- Trump abolished free trade and declared trade war
- help me in election- trade agreement-Trump praised Xi in handling Corona-virus
kalau dilihat diatas kelihatannya ya mau, tetapi itu sebelum Trump mengkambing 
hitamkan Tiongkok dan juga peluang Trump menang pemilu masih besar. 
Sekarang ya tidak tahu, kebanyakannya ya tidak jadi/mau, si Trump bukan dalam 
posisi yang baik dan kemungkinan besar kalah pemilu.

    On Thursday, June 18, 2020, 06:04:19 PM PDT, ChanCT [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:  
 
 

 
Lalu, .... maukah Tiongkok mengulurkan tangan membantu menangkan Trump, setelah 
hampir 4 tahun ini digempur terus???
 

 
 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 2020/6/19 上午 03:02 寫道:
  
 
    terungkaplah hal yang sudah diketahui 
  
      On Thursday, June 18, 2020, 12:21:39 AM PDT, Sunny ambon 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:  
  
     
 
 
https://www.suara.com/news/2020/06/18/114522/terungkap-donald-trump-minta-china-bantu-menangkan-dirinya-di-pilpres-2020
  
   

 
 
Terungkap! Donald Trump Minta China Bantu Menangkan Dirinya di Pilpres 2020
   Bangun Santoso Kamis, 18 Juni 2020 | 11:45 WIB  
     
Gedung Putih menyerang Bolton tapi tak berkomentar atas isi bukunya
   
< span style="margin: 0px;padding: 0px;font-style: inherit;font-weight: 
700;font-stretch: inherit;font-size: inherit;font-family: 
inherit;vertical-align: baseline;">Suara.com - Mantan penasihat keamanan 
nasional John Bolton menulis lewat buku barunya bahwa Presiden Amerika Serikat 
Donald Trump pernah meminta bantuan Presiden China Xi Jinping agar dia terpilih 
kembali dalam pemilihan pr esiden 2020.
 
Bolton, penasihat dalam kebijakan luar negeri dan penganjur perang yang dipecat 
Trump atas perbedaan beleid, juga mengatakan bahwa presiden AS itu telah 
menyatakan keinginannya untuk menghentikan penyelidikan-penyelidikan kriminal 
untuk memberikan "keberpihakan pribadi kepada para diktator yang dia sukai".
 
Pernyataan-pernyataan Bolton itu dikutip oleh koran terkemuka The New York 
Times, Wall Street Journal, dan Washington Post dari buku bertajuk "The Room 
Where It Happened: A White House Memoir" yang dipublikasikan pada Rabu..
 
Gedung Putih menyerang Bolton tapi tak berkomentar atas isi bukunya.
 
Tuduhan-tuduhan itu merupakan bagian dari sebuah buku yang pemerintah AS pada 
Selasa tuntut untuk menghadang Bolton menerbitkan bukunya. Pemerintah 
berpendapat bahwa buku itu berisi informasi rahasia negara dan akan merongrong 
keamanan nasional. Pemerintah sedang mengupayakan dengar pendapat dengan 
pengadilan pada Jumat.
 
Baca Juga:Kontroversial! Trump Sarankan Penghentian Tes untuk Turunkan Kasus 
Covid-19
 
Bersama-sama, koran-koran itu juga menggambarkan seorang presiden AS, yang 
dicemooh oleh para penasihat utamanya, yang memaparkan dirinya pada 
tuduhan-tuduhan pelanggaran hukum yang jauh lebih luas dari pada tuduhan yang 
mendorong DPR yang dikuasai Partai Demokrat untuk memakzulkan Trump tahun lalu.
 
Senat yang dikuasai Partai Republik membebaskan Trump (dari pemakzulan) pada 
awal Februari. Trump dituduh menahan bantuan militer AS tahun lalu untuk 
menekan Presiden Ukrania yang baru terpilih Volodymir Zelensky agar memberikan 
informasi yang merugikan lawan politiknya Joe Biden dari Partai demokrat.
   
 
       

  

Kirim email ke