Saya kira masuk, ttg Corona dan cara produksi kapitalis. Bagus dan sudah saya masukkan dokumen penting. Salam.
Am Sun, 5 Apr 2020 22:12:23 +0200 schrieb "Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Dari dulu sudah KO, tidak punya argumentasi logis!!!! Habis “haus > darah”sekarang “anjing gila”? Besok, makian apa lagi??? > > Sent from Mail for Windows 10 > > From: ChanCT [email protected] [GELORA45] > Sent: Sunday, 5 April 2020 05:51 > To: Tatiana Lukman; [email protected] > Subject: Re: [GELORA45] Re: [GELORA45] Fwd: Trump’s Chinese Virus > > > Lalu, ... nenek yang HAUS DARAH ini mau nya diapakan??? Berkoar-koar > seperti anjing-gila, ... > > On 5/4/2020 上午1:43, Tatiana Lukman wrote: > Ha...ha.. diskusi yang sehat!! Mencap orang "haus darah" bukan karena > kebencian??? Lain dengan istilah remo. Orang remo memang sesuai > dengan pandangan politik dan ideologinya. Revisionis artinya merevisi > hakekat dan inti sari Marxisme. Maka itu Khrushtjov adalah tokoh atau > dedengkot remo Soviet. Itu adalah nama yang digunakan seluruh kaum > Marxis di dunia. Deng xiaping adalah dedengkot remo tiongkok. Itu > bukan kebencian, tapi memang itulah nama orang yang merevisi > Marxisme. Lain dengan memaki orang sebagai "haus darah"!!! Iya bedtul > memang anda punya hak untuk menendang orang keluar!! Tak pernah saya > menyangkal akan adanya hak itu! Justru karena itulah saya bilang. > baru punya kekuasaan begitu saja, sudah sok mencabut hak suara orang > lain yang tidak disenanginya. Kriterianya hanya penguasa sendiri yang > menentukan. Makanya juga bisa dengan diam-diam memasukkan kembali > orang yang pernah ditendangnya. Di situlah oportunisnya!!! On > Saturday, April 4, 2020, 01:25:35 AM GMT+2, ChanCT > [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: > > > > Yang mau dipersoalkan itu apa? Saya menggunakan kekuasaan Moderator > secara sewenang-wenang? Dan nenek yang satu itu sekuat tenaga membela > Ajeg dan menantang kenapa dirinya yang lebih keras tidak didepak? > Sebagai moderator, yang saya kehendaki GELORA45 menjadi wadah diskusi > sehat, setiap orang boleh mengutarakan pendapat, pemikirannya dengan > baik-baik, .... tentu saya akan menegur siapapun dia yang mengajukan > pendapat yang saya anggap keterlaluan dan mengarah ke- "kebencian"! > Setelah berulang kali masih juga tidak bisa mengerti dan ngeyel > saja, ... tentu saya berhak mencabut hak-SUARA Ajeg di GELLRA45! > SALAH atau BENAR sudah TIDAK PERLU juga TIDAK ada GUNA diperdebatkan > lagi!!! > > On 4/4/2020 上午1:14, Tatiana Lukman [email protected] > [GELORA45] wrote: > Tambahan. Saya bela Ajeg tidak dengan membabi buta!! Saya bela Ajeg > karena tidak seharusnya Chan mengancam dan mengeluarkan orang yang > tidak sependapat dengan dirinya sendiri... Itu adalah sebuah prinsip > yang saya bela... Lagi pula sudah terbukti Chan orang yang oportunis! > On Friday, April 3, 2020, 07:01:48 PM GMT+2, Tatiana Lukman > [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: > > > > Itu kan alasan yang anda "pikirkan"??? Ngapain saya buang waktu untuk > mikirin kenapa si Chan tidak mendepak saya??? apa kurang banyak > hal-hal yang harus saya pikirkan??? Chan moderator??? Jelas-jelas, > selama ini dia tampil dengan pendapatnya sendiri, membela mati-matian > pendapatnya meskipun ngawur dan ngaco, mengeluarkan ejekan, tuduhan > dan makian kepada lawan debatnya ( saya tidak akan lupa tuduhannya > kepada saya sebagai orang yang haus darah seperti Suharto karena dia > membela sang letnan jenderal pengelola forum dialog 65 dan hinaan > kepada ayah saya!!!) Ia tidak menengahi perdebatan orang lain... > moderator, m.. a.... On Friday, April 3, 2020, 05:28:42 PM GMT+2, > 'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> > wrote: > > > > Tatyana: Ah, soal kenapa saya tidak didepak oleh Chan, kok tanya > saya, tanya sama yang mengelola milis ini. > Nesare: sudah saya jawab dengan panjang, hanya sayang bung masih > belum mengerti. Benerkan saya menulis: “kalau mau mikir”. Jelas bung > gak mau mikir. Okaylah biar lebih gamblang, saya jawab kenapa bung > tidak didepak oleh chan. Itu karena tidak ada alasannya. Ajeg jelas > rasis dengan tuduhannya itu. Coba saja kalau ada alasannya seperti > bung rasis misalnya spt Ajeg itu, ya jelas moderator akan mengambil > tindakan. Milis ini dimoderasi! Sudah mengerti kenapa bung tidak > didepak oleh moderator chan? Ini tulisan saya sebelumnya: Chan sering > sekali beda pendapat sama siapapun termasuk saya dan bung. Bung > sendiri bilang tulisan2 bung lebih keras dari Ajeg, kenapa bung tidak > didepak keluar? Coba berpikir kalau mau. Kalau tidak mau ya ujung2nya > bakalan personal begini. Membela seseorang dgn membabi buta. > From:[email protected] <[email protected]> Sent: > Thursday, April 2, 2020 12:41 PM To: [email protected]; nesare > <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Re: [GELORA45] Fwd: > Trump’s Chinese Virus > > Ah, soal kenapa saya tidak didepak oleh Chan, kok tanya saya, tanya > sama yang mengelola milis ini. On Thursday, April 2, 2020, 06:38:55 > PM GMT+2, Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] > <[email protected]> wrote: > > Ooo, buat anda "peringatan"itu bukan ancaman???? Jelas , buat saya, > kalian berbeda pendapat. Perbedaan pendapat itulah yang melahirkan > perdebatan. Kalau tifdak ada perbedaan pendapat, mana bisa ada > perdebatan! Chan bukan moderator... Dia "berkuasa" untuk > "memperingatkan" dan "mengeluarkan" orang yang tak disenanginya. Tapi > dia juga bisa tanpa alasan, memasukkan lagi orang yang pernah > dikeluarkan itu. Itulah oportunisnya dia. Itu adalah kasus "Pelana > kuda", yang pernah dikeluarkan, tapi dengan diam-diam dibiarkan masuk > lagi, bahkan dia ikut mempromosi CDnya. Bagi anda pernyataan rasialis > orang Tkk biasa dan normal. Bagi saya tidak biasa. Itu merupakan > penghinaan. KIta memang bertolak belakang. Lama-lama kelihatan juga > bahwa perbedaan kita juga perbedaan ideologi. On Thursday, April 2, > 2020, 01:46:57 PM GMT+2, 'nesare' [email protected] [GELORA45] > <[email protected]> wrote: Koq mengancam? Saya gak melihat > chan mengancam tuh.. Itu saya loh. Dia moderator. Milis ini > dimoderasi. Ngerti tidak? Kalau bung sdh tidak mau tahu substansinya, > ya gimana bisa melihat dgn jernih permasalahannya? Lalu tanpa mau > mengetahui duduk persoalannya, plus tidak tahu milis ini dimoderasi, > gimana bung bisa membela ajeg? Koq alasan yg bung pakai adalah: beda > pendapat. Chan sering sekali beda pendapat sama siapapun termasuk > saya dan bung. Bung sendiri bilang tulisan2 bung lebih keras dari > Ajeg, kenapa bung tidak didepak keluar? Coba berpikir kalau mau. > Kalau tidak mau ya ujung2nya bakalan personal begini. Membela > seseorang dgn membabi buta. Saya tidak tahu kasus bung di sastra > pembebasan, jadi saya tidak berkomentar. Masalah ada orang RRT yg > rasis itu normal2 saja. Seperti juga semua ras didunia ini bisa > rasis. Gak ada yg perlu digede2kan. Tetapi kalau bung sudah mengklaim > orang RRT yg kerja di Indonesia itu rasis. Ini bung harus buktikan > dulu. Ceritakan gimana rasisnya