Tentang apakah Xi mau membantu Trump terpilih lagi tentu tidak tertulis 
didalam trade agreement, tetapi Trump membutuhkan Tiongkok membeli agrikultur 
(kedele dalam hal ini) dari red states yang merupakan basis dukungan Trump dan 
itu memang ada tetapi dengan adanya Covid jadi tertunda atau mungkin tidak jadi.
Trump terbukti sangat tidak kompeten dalam penanganan Covid ini, yang meminta 
unemployment insurance (artinya jadi pengangguran) ada 40+ juta orang, menurut 
the Fed GDP tahun ini diperkirakan terkontraksi sekitar 8.5%, belum lagi 
banyaknya kasus Covid yang terus membludak, secara logis memang tidak mungkin 
terpilih lagi.
Tetapi ada juga hal2 yg bisa membuat Trump terpilih lagi, electoral colleges 
dan cheating (kecurangan) seperti voters suppression dan berbagai tehnikal yg 
membuat orang sukar nyoblos seperti misalnya Trump menentang vote by mail lha 
padahal covid kan resiko tinggi yang membuat orang tidak nyoblos, kita bisa 
bilang untuk mengalahkan Trump harus menang dengan selisih yang banyak. Tidak 
tahu nantinya bagaimana kita lihat saja.
Healthcare di US yang employer based sebetulnya bagus juga, tetapi kelihatannya 
tidak cocok waktu pandemi sepert sekarang ini. Pada pokoknya seperti ini:- 
Orang tua 65+ --> Medicare- Tidak mampu --> Medicaid- Kelas menengah --> 
subsidi- Kaya --> bayar mahal- Karyawan --> employer based insurance
Nah pada waktu pandemi ini banyak yang kehilangan pekerjaan (40+ juta orang) 
sehingga dengan sendirinya kehilangan asuransi kesehatannya. Inilah yang jadi 
problem.


    On Friday, June 19, 2020, 05:27:56 PM PDT, ChanCT <[email protected]> 
wrote:  
 
  
Saya lihat, pihak usaha pihak Tiongkok bukan dalam rangka "membantu" menangkan 
Trump di Pilpres 2020 nanti, tapi sekadar TIDAK membuat hubungan kedua negara 
jadi lebih tegang yang jelas-jelas merugikan rakyat kedua-belah pihak saja, ... 
Apa yang dilakukan Tiongkok sedapat mungkin mentaati hasil perjanjian yang 
telah disepakati kedua belah pihak saja, sekaloipun nampak masih beda sangat 
jauh, misalnya tuntutan AS Tiongkok membeli hasil produksi pertanian, khususnya 
kedelai AS sampai $50M, tapi kabarnya kemarin ini baru siap $5M saja, ...!
 
Tapi, ... nampaknya kondisi Trump yang membuat AS lebih terpuruk menghadapi 
wabah Covid-19 dan aksi Anti-rasialisme pasti kalah di pilpres 2020 kali ini, 
TAK ADA kekuatan luar darimanapun yang bisa menolong!
 
Tapi lagi, bung Goei, sudah baca terjemahan <<Inilah Tiongkok>> ke-58 Mendalami 
Demokrasi Rakyat, kemarin ini? Ada yang menyatakan apakah betul begitu bututnya 
asuransi kesehatan di Amerika yang selama ini justru dibangga-banggakan dunia? 
Seperti yang dicontohkan Prof. Zhang itu, orang tidak berani memanggil 
ambulanse karena tidak kuat harus bayar $2000,- sedang di HK, orang seenaknya 
saja panggil ambulanse, karena GRATIS! Hanya saja tidak bisa/boleh pilih mau ke 
RS mana dan, ... ada yang bilang lama tunggu giliran diperiksa dokter nya!
 
Sehubungan dengan wabah Covid-19, saya juga dengar ada keluarga Tionghoa 
migran, sudah menjadi AS, yang bekerja dilaboratorium biologies, sudah positif 
kena Covid-19, tapi oleh RS disuruh pulang "isolasi diri" istirahat dirumah dan 
tanpa ada obat! Begitu takut dan kuatirnya perempuan ini, bersama suami dan 
seorang putranya, terbang kembali ke Shanghai. Agar lolos di airport, dia 
sebelum terbang minum obat penurun-panas. Mendarat di Shanghai, dia bisa masuk 
RS diobati, tapi sebagai orang asing harus BAYAR penuh biaya pengobatan! Tidak 
lagi gratis sebagaimana warga Tiongkok yang juga diharapkan itu! Tapi, dia juga 
menyatakan, rekan kerjanya ada 3 orang yang dia ketahui juga positif Covid-19, 
... TIDAK diobati dan hanya disuruh isolasi dirumah saja!
 
