Ini nenek dalam tempurung lagi-lagi ngedobos seenak udelnya sendiri,
....! Tanpa berani melihat kenyataan, bagaimana Tiongkok menangani
merebaknya wabah Covid-19 yang sepenuhnya "MENGABDI RAKYAT!" itu, lebih
dahulu menyelamatkan RAKYAT tanpa peduli kerugian ekonomi sebagai
dampaknya, bisa begitu cepat membangun belasan RS-darurat, membangun 2
RS (Huo Shen Shan dan Lei Shenshan) untuk menampung puluhan ribu pasien
yang tiba-tiba muncul itu! Lalu, mendatangkan lebih 40 ribu relawan
tim-medis ke Wuhan dalam waktu begitu singkat, ... BISAKAH dilakukan
dinegara-negara maju Eropah dan AS gembong imperialisme itu??? Justru
inilah BEDA nyata Tiongkok Sosialisme dengan negara maju kapitalisme!
Lihat saja sendiri bagaimana mereka kedodoran, dari melecehkan bahkan
menghujat cara Tiongkok mengatasi Covid-19, akhirnya mereka juga
terpaksa tidak malu-malu minta BANTUAN Tiongkok, ... haaiiyaaa!
On 19/3/2020 上午5:03, Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
wrote:
Yang jelas kedokteran dan penelitian ilmiah di bidang bioteknologia di
Kuba tidak MENCARI PROFIT dan TIDAK ADA PERSAINGAN antara
lembaga-lembaga ilmu!! Ini yang tidak dimengerti oleh oirang-orang
yang tidak bisa membedakan sistim kesehatan di Kuba dengan sistim di
negeri-negeri dunia ketiga dan negara-negara imperialis!! Kuba sudah
menemukan dan membuat berbagai macam obat dan vaccin, tapi karena
monopoli multinasional dan blokade, tidak bisa dijual dengan bebas di
pasar yang memang dikuasai oleh multinasional imperialis!!! Hanya
negara-negara yang bersahabat dengan Kuba yang membeli obat-obat dan
vaccin.
Saya selalu tantang si remo pro Tkk-imperialis untuk menjelaskan
bagaimana KUba yang miskin dan diblokade bisa memberi pelayanan gratis
dalam kesehatan dan pendidikan, bahkan kepada mahasiswa asing yang
belajar di Kuba, sedangkan tiongkok yang sudah bejibun multimilyuner
dan biyunernya, pelayanan kesehatan dan pendidikan tidak bisa
digratiskan!!!!
Moral di kuba sudah tentu tidak sama dengan negara-negara
imperialis!!! di Kuba ada solidaritas dan sudah dibuktikan....Mana ada
solidaritas di Indonesia dan negara-negara Imperialis??? Adakah
solidaritas dengan para refugie yang manggrok di Turki dan Yunani????
On Tuesday, March 17, 2020, 04:06:25 PM GMT+1, ajeg
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Setahu saya Kuba pernah menjadi pusat penelitian mikrobiologi karena
ilmu dan teknologi hayatinya mengungguli negara-negara Barat.
Selain ilmu, dunia kesehatannya berisi barisan solidaritas yang
mengutamakan keselamatan umat manusia. Saya kira ini buah moral yang
ditanam dr. Ernesto.
--- jetaimemucho1@... wrote:
No new cases of Covid-19 in Cuba in last 48 hours
The four patients identified remain hospitalized and are
progressing satisfactorily, with all resources needed to ensure
their full recovery available
Author: Yudy Castro Morales <http://en.granma.cu/archivo?a=718> |
[email protected] <mailto:[email protected]>
march 16, 2020 09:03:39
alt
*Photo: *Juvenal Balán
The four Covid-19 patients identified remain hospitalized and are
progressing satisfactorily, with all resources needed to ensure
their full recovery available; while efforts to prevent the spread
of the pandemic within the country continue.
Dr. Carmelo Trujillo Machado, head of the Ministry of Public
Health (Minsap) Department of International Health Control,
reported this information Sunday in a press conference, and
emphasized that the implementation of all measures established for
the prevention and confrontation of the new coronavirus continue,
in close collaboration with all central state administration
agencies and ministries.
He reiterated the importance of expanding preventative and
educational efforts for the entire population, as well as
preparing all sectors of society to implement preventative measures.
Dr. Trujillo reported that border surveillance has been “increased
and strengthened” at all ports of entry, with teams of health
professionals carefully following protocols, while active
monitoring continues at the primary care level and in hotels, to
ensure the timely identification of possible cases and take
appropriate action.
Family doctors and nurses are conducting active searches in
communities to identify and monitor all individuals with
respiratory symptoms, he stated, while insisting on the essential
participation of the population, since anyone with such symptoms
must seek medical attention immediately.
Dr. María Elena Soto Entenza, head of the Ministry’s Primary
Health Care Department noted that specific areas have been
designated in community polyclinics to care for patients with
respiratory symptoms, as well as committees of several specialists
to conduct clinical and epidemiological evaluations and determine
the course to be followed.
"Not everyone who arrives with respiratory symptoms is
hospitalized, but it is important that they are evaluated," she
emphasized.