Hahaha ..... USA mau terpuruk saja warga seluruh dunia termasuk dari Tiongkok
masih berusaha masuk USA dengan segala cara sampe mempertaruhkan nyawapun rela.
Itu orang2 mexico ditembakipun masih berusaha masuk melalui border yg dijaga
ketat.Dan china2 Tiongkok banyak yg mati merana ga bisa bernafas dan kelaparan
bersembunyi di kontainer barang. Apalagi kalo nanti jaya lagi.AS masih kaya.
Itu minyak di Alaska masih belum tersentuh.Nah Tiongkok yg sudah banyak duit
dan bangun Tiongkok dengan megahnya aja masih banyak warganya yg mau ninggalkan
untuk lari ke Negara2 maju lainnya.Kumaha ieu ujang? Sent from my Verizon,
Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "ChanCT [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 3/5/20 8:00 PM (GMT-08:00) To:
marthajan04 <[email protected]>, GELORA_In <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati
perbatasan
Kerjasama apa???
Apanya CURIGA melulu??? Lha wong, selama ini Amerika hanya
bacotnya saja keras berteriak memberi "BANTUAN", tapi tak juga
kunjung datang, ... terakhir Trump sudah bilang siap sumbang
100 juta Dollar, eeih esok nya diRALAT sendiri, kalau itu
bukan hanya untuk Tiongkok! Haaiiyaaa, dasar gembong
imperialisme yang sedang terpuruk, mau tegak berdiri kembali
saja sudah kesulitan, ...
On 6/3/2020 上午9:38, marthajan04 wrote:
Diajak kerja sama ga mau. Bawaannya curigation
mulu. Sekarang nyalahin. 👎
Sent from my
Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: ChanCT <[email protected]>
Date: 3/5/20 5:22 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], marthajan04
<[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China
larang warga dekati perbatasan
Mengutamakan bangsa
sendiri kalau BERLEBIH itu menjadi proteksionisme, MENUTUP
DIRI yang bertentangan dengan arus utama didunia yang sudah
GLOBALISASI! Dan dalam hal ini, ... tujuan Trump jelas untuk
memencilkan Tiongkok dari dunia saja!
Banyak cara
bijaksana untuk mencegah penyakit menular, tidak mesti
menolak dan menutup PINTU rumah sendiri lalu bisa selamat!
Apalagi belum ada kejelasan kalau virus penyakit itu justru
berada didalam rumah sendiri, ...??? Kenapa tidak lakukan
kerjasama mengatasi dan melawan virus yang merebak itu,
lebih menekankan KEBERSAMAAN daripada menutup diri!!! Bisa
dan mungkinkah selamat dengan menutup diri dijaman modern
sekarang ini???
On 6/3/2020 上午8:43, marthajan04 [email protected]
[GELORA45] wrote:
Mengutamakan bangsa sendiri kok
disalahkan? Aneh.
Rakyat milih pemimpinnya ya untuk itu.
Ngaco kalo kita utamakan anak tetangga
dulu daripada anak kita.
Ga ada orang kaya gitu kecuali dongo.
Cuma buat nyalahin musuh aja kan.
Sent
from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]>
Date: 3/5/20 4:17 PM (GMT-08:00)
To: [email protected],
marthajan04 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak
pendatang, China larang warga dekati perbatasan
Marah?
Kenapa harus marah, ...? Itu kan hak penuh setiap
negara bersikap terhadap "ancaman Covid-19" yang
akan dihadapi! Tapi, mengapa tidak boleh ajukan pendapat
maupun kritik terhadap sikap berlebih dan
TIDAK BERSAHABAT Trump? Mengapa pula ci Martha
jadi begitu sensitive nya pendapat maupun
mengkritik Trump dianggap MARAH???
Dan, ...
saya tetap meragukan kebenaran pemberitaan
dibawah, "Korut ancam tembak pendatang, China
larang warga dekati perbatasan." Hubungan Tiongkok
-Korut tetap baik-baik saja! Dan kemarin ini
dengar Tiongkok siap memberi bantuan pada Korut
yang sudah dilanda Covid-19, ...
Yang
terjadi sebaliknya, Tiongkok daratan mengambil
sikap PENCEGAHAN terjadi arus balik! Menahan
dengan mengkarantina setiap orang, termasuk
WNTiongkok yang datang masuk dari wilayah terpapar
Covid-19! Khususnya Korsel, Jepang, Italy dan
Iran, ..! Jadi, sikap Tiongkok mencegah virus
Covid-19 masuk, bukan menahan BANGSA
nya! BUKAN menolak TIONGKOK sebagai usaha
memencilkan Tiongkok yang dilakukan Trump untuk
mendahulan dan utamakan Amerika! Masalah bencana
virus Covid-19 harus diatasi bersama-sama, dunia
sudah saling terkait secara global, tidak mungkin
hanya diatasi hanya negara itu sendiri saja!
On 6/3/2020 上午4:24,
marthajan04 [email protected]
[GELORA45] wrote:
Gimana reaksi si bung kochan? Marah
seperti ke si bung trump?