orang2 ini. Kalau memang iya, > silahkan dilaporkan kepemerintah. Bisa buktikan? Saya gak tahu orang2 > RRT ini rasis sama orang Indonesia. Dalam hal apa rasisnya? Wong > mereka itu datang sbg tenaga kerja. Kenapa rasis sama orang > Indonesia? Orang Indonesia yg mana? Sesame pekerja dalam satu > perusahaan atau apa? Atau rasis sama penduduk setempat yg bukan > kolega di perusahaan? Kalau iya, kenapa mrk2 ini bisa rasis sama > penduduk setempat? Coba dijelaskan biar saya mengerti. Nesare From: > [email protected] <[email protected]> Sent: Tuesday, > March 31, 2020 9:09 AM To: [email protected]; > [email protected]; nesare <[email protected]> Subject: Re: > [GELORA45] Re: [GELORA45] Fwd: Trump’s Chinese Virus Ancaman bukan > kepada saya, tapi kepada Ajeg. Bagi saya itu jelas intimidasi, dan > Chan memang betul akhirnya memang mengeluarkannya dari milis. Ketika > Ajeg marah-marah karena chan masih kirim postingannya kepadanya, dia > minta dikeluarkan. chan menjawab, kalau mau keluar bisa keluar > sendiri. Tapi kan sebetulnya Chan memang mengeluarkannya. itu > diakuinya kepada anda. Dan sikap mengancam dan mengeluarkan orang > yang beda pendapat juga terjadi pada orang yang di AS. Saya tidak > mempersoalkan isi perdebatan kalian. Yang jelas ada perbedaan > pendapat. Yang saya anggap sikap angkuh dan sewenang-wenang adalah > mengancam danmengeluarkannya. Akhirnya memang dia sendiri yang > memilih keluar, dari pada dikeluarkan Chan. Saya juga dikeluarkan > oleh milis Sastra Pembebasan karena mereka tidak senang dengan > pendapat saya tentang Jokowi dan pemerintahnya. Mereka pengelola dan > merasa berkuasa, ya silahkan saja. Hanya bagi saya jelas, mereka yang > melakukan itu disebabkan karena sebenarnya tidak punya argumentasi. > Saya tidak mengikuti perdebatan anda dengan Ajeg soal tuduhannya > kepada Tkk dan juga tidak ingin sekarang memasuki masalahnya, apalagi > Ajeg sudah tidak ada di milis. Saya hanya heran, sikap Ajeg dalam > menghakimi Tkk tidak seberapa dibanding dengan sikap saya...Kok hanya > begitu, sudah dituduh rasis segala!!! Itu saja. Kalau anda anggap > sikap Ajeg itu sudah memenuhi kriteria anda untuk katakan rasis, ya > itu urusan dan hak anda. Yang jelas Ajeg sudah dikeluarkan. > Mudah-mudahan senang dengan tindakan Chan itu. Saya malah melihat > orang Tiongkok yang bekerja di negeri-negeri dunia ketiga, banyak > yang rasis dan memandang rendah buruh atau penduduk setempat. > Misalnya, menganggap buruh Tiongkok lebih trampil, lebih giat > bekerja, dari pada buruh Indonesia sehingga membenarkan pengiriman > buruh Tkk bahkan buruh kasar ke Indonesia, bagi saya itu merupakan > penghinaan dan sikap rasis kepada buruh Indonesia.. Negaralah yang > harusnya bertanggung jawab untuk meningkatkan ketrampilan buruh dan > memberi upah layak sehingga buruh dan keluarganya dapat hidup layak. > Tapi sudah tentu itu harapan di tengah hari bolong!! Kaum buruh harus > berjuang untukmendapatkannya, bukan mengemis sedekah!! On Monday, > March 30, 2020, 11:38:46 PM GMT+2, 'nesare' [email protected] > [GELORA45] <[email protected]> wrote: Bung sudah betul memang > pendapat bung berbeda dgn chan krn perbedaan ideologi. Tidak ada yg > mengancam kan? Bung chan memberitahukan kalau ajeg rasis. Begitu juga > saya sebelumnya sudah katakan ajeg rasis. Apakah bung belum tahu atau > tidak mau mengakui komentar saya yg mengatakan ajeg rasis itu? Baca > baik2 apa komentar saya mengatakan ajeg rasis itu. AJEG ITU RASIS > KETIKA MEMFITNAH RRT MENUDUH CORONAVIRUS ASAL MUASALNYA DARI > INDONESIA. Ini