Itulah salah satu sebab mengapa angka kematian di AS begitu tinggi, ... sikap 
RRT yang mengutamakan kepeentingan/keselamatan RAKYAT, pertama menampung semua 
pasien positif Covid-19 di RS, katakanlah di barak RS-darurat yg dibangun 
cepat.  Biar virus-Covid-19 tidak merebak lebih luas, menularkan keorang lain 
dan keluarga dirumah! Kedua, mereka justru diobati sejak awal masih ringan, ... 
biar sakitnya TIDAK memberat menjadi serius bahkan mati! Begitu gejala sakit 
memberat baru diobati, jadinya lebih sulit disembuhkan dan tentu saja lebih 
banyak yang matiiii, ....  Ketiga, pengeluaran biaya yang dibutuhkan, 
sepenuhnya ditanggung NEGARA!
 
 

 
 

 
 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 2020/6/20 上午 12:24 寫道:
  
 
      - Trump abolished free trade and declared trade war
  - help me in election - trade agreement -Trump praised Xi in handling 
Corona-virus 
  kalau dilihat diatas kelihatannya ya mau, tetapi itu sebelum Trump 
mengkambing hitamkan Tiongkok dan juga peluang Trump menang pemilu masih besar. 
 
  Sekarang ya tidak tahu, kebanyakannya ya tidak jadi/mau, si Trump bukan dalam 
posisi yang baik dan kemungkinan besar kalah pemilu. 
  
      On Thursday, June 18, 2020, 06:04:19 PM PDT, ChanCT [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:  
  
     
 
 
Lalu, .... maukah Tiongkok mengulurkan tangan membantu menangkan Trump, setelah 
hampir 4 tahun ini digempur terus???
 

 
 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 2020/6/19 上午 03:02 寫道:
  
 
      terungkaplah hal yang sudah diketahui 
  
      On Thursday, June 18, 2020, 12:21:39 AM PDT, Sunny ambon 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:  
  
     
 
 
https://www.suara.com/news/2020/06/18/114522/terungkap-donald-trump-minta-china-bantu-menangkan-dirinya-di-pilpres-2020
  
   

 
 
Terungkap! Donald Trump Minta China Bantu Menangkan Dirinya di Pilpres 2020
   Bangun Santoso Kamis, 18 Juni 2020 | 11:45 WIB  
     
Gedung Putih menyerang Bolton tapi tak berkomentar atas isi bukunya
   
< span style="margin: 0px;padding: 0px;font-style: inherit;font-weight: 
700;font-stretch: inherit;font-size: inherit;font-family: 
inherit;vertical-align: baseline;">Suara.com - Mantan penasihat keamanan 
nasional John Bolton menulis lewat buku barunya bahwa Presiden Amerika Serikat 
Donald Trump pernah meminta bantuan Presiden China Xi Jinping agar dia terpilih 
kembali dalam pemilihan pr esiden 2020.
 
Bolton, penasihat dalam kebijakan luar negeri dan penganjur perang yang dipecat 
Trump atas perbedaan beleid, juga mengatakan bahwa presiden AS itu telah 
menyatakan keinginannya untuk menghentikan penyelidikan-penyelidikan kriminal 
untuk memberikan "keberpihakan pribadi kepada para diktator yang dia sukai".
 
Pernyataan-pernyataan Bolton itu dikutip oleh koran terkemuka The New York 
Times, Wall Street Journal, dan Washington Post dari buku bertajuk "The Room 
Where It Happened: A White House Memoir" yang dipublikasikan pada Rabu..
 
Gedung Putih menyerang Bolton tapi tak berkomentar atas isi bukunya.
 
Tuduhan-tuduhan itu merupakan bagian dari sebuah buku yang pemerintah AS pada 
Selasa tuntut untuk menghadang Bolton menerbitkan bukunya. Pemerintah 
berpendapat bahwa buku itu berisi informasi rahasia negara dan akan merongrong 
keamanan nasional. Pemerintah sedang mengupayakan dengar pendapat dengan 
pengadilan pada Jumat.
 
Baca Juga:Kontroversial! Trump Sarankan Penghentian Tes untuk Turunkan Kasus 
Covid-19
 
Bersama-sama, koran-koran itu juga menggambarkan seorang presiden AS, yang 
dicemooh oleh para penasihat utamanya, yang memaparkan dirinya pada 
tuduhan-tuduhan pelanggaran hukum yang jauh lebih luas dari pada tuduhan yang 
mendorong DPR yang dikuasai Partai Demokrat untuk memakzulkan Trump tahun lalu.
 
Senat yang dikuasai Partai Republik membebaskan Trump (dari pemakzulan) pada 
awal Februari. Trump dituduh menahan bantuan militer AS tahun lalu untuk 
menekan Presiden Ukrania yang baru terpilih Volodymir Zelensky agar memberikan 
informasi yang merugikan lawan politiknya Joe Biden dari Partai demokrat.
   
 
       
 
          

Kirim email ke