Ooouh, kerja AS mengucurkan duit cukup cepat juga, ya! $1200,-/orang sudah bisa sampai ditangan setiap orang, ... sedang di HK yang sedianya HK$10,000.-/orang belum juga bisa keluarkan duitnya, terganjel di legislatif yang sedang terus diganjel kacoa2 HK yg terus memboikot setiap langkah pemerintah HK. Entah kapan baru bisa dikucurkan sampai ketangan warga, padahal dalam kenyataan cukup0 banyak warga yang sangat, sangat membutuhkan untuk bisa makan, ...

Disinilah BEDA dengan sistem masyarakat di Tiongkok! Nampak jelas KEBERHASILAN Tiongkok dengan ketegasan "MENUTUP Wuhan" secara total begitu, mendisiplin setiap warga ngerem, berdiam dirumah selama 70 hari itu, telah BERHASIL memutus/menghentikan penyebaran epidemi Covid-19 yg ganas itu berlanjut! Sedang RAKYAT dengan berdiam dirumah tidak bekerja, ternyata juga TIDAK menimbulkan jadi tidak bisa makan, dan pemerintah juga tidak perlu mengambil kebijakan kucurkan dana bantuan uang tunia pada rakyatnya! Cukup menanggung semua pengeluaran pengobatan pasien Covid-19 itu saja, ... Kok, bisa begitu?

Kemarin ini baca tulisan yang membuat penelitian begini, budaya atau tradisi masyarakat di Tiongkok dan masyarakat di negara2 kapitalis, khususnya AS, di Tiongkok sudah menjadi tradisi setiap warga itu harus menyisihkan sebagian peenghasilannya untuk disimpan, digunakan saat menghadapi bencana alam atau jatuh sakit. Kalau dulu biasa setiap keluarga itu menyimpan duit dibawah kasur mereka, sekarang sudah bisa menyimpankan duitnya di bank. Nyaris lebih 90% tradisi menyimpan ini masih berlangsung sampai sekarang, ...! Apalagi penghasilan rakyat sudah mencapai kemampuan untuk menyisihkan sebagian duitnya, hanya sebagian kecil saja yang masih hidup didesa-desa terpencil yang masih menderita kemiskinan dan mereka TIDAK terganggu epidemi Covid-19 itu!

Sebaliknya di negara2 kapitalis, sudah ratusan tahun terbiasa dengan hidup dari HUTANG! Bahkan di AS orang bisa gali lubang tutup lubang melangsungkan hidupnya, jadi begitu harus ngerem dirumah tanpa penghasilan, bagaimana mereka bisa hiduuup??? Bahkan katanya mereka tetap berteriak sekalipun dikasih $1,200.-/orang, MANA CUKUP! Lha, untuk bayar sewa rumah, kredit mobil setiap bulannya saja sudah tidak cukup, .... Nah, lhooo! Itupula SEBAB sebelum usaha mengatasi dan mengendalikan epidemi Corona ini ada titik terang, sudah terdesak untuk kembali BEKERJA dan BERPRODUKSI lagi! RAKYAT tidak tahan, pemerintah juga TIDAK sanggup menunjang, ... Lalu? PASTI epidemi covid-19 akan makin meluas dan molor entah kapan baru teratasi, ... dengan jatuh korban jiwa terus meningkat!

Sungguh sangat prihatin, menyedihkan dan menakutkan, ... mengharapkan epidemi bisa terhenti dengan sendirinya sebagaimana harapan Trump itu!



kh djie [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/10 上午 01:15 寫道:
Bung Jo,
Terimakasih penjelasannya.
KH

Op za 9 mei 2020 om 18:44 schreef B.H. Jo <[email protected] <mailto:[email protected]>>:

    Bung Djie,

    Peraturannya begini:

    U.S. citizens and U.S. resident aliens will receive the Economic
    Impact Payment of $1,200 for individual or head of household
    filers, and $2,400 for married filing jointly if they are not a
    dependent of another taxpayer and have a work eligible Social
    Security number with adjusted gross income up to:

      * $75,000 for individuals if their filing status was single or
        married filing separately
      * $112,500 for head of household filers and
      * $150,000 for married couples filing joint returns


    Salam,
    BH Jo

    On Saturday, May 9, 2020, 10:18:29 AM CST, kh djie
    [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
    <[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:


    Ada teman di Californis yang keheranan dapat 2400,- dollar dari
    pemerintah Amerika. Padahal dia sudah umur 80 tahun dan punya
    pensiun cukup. Apa aturannya di sana semua orang dapat, baru
    dianggap adil?