tidak benar.. Ajeg menggunakan 1 data Zhang yg bung > sendiri berkomentar: koq hanya 1 orang diributin. Inipermasalahannya. > Ajeg menggunakan data 1 orang Zhang ini lalu memfitnah RRT mengatakan > coronavirus asal muasalnya dari RRT. SUDAH MENGERTI BELUM AJEG ITU > MEMFITNAH? Ini dulu diterima atau tidak? Lalu baru selanjutnya bung > bolehlah bertanya kenapa ajeg memfitnah itu? Ini yg saya katakan dia > rasis. Coba baca selanjutnya komentar2nya. Bung jelas2 berbeda dgn > ajeg. Bung menyerang RRT krn perbedaan ideologi. Ini bukan rasis. > Moso’ bung tidak mengerti antara rasis dan perbedaan ideologi? Saya > kaitkan ide2nya ajeg itu dgn Adhie M massardi bekas jubir nya Gus > Dur. Persis sama omongan2nya. Coba ikutin di tweeter gimana sekarang > rasisnya sosok Adhie M Massardi ini. Orang ini adalah sosok yg > idealis dulunya. Kenapa bisa berubah seperti sekarang menjadi anti > cina dan anti komunis? Ya dia anti komunis. Sampai2 adhie ini bilang > di tweeternya: Cina yang komunis. Saya tidak mengada2. Coba baca > masih ada di tweeter nya. Coba cek dan recek tulisan orang lain.. > Baca dgn jernih. Jangan belum apa2 krn apriori, bung jadi defensif. > Ya selanjutnya komentarnya jadi salah krn gak nyambung. Kita di milis > ini sudah pada tua. Ngapain ribut2. Silahkan kalau mau diskusi. Saya > sudah bilang mau gebrak mejapun silahkan ttp kepala dinginlah. > Emangnya kita dapet duit dari tulis menulis ini. Kan hanya isi2 waktu > senggang dan kalau ada yg baca ya semoga yg membaca dapat belajar > dari sisi lain. Itu saja kan? Wong obrolan di warkop koq sampai harus > benci membenci.. Saya mah gak pernah benci sama siapapun termasuk > ajeg, bung, martha, jonathan. Gak ada sepertik sekecil apapun > kebencian itu. Hanya kalau jengkel ya memang ada krn kesel lihat > orang ngeyel dan sukanya nyinyir aja. Santai saja. Nesare From: > [email protected] <[email protected]> Sent: Friday, > March 27, 2020 5:22 PM To: [email protected]; 'ChanCT' > <[email protected]>; [email protected]; nesare > <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Re: [GELORA45] Fwd: > Trump’s Chinese Virus Jelas parameter yang kita pakai untuk menilai > seseorang rasis tidak sama. Perbedaan pendapat dan perdebatan, bahkan > sangat tajam di milis ini sudah jalan bertahun-tahun. Saya tidak > melihat alasan untuk mengancam/mengintimidasi atau memberi peringatan > kepada orang yang berbeda pendapat. Pendapat saya sendiri tentang > para penguasa Tiongkok sudah diketahui semua orang. Bagi saya para > penguasa itu adalah pengkhianat Sosialisme dan pengkhianat kelas > buruh, kaum tani dan kelas pekerja Tiongkok. Saya pikir pendapat saya > tentang rezim kapitalis-imperialis Tiongkok jauh lebih negatif dari > pada pendapatnya Ajeg. Anda pernah bilang perbedaan pendapat antara > saya dengan Chan adalah perbedaan ideologi... Sangat betul sekali!! > Begitu juga sikap melawan saya terhadap rezim Tkk sekarang adalah > juga sikap yang berdasarkan pada ideologi yang bertolak belakang. On > Thursday, March 26, 2020, 03:05:01 PM GMT+1, 'nesare' > [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: Saya > tidak menghilang. Saya masih ada. Hanya sibuk terbang kesana kesini. > Saya malas menanggapi ttg kasus ajeg. Dasarnya saya bilang dia rasis > itu krn tulisannya ygmenuding/memfitnah dgn bilang RRT menyebut asal > muasal coronavirus dari Indonesia. Dasarnya hanya 1 sosok Zhang yg > dia sendiri bawa artikel itu di milis ini. Sedangkan RRT tidak > menuding asal muasal coronavirus itu dari Indonesia. Sekali lagi yg > bilang bahwa “RRT menuding asal muasal coronavirus itu dari > Indonesia” itu adalah: AJEG.. Baca baik2 diskusinya. Ini tidak > ditanggapi ajeg sama sekali. Chan mengerti tulisan saya, begitu juga > ada bbrp orang yg mengerti duduk perkaranya. Sayangnya Tatyana yg > tanpa tahu menahu/membaca dgn teliti lalu Tatyana bilang chan > otoriter. Ini salah. Dia sendiri berkomentar bilang: Zhang itu kan > hanya 1 sosok saja. Dgn menulis ini harusnya Tatyana sadar bahwa > itulah argumennya si ajeg itu salah... Koq data seorang Zhang dipakai > ajeg utk menuduh/memfitnah RRT dgn bilang RRT menuding Indonesia sbg > asal muasal coronavirus. Sedangkan kenyataan sekarang yg bergulir ttg > asal muasal coronavirus ini adalah antara RRT vs USA. Ditambah lagi > bilang Tatyana menuduh jonathan dan martha juga dikeluarkan oleh > chan. Ini juga salah. Susah kalau dasar apriori/rasa sentiment sudah > ada, sehingga ya tulisan2 selanjutnya akan salah terus seperti > menghubungkan kasus ajeg/rasisme ini dgn perbandingan antara jaman > soeharto vs komunisme. Ini sudah gak keruan2 perbandingannya. Saya > kalau baca semua tulisan2 dimilis ini biasanya dgn serius dan teliti. > Kalau saya gak ngerti, saya gak mau berkomentar. Ya paling2 nanya > atau verifikasi saja. Sayang kalau menulis didasari perasaan apriori > apalagi kebencian. Utk yg mau mengetahui, walaupun ada negara yg > melakukan lockdown dalam arti: menolak semua warga negara asing masuk > kenegaranya, bukan berarti semua warga negara asing tidak bisa masuk > kenegaranya. Ada pengecualian seperti CD/diplomat dan orang2 tertentu > yg masuk dalam ketegori pengecualian. Sbg contoh: sebelum 5 hari yl, > singapura mengharuskan warga asing masuk ke singapura, harus memiliki > surat kesehatan yg dikeluarkan oleh MOH/ministry of health di > singapura. Aplikasinya online.. Jadi kedubes singapura di Jakarta > tidak tahu menahu ttg ini krn semua diurus dari MOH singapura. Banyak > orang bertanya ke kedubes singapura di jkt, ya gak tahu apa2 orang > kedubes singapura ini. Masih ada yg bisa masuk ke singapura spt > orang2 intel, orang2 militer, orang2 CD, yg sakit parah dll... > Pengertian lockdown itu sendiri beda2 setiap negara. Setiap wilayah > dalam satu negara pun beda2 arti lockdown itu. Baru2 ini baru tegal > yg secara eksplisit bilang lockdown.. Sebelumnya kira2 10 hari yl, > jalanan keluar masuk purwokerto itu sudah dijaga dgn ketat oleh > rakyat. Ini versi lockdown tidak official. Bagi yg mau bepergian atau > mau pulang kenegara masing2. Terakhir yg saya ketahui, Istanbul masih > terbuka utk terbang. Malahan gampang sekali. Tidak ada imigrasi yg > panjang. Tidak ada semprot2 atau test kesehatan dll. Longgar sekali. > Banyak travelers yg menggunakan Istanbul sekarang utk balik > kenegaranya masing2. Salam Nesare From: Tatiana Lukman > <[email protected]> Sent: Wednesday, March 25, 2020 10:55 AM > To: [email protected]; nesare <[email protected]>; > [email protected]; ChanCT <[email protected]> Subject: Re: > [GELORA45] Re: [GELORA45] Fwd: Trump’s Chinese Virus Jangan > menghilang bung Nesare, ntar saya kehilangan pendukung!!! > Ha...ha...ha On Wednesday, March 25, 2020, 04:21:40 AM GMT+1, ChanCT > [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: > Iyaaa, bung Nesare, sekalipun diantara kita belum saling mengenal. > Ketemunya di Warung Kopi dunia maya juga sering ngobrol, sudah cukup > mendekatkan diantara kita, adanya kesepahaman dibanyak masalah yang > kita obrolkan, bahkan saya banyak mendapatkan masukan-mencerahkan > dari bung, khususnya