Disinilah PERBEDAAN NYATA Kepemimpinan Pemerintah Tiongkok dengan
negara-negara lainyang menyandang "DEMOKRASI"didunia, termasuk
Indonesia. Adanya kedaulatan Partai Tunggal, Partai Komunis Tiongkok
yang dipertahankan itu, TIDAK ADA kekuatan lain yang bisa menentang!
Begitu dinyatakan virus Corona baru yang ditemukan itu bisa menular dari
manusia kemanusia, untuk meneghentikan wabah virus merebak kemana-mana,
hanya dalam waktu 2 hari bisa ambil KEPTUSUAN DRASTIS "TUTUP Kota
Wuhan!" Padahal keputusan itu diambil jelang 2 hari Tahun Baru Imlek,
dimana tradisi Tionghoa adalah PESTA RAKYAT, kesempatan orang mudik
kumpul keluarga, ...!
Pemerintah Tiongkok lebih mengutamakan keselamatan dan jiwa RAKYAT,
tanpa perhitungkan dampak kerugian ekonomi yang terjadi! Jiwa RAKYAT
banyak yang harus diselamatkan lebih dahulu, ...! Setelah lewat 3 bulan
melancarkan Perang Rakyat Melawan Covid-19 kali ini, dunia makin nyata
melihat keunggulan Pemerintah Tiongkok dalam menangani wabah Covid-19
ini! Padahal sebelumnya dunia barat selalu menuding sistem dan teknologi
kesehatan Tiongkok yang masih BUTUUUT, dengan membangga-banggakan
bagaimana baik dan unggulnya sistem kesehatan barat, kemajuan teknologi
kedokteran barat, ... ternyata justru dalam menghadapi wabah Covid-19
yang merebak 2 bulan setelah Tiongkok berhasil memenangkan Perang
Melawan Covid-19 itu, Amerika lah yang menjadi JUARA-I merebut jumlah
total pasien Covid-19, ... Jumlah totol terjangkit 278,458 kasus ; Mati:
7,159 orang. Dan ingat, diperkirakan 2 minggu kedepan baru merupakan
puncaknya! Sedang di Tiongkok jumlah total pasien Covid-19: 82,875 kasus
; Mati: 3,335 orang. (Angka berdasarkan laporan terakhir kemarin 04
April 2020, jam 18:00)
Mudah2an saja pemerintah Indonesia sekarang berhasil gunakan MUI untuk
keluarkan FATWAH "MUDIK HARAM!" untuk tahun ini, ...! Agar seluruh umat
MUSLIM di Nusantara ini bisa TAATI fatwah, tahun ini TIDAK MUDIK! Hanya
dengan mendisiplin diri berdiam dirumah bisa mencekik mati virus-19!
Hanya dengan demikian wabah tidak menyebar luas kemana-mana dan akan
menjatuhkan korban jiwa lebih BANYAK!
On 4/4/2020 下午8:06, S Manap [email protected] [GELORA45] wrote:
Bung Djie,
Bung tau kan kalau pemerintah sudah menghimbau masyarakat supaya
jangan mudik dulu, demi menghindari penyebaran virus corona di kampung
halaman. Tapi himbawan dari pemerintah belum tentu didengar oleh
mereka yang tetap ingin mudik.
Terpaksalah MUI turun tangan. MUI diminta oleh Wakil Presiden
supaya mengeluarkan fatwa haram bagi pemudik. Nah, sekarang rasakan
sendiri kalau MUI sudah berfatwa. Fatwa MUI lebih tinggi dari
himbawan/larangan pemerintah. Melanggar larangan pemerintah tidak ada
resikonya bagi pemudik, paling mendatangkan penyakit dan kematian bagi
penduduk di kampung halaman yang didatangi.
Sedang fatwa MUI jika dilanggar bisa masuk neraka. Mudah-mudahan
sajalah fatwa MUI bisa ditaati. Himbawan/larangan pemerintah tidak
didengar tidak apa-apa.
Salam santai-santai di akhir pekan
S.Manap.
Den fredag 3 april 2020 23:48:20 CEST, Sunny ambon
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev:
*https://www.jawapos.com/nasional/03/04/2020/wapres-kita-minta-mui-menyatakan-mudik-itu-haram/
*
**Wapres: Kita Minta MUI Menyatakan Mudik itu Haram**
NASIONAL <https://www.jawapos.com/nasional/> 3 April 2020, 19:14:56 WIB
3 April 2020, 19:14:56 WIB
***/Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, dirinya mendorong supaya
Majelis Ulama Indonesia (MUI) bisa mengeluarkan fatwa haram untuk
mudik. (dok JawaPos.com)/*
*awaPos.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menggelar rapat dengan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Keduanya membahas mengenai
antisipasi masyarakat yang mudik ke Jawa Barat.*
Ma’ruf Amin mengatakan, dirinya mendorong supaya Majelis Ulama
Indonesia (MUI) bisa mengeluarkan fatwa haram untuk mudik. Hal itu
karena saat ini Indonesia sedang mengalami pandemi virus Korona atau
Covid-19.
“Jadi kita minta MUI menyatakan mudik itu haram hukumnya,” ujar Ma’ruf
Amin, Jumat (3/4).
Ma’ruf Amin mengatakan saat ini MUI sudah mengeluarkan fatwa untuk
sementara waktu masyarakat tidak melakukan salat Jumat, kemudian
diperbolehkannya tenaga medis yang menggunakan alat perlindungan diri
(APD) salat tanpa harus wudhu.
“Jadi nanti saya coba minta fatwa soal mudik,” katanya.
Sementara Ridwan Kamil mengatakan sudah mendapatkan data masyarakat
yang mudik ke Jawa Barat jumlahnya 70 ribu. Sehingga dia menakutkan
terjadinya risiko penularan virus Korona tersebut.
“Sekarang dalam catatan kami yang sudah mudik ada 70 ribu. Ini artinya
kami tiba-tiba mendapat 70 ribu orang dalam pemantauan (ODP) baru,”
katanya.
Oleh sebab itu, gubernur yang biasa disapa Emil itu menyatakan dirinya
sependapat dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk MUI bisa
mengeluarkan fatwa tentng larangan masyarakat untuk mudik.
Lebih lanjut, Emil juga menegaskan, saat ini Jawa Barat sedang
mengadakan rapid test untuk masyarakat. Sehingga jika ada masyarakat
yang mudik ke Jawa Barat. Maka pemerintah kesulitan melakukan rapid test.
“Jadi kami akan kehabisan alat buat ngetes untuk meyakinkan bahwa
mereka adalah orang-orang sehat.
Emil mengambil contoh, seorang lansia di Jawa Barat mengalami positif
virus Korona. Ternyata saat di telusuri lansia tersebut tertular
anaknya yang bekerja di Jakarta. Sehingga penularan risiko Korona ini
sangat besar dibawa oleh para pemudik.
“Nah kalau mudik ini enggak ditahan, maka kami di Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta akan kewalahan luar biasa,” ungkapnya.
Emil juga terus melakukan kampanye kepada kaum milenial untuk
sementara tidak mudik ke Jawa Barat. Sehingga penularan virus Korona
ini tidak semakin meningkat di Jawa Barat.
“Jadi saya sedang kampanye ke milenial jangan pulang,” pungkas Emil.
Editor : Dimas Ryandi