Pernyataan demikian sekali lagi hanyalah menunjukkan sikap nenek yang
EKSTRIM bahkan sudah menjurus RADIKALIS! TANPA perhatikan keTEPATAN data
kematian yang ada sebenarnya! Masalahnya, apakah data kematian yang
disampaikan IDIdari daerah itu BENAR2 dan sudah pasti akibat COVID-19,
.... yang bisa membuat suasana lebih keruh! Tentu juga jangan sampai
terjadi kebalikan seperti di Amerika sana, menutupi masalah untuk
melindungi ekonomi dan suara pendukung Trump di pilpres yad, ... lalu
semua kematian lebih 14 ribu sejak tahun lalu, 2019 itu dinyatakan
akibat wabah flu-H1N1, padahal didalamnya entah berapa % termasuk
COVID-19 yang sudah merebak, itu pengakuan CDC sendiri setelah dikejar
seorang senator! Itu namanya pemalsuan datan, ...!
Tapi, ... kalau memang maunya meningkatkan besaran utang yang bisa
didapatkan, BUKANKAH akan lebih mudah kalau jumlah KEMATIAN diperbesar
berkalilipat, agar orang/negara asing bisa merasa kasihan dan bersedia
ngucurkan BANTUAN bahkan perbesar jumlah UTANG2nya, ....!!! Begitu
logika pengemis, ... biar dikasihani orang, bukan sebaliknya.
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/23 下午 09:46
寫道:
Wah, gawat nih! Untuk ke sekian kalinya sang raja memperlihatkan
*ketakutannya kepada transparansi*!! Jangan menyampaikan data kematian
kepada publik!!! Aduh, rakyat Indonesia di bawah raja kayak gitu,
*bisanya ngemis utang*, nangkepin, gebukin dan memenjara aktivis...
Jokowi Minta IDI Sampaikan Data 1.000 Kematian: Jangan Perkeruh Suasana
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
*Jakarta* -
Presiden Joko Widodo (Jokowi <https://www.detik.com/tag/jokowi>)
menjawab Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mengungkap data 1.000
kasus kematian terkait virus corona
<https://www.detik.com/tag/corona>baru (COVID-19). Jokowi meminta IDI
menyampaikan data tersebut ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Sekali lagi, data yang kita peroleh itu kan dari daerah, dari
kabupaten, kota dan provinsi. Kalau memang ada yang memiliki data itu
sampaikan saja ke Gugus Tugas, sampaikan saja ke Menkes. Data yang
1.000 itu ada di mana, terkena COVID atau tidak," kata Jokowi dalam
wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu
(22/4/2020) malam.
Jokowi mengatakan di tengah pandemi ini seluruh rumah sakit akan
melakukan penanganan dengan protap Corona jika memang ada pasien yang
memiliki gejala COVID-19. Jokowi pun meminta terkait data kasus
kematian yang diungkap IDI disampaikan ke pemerintah.
"Karena sekarang ini, sakit apapun yang ada di rumah sakit, kalau
gejalanya itu gejala demam, panas, batuk pasti protokol kesehatannya
akan membungkus yang meninggal itu dengan SOP COVID. Kalau itu memang
ada data disampaikan saja, apa sih sulitnya, tapi tidak disampaikan ke
publik dan justru memperkeruh," ujar Jokowi.
Jokowi menegaskan lagi agar seluruh pihak tidak memperkeruh suasana.
Apalagi, lanjut Jokowi, pemerintah sedang menghadapi masa yang tidak
mudah di tengah pandemi.
"Saya kira tidak seperti itu. Posisi sekarang ini bukan posisi yang
mudah, jangan memperkeruh suasana dengan hal-hal yang sepertinya mudah
untuk.. Sampaikan saja datanya, kalau datanya benar pasti di
Kementerian, di Gugus Tugas akan memasukkan itu dalam konsolidasi data
yang ada," kata Jokowi.
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
Windows 10