Kalau pemerintah itu dapatkan data2nya tiap hari dari Dinas Kesehatan kota, Dinas kesehatan Kabupaten dari laporan tiap hari dari Rumah Sakit, Puskesmas sesuai dengan Peraturan Dinas Kesehatan untuk Penyakit Menular. Kalau untuk hewan di Dinas Kehewanan. IDI bukan badan pemerintah, tidak bisa mengharuskan Rumah Sakit, Puskesmas beri laporan tiap hari tentang Penyakit Menular ? Jadi dari mana IDI punya data?
Op za 25 apr. 2020 om 01:44 schreef ChanCT [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Lalu siapa yang bisa bilang laporan IDI dengan kamtian lebih 1000 itulah > yang "TRANSPARAN"??? Darimana IDI dapatkan data itu??? Itulah yang > dipertanyakan Jokowi! Jangan hanya ngedobos seenak udelnya hanya untuk > gebuk Jokowi! > > Masalah lebih serius yang dihadapi Indonesia bisa tidak menjalankan > "DISIPLIN Masyarakat" itu! Bisa tidak mengurung diri di rumah, menjaga > jarak antar manusia diramaian, JANGAN MUDIK di Lebaran tahun ini! Dengan > dampak cukup serius bagai rakyat kecil, ... buruh, pekerja harian, > pengusaha kecil apalagi penjaja dipasar untuk bertahan hidup selama > seminggu bahkan puluhan hari harus berdiam dirumah! Lalu, sampai dimana > kemampuan pemerintah memberi TUNJANGAN SOSIAL terhadap mereka, ... Itulah > kenyataan yang terjadi didunia ini, apa yang dijalankan dengan sigak di > Tiongkok, tidak bisa dijalankan di negara2 lain didunia ini, termasuk > dinegara-negara maju di Eropah apalagi di Amerika dengan Trump yang lebih > utamakan kepentingan Ekonomi dan Suara pendukung di Pilpres yad! Lalu, .... > apa komentar dan sedang dibela nenek yang satu ini, ... kalau BUKAN sejalan > dan mendukung Trump dengan serampangan menghajar Tiongkok??? > > > Tatiana Lukman 於 2020/4/24 下午 08:43 寫道: > > Tidak ada orang yang minta supaya data dibesar-besarkan., Yang diminta > adalah TRANSPARASI... Bahkan Menteri Kesehatan Korsel pernha berkata bahwa > salah satu prinsip / cara memerangi Covid-19 adalah TRANSPARANSI. Bukan > menyembunyikan fakta dan kenyataan.. apakah sang Menteri juga seroang yang > ekstrim dan radikal!!! Sudah dibuktikan kebijakan di Korsel berhasil dalam > menghadapi corona virus...Itu diakui oleh berbagai pihak termasuk WHO!! > Jokowi sejak permulaan sudah menyembunyikan fakta.. Dikiranya dengan begitu > rakyat akan tenang!! Yang tenang hanyalah orang-orang kaya!!! Orang miskin > dan kelas pekerja tidak pernah tenang, apalagi dengan corona > virus...Bagaimana mengharapakan orang tenang, kalau tidak ada pekerjaan, > tidak ada uang!! Lagi-lagi kepada siapa anda berpihak?? Jelas kepada rezim > penindas dan penghisap!!!! Dasar remo!!! > > > > > > Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for > Windows 10 > > > > *From: *ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> > *Sent: *Friday, 24 April 2020 03:09 > *To: *[email protected]; Tatiana Lukman <[email protected]>; > yahoogroups <[email protected]>; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; Daeng <[email protected]>; Farida > Ishaja <[email protected]>; [email protected]; Rachmat > Hadi-Soetjipto <[email protected]>; Harry Singgih > <[email protected]>; TanSie Tik URECA <[email protected]>; Sungkono > A. <[email protected]>; [email protected]; Lingkar Sitompul > <[email protected]> > *Subject: *Re: [GELORA45] Jokowi Minta IDI Sampaikan Data 1.000 Kematian: > Jangan Perkeruh Suasana > > > > > > Pernyataan demikian sekali lagi hanyalah menunjukkan sikap nenek yang > EKSTRIM