2020 20:57 WIB
Sebagian besar wilayah Provinsi Heilongjiang di
timurlaut China yang berbatasan dengan Rusia dan
Korut tertutup salju. Tingginya intensitas hujan
salju dengan termperatur udara yang ekstrem pada
musim dingin diduga menjadi pemicu tingginya angka
kasus COVID-19. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak
apabila berada terlalu dekat di wilayah perbatasan
Seoul, Korea Selatan (ANTARA) - Otoritas China
memerintahkan warganya untuk menjauhi area
perbatasan dengan Korea Utara demi mencegah risiko
ditembak oleh tentara Korut, demikian keterangan
dari warga setempat sebagaimana dipantau, Kamis.
Pemerintah Korea Utara menutup perbatasannya dan
melarang pendatang dari China demi mencegah
penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).
Warga setempat mengatakan peringatan itu
disampaikan lewat pemberitahuan tertulis yang
disebar pada minggu ini. Imbauan tersebut
menunjukkan keseriusan pemerintah Korut mencegah
penyebaran virus.
China dan Korut berbagi wilayah perbatasan
sepanjang 1.400 kilometer (880 mil). Pada musim
dingin, sungai di sana kerap membeku sehingga
memungkinkan warga untuk menyeberang perbatasan.
Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan menerima
peringatan mereka yang berada terlalu dekat dengan
perbatasan kemungkinan akan ditembak oleh aparat
dari Korut, demikian informasi dari tiga penduduk
setempat.
"Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak
apabila berada terlalu dekat di wilayah
perbatasan," kata seorang pemilik restauran di
Jian yang menolak menyebut identitasnya.
Perbatasan antara China di Kota Jian dengan Korut
ditandai dengan aliran Sungai Yalu yang mengalir
di wilayah kedua negara itu.
Menurut peringatan tersebut warga dua kota di
China itu dilarang memancing, menggembalakan
ternak, atau membuang sampah dekat sungai.
Korut juga meminta China agar meningkatkan
penjagaan di perbatasan demi mencegah kemungkinan
ada warganya yang tertembak, mengingat Korut telah
meningkatkan status waspada terhadap virus corona
jenis baru pada level tertinggi..
"Petugas keamanan akan mengawasi wilayah
perbatasan selama 24 jam sehari dan tiap orang
yang ditemukan (mendekati perbatasan) akan ditahan
oleh kepolisian China," kata otoritas setempat
dalam surat peringatan itu.
"Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan
ditembak (oleh tentara Korut)".
Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak
menyebut namanya, mengonfirmasi isi peringatan
tersebut dan mengatakan petugas di perbatasan juga
mengeluarkan larangan yang sama melalui pesan
singkat.
"Selama pencegahan wabah berlangsung, warga
dilarang melakukan seluruh aktivitas seperti
memancing di Sungai Yalu atau berteriak memanggil
warga Korut di seberang sungai," demikian isi
peringatan yang disampaikan lewat pesan singkat.
Dalam peringatan itu, tidak ada pemberitahuan
mengenai risiko ditembak militer Korut.
Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri China
belum bisa dimintai tanggapan.
Dilarang masuk
Pemerintah Korea Utara menerapkan pernah
menerapkan larangan masuk terhadap pendatang saat
dunia diserang wabah ebola pada 2014.
Sejauh ini, Korut belum melaporkan kasus pertama
penularan jenis baru virus corona, tetapi sejumlah
ahli mengatakan pemerintah setempat membuat
kebijakan yang lebih keras untuk mencegah
penyebaran wabah dibandingkan dengan langkah
sebelumnya.
Di tengah penyebaran wabah, Korut membatasi
perjalanan dan perdagangan dari China, negara yang
menjadi pusat penyebaran jenis baru virus corona
pada akhir tahun lalu.
Virus tersebut telah menular ke lebih dari 80.000
orang dan menewaskan lebih dari 3.000 jiwa di
China. Saat ini, virus itu telah menyebar ke lebih
dari 50 negara di luar China.
Sebagian besar penerbangan dan kereta dari dan ke
Korea Utara juga dibatasi, sementara itu para
diplomat asing di Pyongyang diwajibkan menjalani
masa karantina selama sebulan. Otoritas juga
menindak keras aksi penyelundupan lintas batas.
Di samping China, Korea Selatan yang berbagi
perbatasan dengan Korut di Zona Demilitarisasi
(DMZ), telah melaporkan hampir 6.000 kasus pasien
COVID-19..
Korut pada Januari mengumumkan ke para agen
perjalanan pemerintah menutup perbatasan ke
pendatang dari China. Langkah itu dinilai
mengurangi sumber pemasukan Korut.
Di tengah pembatasan itu, belum jelas bagaimana
perdagangan antar dua negara itu akan berlanjut.
Sejumlah sumber yang bekerja dekat perbatasan
mengatakan banyak sektor dagang formal dan
non-formal yang terdampak.
Para aktivis yang membantu pencari suaka asal
Korut pergi ke China mengatakan tutupnya
perbatasan membuat upaya pergi ke luar mustahil.
"Di perbatasan, personel yang bertugas menjalankan
pemeriksaan dan karantina menjalankan tanggung
jawabnya sesuai prosedur demi mencegah penyebaran
virus," kata kantor berita milik pemerintah Korut,
Korean Central News Agency (KCNA) bulan lalu.
Sumber: Reuters
Baca juga: Diplomat asing di Korut akhirnya
selesai jalani karantina sebulan
Baca juga: WHO: "tak ada indikasi" kasus corona di
Korea Utara
Baca juga: Korut akui bebas dari virus baru di
tengah pembatasan perjalanan
Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020