masalah ekonomi. Dapatkan kuliah gratis. > Hehehee, .... Mudah2an saja ditengah kesibukan yang masih bung > dilakukan, tetap bisa sering-sering bersuara di GELORA45! Jangan > karena sudah menghilang 2 orang di AS, Jonathan dan Marttha, lalu > kemarin ini terpaksa saya cabut hak suara AJEG, ... bung juga ikutan > menghilang, ya! Salam, ChanCT On 24/3/2020 下午8:31, 'nesare' > [email protected] [GELORA45] wrote: Ya betul macem2 orang di warung > kopi. Tetapi milis ini masih lumayan sebetulnya krn mungkin > membersnya sudah tua2 shg lebih bisa menerima. Saya juga termasuk yg > suka hilang kalau lagi bepergian jauh. Kalau tidak saya suka koq > menulis dimilis ini.. Gak tahu kenapa betah aja. Mungkin karena > moderator nya bung chan yg toleran walaupun kami tidak saling > mengenal. Biasanya kalau saya menulis, kadang2 ada bohongnya juga ttp > hanya utk tidak mau membuka pribadi saya siapa. Itu saja. Saya > menaruh kejujuran diatas segala2nya dalam suatu tulisan. Sepahit > apapun suatu tulisan, harus tetap dihargai dan diterima krn kita > semua manusia tidak ada yg sempurna dan tidak pernah benar sendiri. > Kebenaran itu relatif. Ada asumsi, sudut pandang dalam menilai > sesuatu itu benar atau salah. Kita bukan Tuhan yg benar. Kita manusia > penuh dgn kesalahan. Makanya saya lebih suka berdiskusi.. Boleh > gebrak gebrak meja kalau perlu mempertahankan pendapat, tetapi > seyogyanyalah jangan sewot apalagi marah2.. Yg saya paling tidak suka > adalah kalau diskusi sudah salah, gak mau terima. Saya biasanya > amati, ikuti, tetapi kalau sudah keterlaluan baru saya pake istilah > ane ente. Sebetulnya hanya mau ngasih tahu saja bahwa dia itu sudah > keterlaluan. Dimilis ini coba kita ambil contoh yg sering saya > kutik2: rupiah jatuh dianggap jelek. Itu kan absurd gak bener.. > Currency itu selalu naik terus. Gak usah urusan dgn ekonomi. Ekonomi > babak belur spt skrg ini di usa, dollarnya menguat luar biasa. Skrg > usa kebingungan takut sekali dollarnya menguat. Begitu juga jepang yg > ketakutan sudah dari dulu ketika yen nya menguat. Ini hanya 1 contoh. > Banyak dari kita yg kurang paham substansi terutama diindonesia. > Rupiah yg melemah dipakai oleh mereka2 yg tidak bertanggung jawab utk > mempolitisir demi kepentingan pihaknya masing2. Saya merasa kecil > sekali sebetulnya melihat sikon di Indonesia itu. Bung chan tahu > sejak dulu shg dia mengundang saya utk join milis ini yg kalau gak > salah dulu Namanya hksis atau apakabar jamannya john. Itu saja jadi > teringat memori jaman2 dulu sebelum 1998 soeharto jatuh. Nesare From: > [email protected] <[email protected]> Sent: Tuesday, > March 24, 2020 8:17 AM To: Gelora45 <[email protected]>; > nesare <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Fwd: Trump’s > Chinese Virus Saya lihat kok ada macam2: Orang nulis tidak betul, > tetapi tidak mau mengakui, lalu dia tutupi dan belokkan dengan > persoalan lain, sedangkan persoalan pertama tidak dijawab, dan malah > ajukan pertanyaan? Ada juga yang dalam diskusi, lalu tidak menjawab, > terus menghilang. Ada juga yang jawab, nanti dia beri jawabannya > kalau ada waktu, dan waktunya tidak pernah diadakan. Ya, sayang, > kalau masih terjadi. Op di 24 mrt.. 2020 om 12:32 schreef 'nesare' > [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: Covid19 is > no China or Chinese virus, that is a new corona virus not necessarily > originated in Wuhan or China.. Nesare: penulis ini sudah bias dengan > mengatakan covid 19 ini bukan Chinese virus dalam arti asal > muasalnya. Penulis ini jelas