Marah? Kenapa harus marah, ...? Itu kan hak penuh setiap negara bersikap
terhadap "ancaman Covid-19" yang akan dihadapi! Tapi, mengapa tidak
boleh ajukan pendapat maupun kritik terhadap sikap berlebih dan TIDAK
BERSAHABAT Trump? Mengapa pula ci Martha jadi begitu sensitive nya
pendapat maupun mengkritik Trump dianggap MARAH???
Dan, ... saya tetap meragukan kebenaran pemberitaan dibawah, "Korut
ancam tembak pendatang, China larang warga dekati perbatasan." Hubungan
Tiongkok -Korut tetap baik-baik saja! Dan kemarin ini dengar Tiongkok
siap memberi bantuan pada Korut yang sudah dilanda Covid-19, ...
Yang terjadi sebaliknya, Tiongkok daratan mengambil sikap PENCEGAHAN
terjadi arus balik! Menahan dengan mengkarantina setiap orang, termasuk
WNTiongkok yang datang masuk dari wilayah terpapar Covid-19! Khususnya
Korsel, Jepang, Italy dan Iran, ..! Jadi, sikap Tiongkok mencegah virus
Covid-19 masuk, *bukan *menahan *BANGSA *nya! BUKAN menolak TIONGKOK
sebagai usaha memencilkan Tiongkok yang dilakukan Trump untuk mendahulan
dan utamakan Amerika! Masalah bencana virus Covid-19 harus diatasi
bersama-sama, dunia sudah saling terkait secara global, tidak mungkin
hanya diatasi hanya negara itu sendiri saja!
On 6/3/2020 上午4:24, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
Gimana reaksi si bung kochan? Marah seperti ke si bung trump?
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>
Date: 3/5/20 11:56 AM (GMT-08:00)
To: [email protected], Sahala Silalahi <[email protected]>,
Oman Romana <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang warga
dekati perbatasan
--
j.gedearka <[email protected]>
https://www.antaranews.com/berita/1338566/korut-ancam-tembak-pendatang-china-larang-warga-dekati-perbatasan
Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati perbatasan
Kamis, 5 Maret 2020 20:57 WIB
Sebagian besar wilayah Provinsi Heilongjiang di timurlaut China yang
berbatasan dengan Rusia dan Korut tertutup salju. Tingginya intensitas
hujan salju dengan termperatur udara yang ekstrem pada musim dingin
diduga menjadi pemicu tingginya angka kasus COVID-19. (ANTARA/M. Irfan
Ilmie)
Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada
terlalu dekat di wilayah perbatasan
Seoul, Korea Selatan (ANTARA) - Otoritas China memerintahkan warganya
untuk menjauhi area perbatasan dengan Korea Utara demi mencegah risiko
ditembak oleh tentara Korut, demikian keterangan dari warga setempat
sebagaimana dipantau, Kamis.
Pemerintah Korea Utara menutup perbatasannya dan melarang pendatang
dari China demi mencegah penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).
Warga setempat mengatakan peringatan itu disampaikan lewat
pemberitahuan tertulis yang disebar pada minggu ini. Imbauan tersebut
menunjukkan keseriusan pemerintah Korut mencegah penyebaran virus.
China dan Korut berbagi wilayah perbatasan sepanjang 1.400 kilometer
(880 mil). Pada musim dingin, sungai di sana kerap membeku sehingga
memungkinkan warga untuk menyeberang perbatasan.
Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan menerima peringatan mereka
yang berada terlalu dekat dengan perbatasan kemungkinan akan ditembak
oleh aparat dari Korut, demikian informasi dari tiga penduduk setempat.
"Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada
terlalu dekat di wilayah perbatasan," kata seorang pemilik restauran
di Jian yang menolak menyebut identitasnya. Perbatasan antara China di
Kota Jian dengan Korut ditandai dengan aliran Sungai Yalu yang
mengalir di wilayah kedua negara itu.
