Tradisi hidup hemat dan banyak menyimpan di bank dan membeli saham prusahaan2 besar banyak dilakukan rakyat di Tiongkok dan Jepang. Negaranya banyak utang dari rakyatnya, dipakai untuk membeayai proyek vital. Rakyat dapatr penghasilan tambahan dari bunga simpanan? Orang Singapore ada yang tertawa tawa bilang maffianya Singapore itu adalah negara Singapore sendiri, kaya, modal nya ditanam di luar negeri untuk penghasilan tambahan bagi negara. Ada juga sebagian untuk ditanam dalam negeri ?
Op zo 10 mei 2020 om 02:05 schreef ChanCT <[email protected]>: > Ooouh, kerja AS mengucurkan duit cukup cepat juga, ya! $1200,-/orang sudah > bisa sampai ditangan setiap orang, ... sedang di HK yang sedianya > HK$10,000.-/orang belum juga bisa keluarkan duitnya, terganjel di > legislatif yang sedang terus diganjel kacoa2 HK yg terus memboikot setiap > langkah pemerintah HK. Entah kapan baru bisa dikucurkan sampai ketangan > warga, padahal dalam kenyataan cukup0 banyak warga yang sangat, sangat > membutuhkan untuk bisa makan, ... > > Disinilah BEDA dengan sistem masyarakat di Tiongkok! Nampak jelas > KEBERHASILAN Tiongkok dengan ketegasan "MENUTUP Wuhan" secara total begitu, > mendisiplin setiap warga ngerem, berdiam dirumah selama 70 hari itu, telah > BERHASIL memutus/menghentikan penyebaran epidemi Covid-19 yg ganas itu > berlanjut! Sedang RAKYAT dengan berdiam dirumah tidak bekerja, ternyata > juga TIDAK menimbulkan jadi tidak bisa makan, dan pemerintah juga tidak > perlu mengambil kebijakan kucurkan dana bantuan uang tunia pada rakyatnya! > Cukup menanggung semua pengeluaran pengobatan pasien Covid-19 itu saja, .... > Kok, bisa begitu? > > Kemarin ini baca tulisan yang membuat penelitian begini, budaya atau > tradisi masyarakat di Tiongkok dan masyarakat di negara2 kapitalis, > khususnya AS, di Tiongkok sudah menjadi tradisi setiap warga itu harus > menyisihkan sebagian peenghasilannya untuk disimpan, digunakan saat > menghadapi bencana alam atau jatuh sakit. Kalau dulu biasa setiap keluarga > itu menyimpan duit dibawah kasur mereka, sekarang sudah bisa menyimpankan > duitnya di bank. Nyaris lebih 90% tradisi menyimpan ini masih berlangsung > sampai sekarang, ...! Apalagi penghasilan rakyat sudah mencapai kemampuan > untuk menyisihkan sebagian duitnya, hanya sebagian kecil saja yang masih > hidup didesa-desa terpencil yang masih menderita kemiskinan dan mereka > TIDAK terganggu epidemi Covid-19 itu! > > Sebaliknya di negara2 kapitalis, sudah ratusan tahun terbiasa dengan hidup > dari HUTANG! Bahkan di AS orang bisa gali lubang tutup lubang melangsungkan > hidupnya, jadi begitu harus ngerem dirumah tanpa penghasilan, bagaimana > mereka bisa hiduuup??? Bahkan katanya mereka tetap berteriak sekalipun > dikasih $1,200.-/orang, MANA CUKUP! Lha, untuk bayar sewa rumah, kredit > mobil setiap bulannya saja sudah tidak cukup, ... Nah, lhooo! Itupula SEBAB > sebelum usaha mengatasi dan mengendalikan epidemi Corona ini ada titik > terang, sudah terdesak untuk kembali BEKERJA dan BERPRODUKSI lagi! RAKYAT > tidak tahan, pemerintah juga TIDAK sanggup menunjang, ... Lalu? PASTI > epidemi covid-19 akan makin meluas dan molor entah kapan baru teratasi, .... > dengan jatuh korban jiwa terus meningkat! > > Sungguh sangat prihatin, menyedihkan dan menakutkan, ... mengharapkan > epidemi bisa terhenti dengan sendirinya sebagaimana harapan Trump itu! > > > > kh djie [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/10 上午 01:15 寫道: > > > Bung Jo, > Terimakasih penjelasannya. > KH > > Op za 9 mei 2020 om 18:44 schreef B.H. Jo <[email protected]>: > >> Bung Djie, >> >> Peraturannya begini: >> >> U.S. citizens and U.S. resident aliens will receive the Economic Impact >> Payment of $1,200 for individual or head of household filers, and $2,400 >> for married filing jointly if they are not a dependent of another taxpayer >> and have a work eligible Social Security number with adjusted gross income >> up to: >> >> - $75,000 for