dipihak defensif, lebih tepatnya adalah > lawannya AJEG. Banyak koq sebetulnya virus dinamakan/dikaitkan dgn > tempat asalnya, bisa disebutkan: west nile virus dari Uganda; ebola > dari zaire; Spanish fever; rubella german meales/campak dll. Ini > sebetulnya gak masalah ketika memang tidak ada masalah pada waktu itu > tentunya.. Sekarang ini beda. Cina itu dikutak katik. Ada dimensi > politiknya. Rasial dipakai. Kalau saya kaitkan dgn fitnahan si AJEG > yg menuding RRT bilang asal muasal coronavirus dari Indonesia itu > adalah rasis krn konteksnya dia itu menyerang terus menerus. Serangan > terakhirnya adalah buruh RRT yg masuk Indonesia itu. Ini kan masalah > imigrasi saja. Dibawa2 dia keranah berita Zhang. Inilah konteksnya. > Ini yg saya sering katakan ketika seseorang sedang asyik mengkritik > apalagi dgn kebencian, dia akan salah ujung2nya. Tulisan dng nalar > kebenciannya itu akan menjadi boomerang suatu saat. Sebetulnya normal > dan ada pelabelan penyakit termasuk virus dgn asal muasalnya spt yg > saya tulisan diatas. Pelabelan nama ini menjadi berbeda ketika ada > hatred masuk kesitu. Disini yg terjadi sama AJEG. Sayang kan? Dia gak > mampu berdiskusi terutama sama saya. Kenapa? Karena dia sudah begitu > isolated dgn pendapatnya. AJEG ini persis dengan Adhie M Massardi > bekas jubirnya Gus Dur. Sekarang Adhie ini banyak berubah. Luar biasa > perubahannya. Kata temen2 yg lbh mengetahui sosok ini bilang adhie > ini sudah kemakan RR. Gila Betul pandangan Adhie ini. Sgt rasis. Yg > dihantam adalah CINA melulu. Bisa diikuti tweeter nya bagi yg tidak > percaya... Terakhir yg paling uptodate Adhie ini menulis: “pecinan vs > chinatown” yg jelas rasis sekali. Sayang sayang sosok2 idealis > menjadi penyebar kebencian!!!! Gimana Indonesia bisa maju? Nesare > From: [email protected] <[email protected]> Sent: > Sunday, March 22, 2020 3:06 PM To: undisclosed-recipients: Subject: > [GELORA45] Fwd: Trump’s Chinese Virus Kiriman dari pensiunan dokter, > lulusan Indonesia dan Amerika. ---------- Forwarded message --------- > > Date: zo 22 mrt. 2020 om 18:59 > Subject: Trump’s Chinese Virus > To: > > > Was it China or Chinese virus? > > Scientifically we should not blame any viral diseases from the > country of first discovery. > This corona virus is RNA virus specifically propagate in > mitochondrial of animal or human cells... > This virus has high degree of mutation and relapse after the > suppression by body immune system. > Many Corona viruses have attack human being all over the world. It is > ancient viruses that usually affect mild to moderate Common Cold, > upper respiratory ailments we call it “masuk angin”. There are 7 > Corona viruses related more serious illnesses , but 3 of them in > this 21th century had cause serious epidemic to pandemic, SARS, MERS > and Covid19 (aka Novel/new Corona). It is highly suspected that > orthomixovirus (Influenza) and coronavirus are coexistence in the > recent Flu B season in USA. Except, before atypical pneumonia > surfaced in Wuhan, we have no means of testing for Covid19. This > might be the reason why Covid19 is now present everywhere including > America. Because we now be able to test patients for Covid19 > otherwise was labeled for having Influenza A or B of America. > Covid19 is no China or Chinese virus, that is a new corona virus not > necessarily originated in Wuhan or China. > CDC chief Robert Redfield testified in Congress, found some pneumonia > typical to Covid19 from CT scanning of exhumed last year Flu dead in > US. > >
