Ada teman di Californis yang keheranan dapat 2400,- dollar dari pemerintah Amerika. Padahal dia sudah umur 80 tahun dan punya pensiun cukup. Apa aturannya di sana semua orang dapat, baru dianggap adil?
Op za 9 mei 2020 om 17:57 schreef Al Faqir Ilmi [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > *Berdamai dengan kenyataan.* > > *by.. Erizeli Jely Bandaro* > > Rencana pemerintah untuk menerbitkan pandemi bond kemungkinan batal. Apa > pasal? karena dana tabungan pemerintah dan realokasi APBN/APBD lebih dari > cukup untuk menghadapi pandemi COVID-19. DPR yang tadinya berharap > pemerintah cetak uang, dan terbitkan QE kini kandas. Saya berpikir > sederhana saja. Kalau QE dan Cetak uang disetujui, pandemi ini tidak akan > selesai sampai tahun depan. Mengapa ? Pejabat PEMDA akan terus menggoreng > masalah COVID-19 ini agar dana mudah terus mengalir, dan para politisi akan > terus memprovokasi ancaman Corona agar dana transfer ke Daerah semakin > besar. Semakin lama covid-19 diurus semakin lama pesta berlangsung. > > Disamping itu, beberapa pengusaha sudah berharap ada dana stimulus dari > pemerintah. Saya dengar informasi, ada beberapa konglomerat sudah mengalami > kesulitan bayar cicilan dan bunga bank. Berharap dapat program relaksasi > dari pemerintah. Beberapa bank juga sudah mulai merancang kebutuhan kredit > likuiditas agar dapat bantuan stimulus dari pemerintah. Tetapi apa yang > terjadi? Team Jokowi itu engga bego amat. Mereka sangat kenal watak > politisi dan pengusaha. Selalu memanfaatkan situasi genting agar bisa > memeras pemerintah, dan pada waktu bersamaan para politisi yang dekat > pengusaha bisa menikmati uang mudah itu. > > Ingat kasus 98. Segelintir default , semua rame rame bilang dafault. > Padahal belum default betul. Tetapi elite politik ex Orba era Habibie > membantu pengusaha dapatkan dana mudah dari BI dalam bentuk KLBI dan BLBI, > dan sebagian besar dana itu terbukti mengalir ke luar negeri dan melalui > MSA, sebagai obligor, mereka menyerahkan asset busuk kepada pemerintah. > Setelah masuk BPPN, asset itu mereka beli lagi dengan harga 30%. Pengusaha > dan elite politik kita memang mental garong. > > Dengan adanya pembatalan pandemi bond dan cetak uang, tidak ada program > dapatin uang mudah. Uang yang ada berasal dari tabuhngan dan penghematan > anggaran. Pemerintah hanya focus kepada UKM dan usaha kecil informal. Bagi > mereka tersedia dana subsidi bunga dan penjadwalan utang. Sementara bagi > rakyat kecil, tersedia bantuan jaring pengaman sosial. Makanya jangan kaget > bila banyak pemda yang sudah mulai boring dengan COVID-19. “ Kalau engga > ada duitnya ngapai diurus, apalagi sampai mangkas anggaran kita”. Beberapa > pengusaha besar mulai ngeluh nyalahin jokowi, bilang jokowi engga tegas. > > Sikap pejabat pemerintah yang keliatannya maju mundur dan akhirnya males > karena memang harapan pesta Virona dapat menghasilkan uang, ternyata > hasilnya amsiong. Kalau harus sibuk bagi bagi bansos dan pakai mangkas > Anggaran segala, mending cepat ajalah Corona ini berakhir. Yang tersisa > kini adalah suara putus asa “ kan engga bisa dipastikan kapan corona > berakhir, dan mengapa tidak mendengar kata ahli.” Kata mereka. Namun mereka > lupa, begitu banyak profesor dan doktor ahli, faktanya belum bisa temukan > vaksin, yang ada hanya opini dan narasi. Makanya ABas itu realistis “ Engga > ada duit! Liat aja setelah tanggal 22 Mei, kisah corona akan terlupakan. > > Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone > <https://overview.mail.yahoo.com/?.src=iOS> > > >