bahkan sudah menjurus RADIKALIS! TANPA perhatikan keTEPATAN data > kematian yang ada sebenarnya! Masalahnya, apakah data kematian yang > disampaikan IDI dari daerah itu BENAR2 dan sudah pasti akibat COVID-19, .... > yang bisa membuat suasana lebih keruh! Tentu juga jangan sampai terjadi > kebalikan seperti di Amerika sana, menutupi masalah untuk melindungi > ekonomi dan suara pendukung Trump di pilpres yad, ... lalu semua kematian > lebih 14 ribu sejak tahun lalu, 2019 itu dinyatakan akibat wabah flu-H1N1, > padahal didalamnya entah berapa % termasuk COVID-19 yang sudah merebak, itu > pengakuan CDC sendiri setelah dikejar seorang senator! Itu namanya > pemalsuan datan, ...! > > Tapi, ... kalau memang maunya meningkatkan besaran utang yang bisa > didapatkan, BUKANKAH akan lebih mudah kalau jumlah KEMATIAN diperbesar > berkalilipat, agar orang/negara asing bisa merasa kasihan dan bersedia > ngucurkan BANTUAN bahkan perbesar jumlah UTANG2nya, ....!!! Begitu logika > pengemis, ... biar dikasihani orang, bukan sebaliknya. > > > > Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/23 下午 09:46 寫道: > > > > Wah, gawat nih! Untuk ke sekian kalinya sang raja memperlihatkan *ketakutannya > kepada transparansi*!! Jangan menyampaikan data kematian kepada publik!!! > Aduh, rakyat Indonesia di bawah raja kayak gitu, *bisanya ngemis utang*, > nangkepin, gebukin dan memenjara aktivis... > > > > > Jokowi Minta IDI Sampaikan Data 1.000 Kematian: Jangan Perkeruh Suasana > > > > > > [image: Presiden Joko Widodo (Jokowi)] > > > > *Jakarta* - > > Presiden Joko Widodo (Jokowi <https://www.detik.com/tag/jokowi>) menjawab > Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mengungkap data 1.000 kasus kematian > terkait virus corona <https://www.detik.com/tag/corona>baru (COVID-19). > Jokowi meminta IDI menyampaikan data tersebut ke Kementerian Kesehatan > (Kemenkes). > > "Sekali lagi, data yang kita peroleh itu kan dari daerah, dari kabupaten, > kota dan provinsi. Kalau memang ada yang memiliki data itu sampaikan saja > ke Gugus Tugas, sampaikan saja ke Menkes. Data yang 1.000 itu ada di mana, > terkena COVID atau tidak," kata Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara > Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4/2020) malam. > > Jokowi mengatakan di tengah pandemi ini seluruh rumah sakit akan melakukan > penanganan dengan protap Corona jika memang ada pasien yang memiliki gejala > COVID-19. Jokowi pun meminta terkait data kasus kematian yang diungkap IDI > disampaikan ke pemerintah. > > "Karena sekarang ini, sakit apapun yang ada di rumah sakit, kalau > gejalanya itu gejala demam, panas, batuk pasti protokol kesehatannya akan > membungkus yang meninggal itu dengan SOP COVID. Kalau itu memang ada data > disampaikan saja, apa sih sulitnya, tapi tidak disampaikan ke publik dan > justru memperkeruh," ujar Jokowi. > > Jokowi menegaskan lagi agar seluruh pihak tidak memperkeruh suasana. > Apalagi, lanjut Jokowi, pemerintah sedang menghadapi masa yang tidak mudah > di tengah pandemi. > > "Saya kira tidak seperti itu. Posisi sekarang ini bukan posisi yang mudah, > jangan memperkeruh suasana dengan hal-hal yang sepertinya mudah untuk.. > Sampaikan saja datanya, kalau datanya benar pasti di Kementerian, di Gugus > Tugas akan memasukkan itu dalam konsolidasi data yang ada," kata Jokowi. > > > > > > Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for > Windows 10 > > > > > > >
