Lalu siapa yang bisa bilang laporan IDI dengan kamtian lebih 1000 itulah
yang "TRANSPARAN"??? Darimana IDI dapatkan data itu??? Itulah yang
dipertanyakan Jokowi! Jangan hanya ngedobos seenak udelnya hanya untuk
gebuk Jokowi!
Masalah lebih serius yang dihadapi Indonesia bisa tidak menjalankan
"DISIPLIN Masyarakat" itu! Bisa tidak mengurung diri di rumah, menjaga
jarak antar manusia diramaian, JANGAN MUDIK di Lebaran tahun ini! Dengan
dampak cukup serius bagai rakyat kecil, ... buruh, pekerja harian,
pengusaha kecil apalagi penjaja dipasar untuk bertahan hidup selama
seminggu bahkan puluhan hari harus berdiam dirumah! Lalu, sampai dimana
kemampuan pemerintah memberi TUNJANGAN SOSIAL terhadap mereka, ...
Itulah kenyataan yang terjadi didunia ini, apa yang dijalankan dengan
sigak di Tiongkok, tidak bisa dijalankan di negara2 lain didunia ini,
termasuk dinegara-negara maju di Eropah apalagi di Amerika dengan Trump
yang lebih utamakan kepentingan Ekonomi dan Suara pendukung di Pilpres
yad! Lalu, ... apa komentar dan sedang dibela nenek yang satu ini, ...
kalau BUKAN sejalan dan mendukung Trump dengan serampangan menghajar
Tiongkok???
Tatiana Lukman 於 2020/4/24 下午 08:43 寫道:
Tidak ada orang yang minta supaya data dibesar-besarkan., Yang diminta
adalah TRANSPARASI... Bahkan Menteri Kesehatan Korsel pernha berkata
bahwa salah satu prinsip / cara memerangi Covid-19 adalah
TRANSPARANSI. Bukan menyembunyikan fakta dan kenyataan.. apakah sang
Menteri juga seroang yang ekstrim dan radikal!!! Sudah dibuktikan
kebijakan di Korsel berhasil dalam menghadapi corona virus...Itu
diakui oleh berbagai pihak termasuk WHO!! Jokowi sejak permulaan sudah
menyembunyikan fakta.. Dikiranya dengan begitu rakyat akan tenang!!
Yang tenang hanyalah orang-orang kaya!!! Orang miskin dan kelas
pekerja tidak pernah tenang, apalagi dengan corona virus...Bagaimana
mengharapakan orang tenang, kalau tidak ada pekerjaan, tidak ada
uang!! Lagi-lagi kepada siapa anda berpihak?? Jelas kepada rezim
penindas dan penghisap!!!! Dasar remo!!!
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
Windows 10
*From: *ChanCT [email protected] [GELORA45]
<mailto:[email protected]>
*Sent: *Friday, 24 April 2020 03:09
*To: *[email protected] <mailto:[email protected]>;
Tatiana Lukman <mailto:[email protected]>; yahoogroups
<mailto:[email protected]>; [email protected]
<mailto:[email protected]>; [email protected]
<mailto:[email protected]>; [email protected]
<mailto:[email protected]>; Daeng <mailto:[email protected]>;
Farida Ishaja <mailto:[email protected]>; [email protected]
<mailto:[email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto
<mailto:[email protected]>; Harry Singgih
<mailto:[email protected]>; TanSie Tik URECA
<mailto:[email protected]>; Sungkono A.
<mailto:[email protected]>; [email protected]
<mailto:[email protected]>; Lingkar Sitompul
<mailto:[email protected]>
*Subject: *Re: [GELORA45] Jokowi Minta IDI Sampaikan Data 1.000
Kematian: Jangan Perkeruh Suasana
Pernyataan demikian sekali lagi hanyalah menunjukkan sikap nenek yang
EKSTRIM bahkan sudah menjurus RADIKALIS! TANPA perhatikan keTEPATAN
data kematian yang ada sebenarnya! Masalahnya, apakah data kematian
yang disampaikan IDI dari daerah itu BENAR2 dan sudah pasti akibat
COVID-19, ... yang bisa membuat suasana lebih keruh! Tentu juga jangan
sampai terjadi kebalikan seperti di Amerika sana, menutupi masalah
untuk melindungi ekonomi dan suara pendukung Trump di pilpres yad, ...
lalu semua kematian lebih 14 ribu sejak tahun lalu, 2019 itu
dinyatakan akibat wabah flu-H1N1, padahal didalamnya entah berapa %
termasuk COVID-19 yang sudah merebak, itu pengakuan CDC sendiri
setelah dikejar seorang senator! Itu namanya pemalsuan datan, ...!
Tapi, ... kalau memang maunya meningkatkan besaran utang yang bisa
didapatkan, BUKANKAH akan lebih mudah kalau jumlah KEMATIAN diperbesar
berkalilipat, agar orang/negara asing bisa merasa kasihan dan bersedia
ngucurkan BANTUAN bahkan perbesar jumlah UTANG2nya, ....!!! Begitu
logika pengemis, ... biar dikasihani orang, bukan sebaliknya.
Tatiana Lukman [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] 於 2020/4/23 下午 09:46 寫道:
Wah, gawat nih! Untuk ke sekian kalinya sang raja memperlihatkan
*ketakutannya kepada transparansi*!! Jangan menyampaikan data
kematian kepada publik!!! Aduh, rakyat Indonesia di bawah raja
kayak gitu, *bisanya ngemis utang*, nangkepin, gebukin dan
memenjara aktivis...
Jokowi Minta IDI Sampaikan Data 1.000 Kematian: Jangan Perkeruh
Suasana
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
*Jakarta* -
Presiden Joko Widodo (Jokowi <https://www.detik.com/tag/jokowi>)
menjawab Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mengungkap data 1.000
kasus kematian terkait virus corona
<https://www.detik.com/tag/corona>baru (COVID-19). Jokowi meminta
IDI menyampaikan data tersebut ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Sekali lagi, data yang kita peroleh itu kan dari daerah, dari
kabupaten, kota dan provinsi. Kalau memang ada yang memiliki data
itu sampaikan saja ke Gugus Tugas, sampaikan saja ke Menkes. Data
yang 1.000 itu ada di mana, terkena COVID atau tidak," kata Jokowi
dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan
Trans7, Rabu (22/4/2020) malam.
Jokowi mengatakan di tengah pandemi ini seluruh rumah sakit akan
melakukan penanganan dengan protap Corona jika memang ada pasien
yang memiliki gejala COVID-19. Jokowi pun meminta terkait data
kasus kematian yang diungkap IDI disampaikan ke pemerintah.
"Karena sekarang ini, sakit apapun yang ada di rumah sakit, kalau
gejalanya itu gejala demam, panas, batuk pasti protokol
kesehatannya akan membungkus yang meninggal itu dengan SOP COVID.
Kalau itu memang ada data disampaikan saja, apa sih sulitnya, tapi
tidak disampaikan ke publik dan justru memperkeruh," ujar Jokowi.
Jokowi menegaskan lagi agar seluruh pihak tidak memperkeruh
suasana. Apalagi, lanjut Jokowi, pemerintah sedang menghadapi masa
yang tidak mudah di tengah pandemi.
"Saya kira tidak seperti itu. Posisi sekarang ini bukan posisi
yang mudah, jangan memperkeruh suasana dengan hal-hal yang
sepertinya mudah untuk.. Sampaikan saja datanya, kalau datanya
benar pasti di Kementerian, di Gugus Tugas akan memasukkan itu
dalam konsolidasi data yang ada," kata Jokowi.
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986>
for Windows 10