Menurut peringatan tersebut warga dua kota di China itu dilarang
memancing, menggembalakan ternak, atau membuang sampah dekat sungai.
Korut juga meminta China agar meningkatkan penjagaan di perbatasan
demi mencegah kemungkinan ada warganya yang tertembak, mengingat Korut
telah meningkatkan status waspada terhadap virus corona jenis baru
pada level tertinggi..
"Petugas keamanan akan mengawasi wilayah perbatasan selama 24 jam
sehari dan tiap orang yang ditemukan (mendekati perbatasan) akan
ditahan oleh kepolisian China," kata otoritas setempat dalam surat
peringatan itu.
"Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan ditembak (oleh tentara
Korut)".
Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak menyebut namanya,
mengonfirmasi isi peringatan tersebut dan mengatakan petugas di
perbatasan juga mengeluarkan larangan yang sama melalui pesan singkat.
"Selama pencegahan wabah berlangsung, warga dilarang melakukan seluruh
aktivitas seperti memancing di Sungai Yalu atau berteriak memanggil
warga Korut di seberang sungai," demikian isi peringatan yang
disampaikan lewat pesan singkat. Dalam peringatan itu, tidak ada
pemberitahuan mengenai risiko ditembak militer Korut.
Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri China belum bisa dimintai
tanggapan.
Dilarang masuk
Pemerintah Korea Utara menerapkan pernah menerapkan larangan masuk
terhadap pendatang saat dunia diserang wabah ebola pada 2014.
Sejauh ini, Korut belum melaporkan kasus pertama penularan jenis baru
virus corona, tetapi sejumlah ahli mengatakan pemerintah setempat
membuat kebijakan yang lebih keras untuk mencegah penyebaran wabah
dibandingkan dengan langkah sebelumnya.
Di tengah penyebaran wabah, Korut membatasi perjalanan dan perdagangan
dari China, negara yang menjadi pusat penyebaran jenis baru virus
corona pada akhir tahun lalu.
Virus tersebut telah menular ke lebih dari 80.000 orang dan menewaskan
lebih dari 3.000 jiwa di China. Saat ini, virus itu telah menyebar ke
lebih dari 50 negara di luar China.
Sebagian besar penerbangan dan kereta dari dan ke Korea Utara juga
dibatasi, sementara itu para diplomat asing di Pyongyang diwajibkan
menjalani masa karantina selama sebulan. Otoritas juga menindak keras
aksi penyelundupan lintas batas.
Di samping China, Korea Selatan yang berbagi perbatasan dengan Korut
di Zona Demilitarisasi (DMZ), telah melaporkan hampir 6.000 kasus
pasien COVID-19..
Korut pada Januari mengumumkan ke para agen perjalanan pemerintah
menutup perbatasan ke pendatang dari China. Langkah itu dinilai
mengurangi sumber pemasukan Korut.
Di tengah pembatasan itu, belum jelas bagaimana perdagangan antar dua
negara itu akan berlanjut. Sejumlah sumber yang bekerja dekat
perbatasan mengatakan banyak sektor dagang formal dan non-formal yang
terdampak.
Para aktivis yang membantu pencari suaka asal Korut pergi ke China
mengatakan tutupnya perbatasan membuat upaya pergi ke luar mustahil.
"Di perbatasan, personel yang bertugas menjalankan pemeriksaan dan
karantina menjalankan tanggung jawabnya sesuai prosedur demi mencegah
penyebaran virus," kata kantor berita milik pemerintah Korut, Korean
Central News Agency (KCNA) bulan lalu.
Sumber: Reuters
Baca juga: Diplomat asing di Korut akhirnya selesai jalani karantina
sebulan
Baca juga: WHO: "tak ada indikasi" kasus corona di Korea Utara
Baca juga: Korut akui bebas dari virus baru di tengah pembatasan
perjalanan
Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020