Sedang diusulkan di congress:
$2000/bulan perorang dewasa selama pandemic.$1000/bulan selama setahun setelah
itu.
Thanks to Andrew Yang.
Andrew Yang Calls For $2,000 Monthly Checks for Duration of Pandemic
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Andrew Yang Calls For $2,000 Monthly Checks for Duration of Pandemic
Former 2020 Democratic PResidential candidate Andrew Yang joins Axious
Co-founder and CEO Jim VandeHei to discus...
|
|
|
On Saturday, May 9, 2020, 05:18:18 PM PDT, kh djie [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Tradisi hidup hemat dan banyak menyimpan di bankdan membeli saham prusahaan2
besar banyak dilakukanrakyat di Tiongkok dan Jepang.Negaranya banyak utang dari
rakyatnya, dipakai untukmembeayai proyek vital. Rakyat dapatr
penghasilantambahan dari bunga simpanan?Orang Singapore ada yang tertawa tawa
bilang maffianyaSingapore itu adalah negara Singapore sendiri, kaya, modalnya
ditanam di luar negeri untuk penghasilan tambahan baginegara. Ada juga sebagian
untuk ditanam dalam negeri ?
Op zo 10 mei 2020 om 02:05 schreef ChanCT <[email protected]>:
Ooouh, kerja AS mengucurkan duit cukup cepat juga, ya! $1200,-/orang sudah bisa
sampai ditangan setiap orang, ... sedang di HK yang sedianya HK$10,000..-/orang
belum juga bisa keluarkan duitnya, terganjel di legislatif yang sedang terus
diganjel kacoa2 HK yg terus memboikot setiap langkah pemerintah HK. Entah kapan
baru bisa dikucurkan sampai ketangan warga, padahal dalam kenyataan cukup0
banyak warga yang sangat, sangat membutuhkan untuk bisa makan, ...
Disinilah BEDA dengan sistem masyarakat di Tiongkok! Nampak jelas KEBERHASILAN
Tiongkok dengan ketegasan "MENUTUP Wuhan" secara total begitu, mendisiplin
setiap warga ngerem, berdiam dirumah selama 70 hari itu, telah BERHASIL
memutus/menghentikan penyebaran epidemi Covid-19 yg ganas itu berlanjut! Sedang
RAKYAT dengan berdiam dirumah tidak bekerja, ternyata juga TIDAK menimbulkan
jadi tidak bisa makan, dan pemerintah juga tidak perlu mengambil kebijakan
kucurkan dana bantuan uang tunia pada rakyatnya! Cukup menanggung semua
pengeluaran pengobatan pasien Covid-19 itu saja, ... Kok, bisa begitu?
Kemarin ini baca tulisan yang membuat penelitian begini, budaya atau tradisi
masyarakat di Tiongkok dan masyarakat di negara2 kapitalis, khususnya AS, di
Tiongkok sudah menjadi tradisi setiap warga itu harus menyisihkan sebagian
peenghasilannya untuk disimpan, digunakan saat menghadapi bencana alam atau
jatuh sakit. Kalau dulu biasa setiap keluarga itu menyimpan duit dibawah kasur
mereka, sekarang sudah bisa menyimpankan duitnya di bank. Nyaris lebih 90%
tradisi menyimpan ini masih berlangsung sampai sekarang, ...! Apalagi
penghasilan rakyat sudah mencapai kemampuan untuk menyisihkan sebagian duitnya,
hanya sebagian kecil saja yang masih hidup didesa-desa terpencil yang masih
menderita kemiskinan dan mereka TIDAK terganggu epidemi Covid-19 itu!
Sebaliknya di negara2 kapitalis, sudah ratusan tahun terbiasa dengan hidup dari
HUTANG! Bahkan di AS orang bisa gali lubang tutup lubang melangsungkan
hidupnya, jadi begitu harus ngerem dirumah tanpa penghasilan, bagaimana mereka
bisa hiduuup??? Bahkan katanya mereka tetap berteriak sekalipun dikasih
$1,200.-/orang, MANA CUKUP! Lha, untuk bayar sewa rumah, kredit mobil setiap
bulannya saja sudah tidak cukup, ... Nah, lhooo! Itupula SEBAB sebelum usaha
mengatasi dan mengendalikan epidemi Corona ini ada titik terang, sudah terdesak
untuk kembali BEKERJA dan BERPRODUKSI lagi! RAKYAT tidak tahan, pemerintah juga
TIDAK sanggup menunjang, ... Lalu? PASTI epidemi covid-19 akan makin meluas dan
molor entah kapan baru teratasi, ... dengan jatuh korban jiwa terus meningkat!