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy
smartphone
-------- Original message --------
From: "'j.gedearka' [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]>
Date: 3/5/20 11:56 AM (GMT-08:00)
To: [email protected],
Sahala Silalahi <[email protected]>,
Oman Romana <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Korut ancam tembak
pendatang, China larang warga dekati perbatasan
--
j.gedearka <[email protected]>
https://www.antaranews.com/berita/1338566/korut-ancam-tembak-pendatang-china-larang-warga-dekati-perbatasan
Korut ancam tembak pendatang, China larang warga
dekati perbatasan
Kamis, 5 Maret 2020 20:57 WIB
Sebagian besar wilayah Provinsi Heilongjiang di
timurlaut China yang berbatasan dengan Rusia dan
Korut tertutup salju. Tingginya intensitas hujan
salju dengan termperatur udara yang ekstrem pada
musim dingin diduga menjadi pemicu tingginya
angka kasus COVID-19. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak
apabila berada terlalu dekat di wilayah
perbatasan
Seoul, Korea Selatan (ANTARA) - Otoritas China
memerintahkan warganya untuk menjauhi area
perbatasan dengan Korea Utara demi mencegah
risiko ditembak oleh tentara Korut, demikian
keterangan dari warga setempat sebagaimana
dipantau, Kamis.
Pemerintah Korea Utara menutup perbatasannya dan
melarang pendatang dari China demi mencegah
penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).
Warga setempat mengatakan peringatan itu
disampaikan lewat pemberitahuan tertulis yang
disebar pada minggu ini. Imbauan tersebut
menunjukkan keseriusan pemerintah Korut mencegah
penyebaran virus.
China dan Korut berbagi wilayah perbatasan
sepanjang 1.400 kilometer (880 mil). Pada musim
dingin, sungai di sana kerap membeku sehingga
memungkinkan warga untuk menyeberang perbatasan.
Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan
menerima peringatan mereka yang berada terlalu
dekat dengan perbatasan kemungkinan akan
ditembak oleh aparat dari Korut, demikian
informasi dari tiga penduduk setempat.
"Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas
ditembak apabila berada terlalu dekat di wilayah
perbatasan," kata seorang pemilik restauran di
Jian yang menolak menyebut identitasnya.
Perbatasan antara China di Kota Jian dengan
Korut ditandai dengan aliran Sungai Yalu yang
mengalir di wilayah kedua negara itu.
Menurut peringatan tersebut warga dua kota di
China itu dilarang memancing, menggembalakan
ternak, atau membuang sampah dekat sungai.
Korut juga meminta China agar meningkatkan
penjagaan di perbatasan demi mencegah
kemungkinan ada warganya yang tertembak,
mengingat Korut telah meningkatkan status
waspada terhadap virus corona jenis baru pada
level tertinggi..
"Petugas keamanan akan mengawasi wilayah
perbatasan selama 24 jam sehari dan tiap orang
yang ditemukan (mendekati perbatasan) akan
ditahan oleh kepolisian China," kata otoritas
setempat dalam surat peringatan itu.
"Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan
ditembak (oleh tentara Korut)".
Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak
menyebut namanya, mengonfirmasi isi peringatan
tersebut dan mengatakan petugas di perbatasan
juga mengeluarkan larangan yang sama melalui
pesan singkat.
"Selama pencegahan wabah berlangsung, warga
dilarang melakukan seluruh aktivitas seperti
memancing di Sungai Yalu atau berteriak
memanggil warga Korut di seberang sungai,"
demikian isi peringatan yang disampaikan lewat
pesan singkat. Dalam peringatan itu, tidak ada
pemberitahuan mengenai risiko ditembak militer
Korut.
Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri China
belum bisa dimintai tanggapan.
Dilarang masuk
Pemerintah Korea Utara menerapkan pernah
menerapkan larangan masuk terhadap pendatang
saat dunia diserang wabah ebola pada 2014.
Sejauh ini, Korut belum melaporkan kasus pertama
penularan jenis baru virus corona, tetapi
sejumlah ahli mengatakan pemerintah setempat
membuat kebijakan yang lebih keras untuk
mencegah penyebaran wabah dibandingkan dengan
langkah sebelumnya.
Di tengah penyebaran wabah, Korut membatasi
perjalanan dan perdagangan dari China, negara
yang menjadi pusat penyebaran jenis baru virus
corona pada akhir tahun lalu.
Virus tersebut telah menular ke lebih dari
80.000 orang dan menewaskan lebih dari 3.000
jiwa di China. Saat ini, virus itu telah
menyebar ke lebih dari 50 negara di luar China.
Sebagian besar penerbangan dan kereta dari dan
ke Korea Utara juga dibatasi, sementara itu para
diplomat asing di Pyongyang diwajibkan menjalani
masa karantina selama sebulan. Otoritas juga
menindak keras aksi penyelundupan lintas batas.
Di samping China, Korea Selatan yang berbagi
perbatasan dengan Korut di Zona Demilitarisasi
(DMZ), telah melaporkan hampir 6.000 kasus
pasien COVID-19..
Korut pada Januari mengumumkan ke para agen
perjalanan pemerintah menutup perbatasan ke
pendatang dari China. Langkah itu dinilai
mengurangi sumber pemasukan Korut.
Di tengah pembatasan itu, belum jelas bagaimana
perdagangan antar dua negara itu akan berlanjut.
Sejumlah sumber yang bekerja dekat perbatasan
mengatakan banyak sektor dagang formal dan
non-formal yang terdampak.
Para aktivis yang membantu pencari suaka asal
Korut pergi ke China mengatakan tutupnya
perbatasan membuat upaya pergi ke luar mustahil.
"Di perbatasan, personel yang bertugas
menjalankan pemeriksaan dan karantina
menjalankan tanggung jawabnya sesuai prosedur
demi mencegah penyebaran virus," kata kantor
berita milik pemerintah Korut, Korean Central
News Agency (KCNA) bulan lalu.
Sumber: Reuters
Baca juga: Diplomat asing di Korut akhirnya
selesai jalani karantina sebulan
Baca juga: WHO: "tak ada indikasi" kasus corona
di Korea Utara
Baca juga: Korut akui bebas dari virus baru di
tengah pembatasan perjalanan
Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020