individuals if their filing status was single or >> married filing separately >> - $112,500 for head of household filers and >> - $150,000 for married couples filing joint returns >> >> >> Salam, >> BH Jo >> >> On Saturday, May 9, 2020, 10:18:29 AM CST, kh djie [email protected] >> [GELORA45] <[email protected]> wrote: >> >> >> >> Ada teman di Californis yang keheranan dapat 2400,- dollar dari >> pemerintah Amerika. Padahal dia sudah umur 80 tahun dan punya >> pensiun cukup. Apa aturannya di sana semua orang dapat, baru >> dianggap adil? >> >> Op za 9 mei 2020 om 17:57 schreef Al Faqir Ilmi [email protected] >> [GELORA45] <[email protected]>: >> >> >> >> *Berdamai dengan kenyataan.* >> >> *by.. Erizeli Jely Bandaro* >> >> Rencana pemerintah untuk menerbitkan pandemi bond kemungkinan batal. Apa >> pasal? karena dana tabungan pemerintah dan realokasi APBN/APBD lebih dari >> cukup untuk menghadapi pandemi COVID-19. DPR yang tadinya berharap >> pemerintah cetak uang, dan terbitkan QE kini kandas. Saya berpikir >> sederhana saja. Kalau QE dan Cetak uang disetujui, pandemi ini tidak akan >> selesai sampai tahun depan. Mengapa ? Pejabat PEMDA akan terus menggoreng >> masalah COVID-19 ini agar dana mudah terus mengalir, dan para politisi akan >> terus memprovokasi ancaman Corona agar dana transfer ke Daerah semakin >> besar. Semakin lama covid-19 diurus semakin lama pesta berlangsung. >> >> Disamping itu, beberapa pengusaha sudah berharap ada dana stimulus dari >> pemerintah. Saya dengar informasi, ada beberapa konglomerat sudah mengalami >> kesulitan bayar cicilan dan bunga bank. Berharap dapat program relaksasi >> dari pemerintah. Beberapa bank juga sudah mulai merancang kebutuhan kredit >> likuiditas agar dapat bantuan stimulus dari pemerintah. Tetapi apa yang >> terjadi? Team Jokowi itu engga bego amat. Mereka sangat kenal watak >> politisi dan pengusaha. Selalu memanfaatkan situasi genting agar bisa >> memeras pemerintah, dan pada waktu bersamaan para politisi yang dekat >> pengusaha bisa menikmati uang mudah itu. >> >> Ingat kasus 98. Segelintir default , semua rame rame bilang dafault. >> Padahal belum default betul. Tetapi elite politik ex Orba era Habibie >> membantu pengusaha dapatkan dana mudah dari BI dalam bentuk KLBI dan BLBI, >> dan sebagian besar dana itu terbukti mengalir ke luar negeri dan melalui >> MSA, sebagai obligor, mereka menyerahkan asset busuk kepada pemerintah. >> Setelah masuk BPPN, asset itu mereka beli lagi dengan harga 30%. Pengusaha >> dan elite politik kita memang mental garong. >> >> Dengan adanya pembatalan pandemi bond dan cetak uang, tidak ada program >> dapatin uang mudah. Uang yang ada berasal dari tabuhngan dan penghematan >> anggaran. Pemerintah hanya focus kepada UKM dan usaha kecil informal. Bagi >> mereka tersedia dana subsidi bunga dan penjadwalan utang. Sementara bagi >> rakyat kecil, tersedia bantuan jaring pengaman sosial. Makanya jangan kaget >> bila banyak pemda yang sudah mulai boring dengan COVID-19. “ Kalau engga >> ada duitnya ngapai diurus, apalagi sampai mangkas anggaran kita”.. Beberapa >> pengusaha besar mulai ngeluh nyalahin jokowi, bilang jokowi engga tegas. >> >> Sikap pejabat pemerintah yang keliatannya maju mundur dan akhirnya males >> karena memang harapan pesta Virona dapat menghasilkan uang, ternyata >> hasilnya amsiong. Kalau harus sibuk bagi bagi bansos dan pakai mangkas >> Anggaran segala, mending cepat ajalah Corona ini berakhir. Yang tersisa >> kini adalah suara putus asa “ kan engga bisa dipastikan kapan corona >> berakhir, dan mengapa tidak mendengar kata ahli.” Kata mereka. Namun mereka >> lupa, begitu banyak profesor dan doktor ahli, faktanya belum bisa temukan >> vaksin, yang ada hanya opini dan narasi. Makanya ABas itu realistis “ Engga >> ada duit! Liat aja setelah tanggal 22 Mei, kisah corona akan terlupakan. >> >> Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone >> <https://overview.mail.yahoo.com/?.src=iOS> >> >> > >