    Op za 9 mei 2020 om 17:57 schreef Al Faqir Ilmi
    [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
    <[email protected] <mailto:[email protected]>>:

        *Berdamai dengan kenyataan.*


        /by.. Erizeli Jely Bandaro/

        Rencana pemerintah untuk menerbitkan pandemi bond kemungkinan
        batal. Apa pasal? karena dana tabungan pemerintah dan
        realokasi APBN/APBD lebih dari cukup untuk menghadapi pandemi
        COVID-19. DPR yang tadinya berharap pemerintah cetak uang, dan
        terbitkan QE kini kandas. Saya berpikir sederhana saja. Kalau
        QE dan Cetak uang disetujui, pandemi ini tidak akan selesai
        sampai tahun depan. Mengapa ? Pejabat PEMDA akan terus
        menggoreng masalah COVID-19 ini agar dana mudah terus
        mengalir, dan para politisi akan terus memprovokasi ancaman
        Corona agar dana transfer ke Daerah semakin besar. Semakin
        lama covid-19 diurus semakin lama pesta berlangsung.

        Disamping itu, beberapa pengusaha sudah berharap ada dana
        stimulus dari pemerintah. Saya dengar informasi, ada beberapa
        konglomerat sudah mengalami kesulitan bayar cicilan dan bunga
        bank. Berharap dapat program relaksasi dari pemerintah.
        Beberapa bank juga sudah mulai merancang kebutuhan kredit
        likuiditas agar dapat bantuan stimulus dari pemerintah. Tetapi
        apa yang terjadi? Team Jokowi itu engga bego amat. Mereka
        sangat kenal watak politisi dan pengusaha. Selalu memanfaatkan
        situasi genting agar bisa memeras pemerintah, dan pada waktu
        bersamaan para politisi yang dekat pengusaha bisa menikmati
        uang mudah itu.

        Ingat kasus 98. Segelintir default , semua rame rame bilang
        dafault. Padahal belum default betul. Tetapi elite politik ex
        Orba era Habibie membantu pengusaha dapatkan dana mudah dari
        BI dalam bentuk KLBI dan BLBI, dan sebagian besar dana itu
        terbukti mengalir ke luar negeri dan melalui MSA, sebagai
        obligor, mereka menyerahkan asset busuk kepada pemerintah.  
        Setelah masuk BPPN, asset itu mereka beli lagi dengan harga
        30%. Pengusaha dan elite politik kita memang mental garong.

        Dengan adanya pembatalan pandemi bond dan cetak uang, tidak
        ada program dapatin uang mudah. Uang yang ada berasal dari
        tabuhngan dan penghematan anggaran. Pemerintah hanya focus
        kepada UKM dan usaha kecil informal. Bagi mereka tersedia dana
        subsidi bunga dan penjadwalan utang. Sementara bagi rakyat
        kecil, tersedia bantuan jaring pengaman sosial. Makanya jangan
        kaget bila banyak pemda yang sudah mulai boring dengan
        COVID-19. “ Kalau engga ada duitnya ngapai diurus, apalagi
        sampai mangkas anggaran kita”. Beberapa pengusaha besar mulai
        ngeluh nyalahin jokowi, bilang jokowi engga tegas.

        Sikap pejabat pemerintah yang keliatannya maju mundur dan
        akhirnya males karena memang harapan pesta Virona dapat
        menghasilkan uang, ternyata hasilnya amsiong. Kalau harus
        sibuk bagi bagi bansos dan pakai mangkas Anggaran segala,
        mending cepat ajalah Corona ini berakhir. Yang tersisa kini
        adalah suara putus asa “ kan engga bisa dipastikan kapan
        corona berakhir, dan mengapa tidak mendengar kata ahli.” Kata
        mereka. Namun mereka lupa, begitu banyak profesor dan doktor
        ahli, faktanya belum bisa temukan vaksin, yang ada hanya opini
        dan narasi. Makanya ABas itu realistis “ Engga ada duit! Liat
        aja setelah tanggal 22 Mei, kisah corona akan terlupakan.

        Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone
        <https://overview.mail.yahoo.com/?.src=iOS>


Kirim email ke