Sungguh sangat prihatin, menyedihkan dan menakutkan, ... mengharapkan epidemi
bisa terhenti dengan sendirinya sebagaimana harapan Trump itu!
kh djie [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/10 上午 01:15 寫道:
Bung Jo, Terimakasih penjelasannya. KH
Op za 9 mei 2020 om 18:44 schreef B.H. Jo <[email protected]>:
Bung Djie,
Peraturannya begini:
U.S. citizens and U.S. resident aliens will receive the Economic Impact Payment
of $1,200 for individual or head of household filers, and $2,400 for married
filing jointly if they are not a dependent of another taxpayer and have a work
eligible Social Security number with adjusted gross income up to:
- $75,000 for individuals if their filing status was single or married
filing separately
- $112,500 for head of household filers and
- $150,000 for married couples filing joint returns
Salam, BH Jo
On Saturday, May 9, 2020, 10:18:29 AM CST, kh djie [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Ada teman di Californis yang keheranan dapat 2400,- dollar dari
pemerintah Amerika. Padahal dia sudah umur 80 tahun dan punya pensiun cukup.
Apa aturannya di sana semua orang dapat, baru dianggap adil?
Op za 9 mei 2020 om 17:57 schreef Al Faqir Ilmi [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:
Berdamai dengan kenyataan.
by.. Erizeli Jely Bandaro
Rencana pemerintah untuk menerbitkan pandemi bond kemungkinan batal. Apa
pasal? karena dana tabungan pemerintah dan realokasi APBN/APBD lebih dari cukup
untuk menghadapi pandemi COVID-19. DPR yang tadinya berharap pemerintah cetak
uang, dan terbitkan QE kini kandas. Saya berpikir sederhana saja. Kalau QE dan
Cetak uang disetujui, pandemi ini tidak akan selesai sampai tahun depan.
Mengapa ? Pejabat PEMDA akan terus menggoreng masalah COVID-19 ini agar dana
mudah terus mengalir, dan para politisi akan terus memprovokasi ancaman Corona
agar dana transfer ke Daerah semakin besar. Semakin lama covid-19 diurus
semakin lama pesta berlangsung.
Disamping itu, beberapa pengusaha sudah berharap ada dana stimulus dari
pemerintah. Saya dengar informasi, ada beberapa konglomerat sudah mengalami
kesulitan bayar cicilan dan bunga bank. Berharap dapat program relaksasi dari
pemerintah. Beberapa bank juga sudah mulai merancang kebutuhan kredit
likuiditas agar dapat bantuan stimulus dari pemerintah. Tetapi apa yang
terjadi? Team Jokowi itu engga bego amat. Mereka sangat kenal watak politisi
dan pengusaha. Selalu memanfaatkan situasi genting agar bisa memeras
pemerintah, dan pada waktu bersamaan para politisi yang dekat pengusaha bisa
menikmati uang mudah itu.
Ingat kasus 98. Segelintir default , semua rame rame bilang dafault. Padahal
belum default betul. Tetapi elite politik ex Orba era Habibie membantu
pengusaha dapatkan dana mudah dari BI dalam bentuk KLBI dan BLBI, dan sebagian
besar dana itu terbukti mengalir ke luar negeri dan melalui MSA, sebagai
obligor, mereka menyerahkan asset busuk kepada pemerintah. Setelah masuk
BPPN, asset itu mereka beli lagi dengan harga 30%. Pengusaha dan elite politik
kita memang mental garong.
Dengan adanya pembatalan pandemi bond dan cetak uang, tidak ada program
dapatin uang mudah. Uang yang ada berasal dari tabuhngan dan penghematan
anggaran. Pemerintah hanya focus kepada UKM dan usaha kecil informal. Bagi
mereka tersedia dana subsidi bunga dan penjadwalan utang. Sementara bagi rakyat
kecil, tersedia bantuan jaring pengaman sosial. Makanya jangan kaget bila
banyak pemda yang sudah mulai boring dengan COVID-19. “ Kalau engga ada duitnya
ngapai diurus, apalagi sampai mangkas anggaran kita”. Beberapa pengusaha besar
mulai ngeluh nyalahin jokowi, bilang jokowi engga tegas.
Sikap pejabat pemerintah yang keliatannya maju mundur dan akhirnya males
karena memang harapan pesta Virona dapat menghasilkan uang, ternyata hasilnya
amsiong. Kalau harus sibuk bagi bagi bansos dan pakai mangkas Anggaran segala,
mending cepat ajalah Corona ini berakhir. Yang tersisa kini adalah suara putus
asa “ kan engga bisa dipastikan kapan corona berakhir, dan mengapa tidak
mendengar kata ahli.” Kata mereka. Namun mereka lupa, begitu banyak profesor
dan doktor ahli, faktanya belum bisa temukan vaksin, yang ada hanya opini dan
narasi. Makanya ABas itu realistis “ Engga ada duit! Liat aja setelah tanggal
22 Mei, kisah corona akan terlupakan.
Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone