Hahahaa, ... dalam kenyataan hidup didalam masyarakat dimanapun kita
berada, TIDAK ada yang namanya DEMOKRASI mutlak! Yang ada hanyalah
demokrasi terbatas, tentu sangat tergantung dari Pemerintah yang
berkuasa yang memberikan batas sampai dimana DEMOKRASI dan KEBEBASAN
pribadi itu diperbolehkan! Siapapun yang menginjak dan menabarak batasan
itu tentu akan ditindak HUKUM yang berlaku, ...
Lalu, benarkah bisa dikatakan DEMOKRASI di HK menurun bahkan tiada
setelah UU-Keamanan negara itu disahkan? Tentu saja TIDAK! Demokrasi di
HK TIDAK BERUBAH, yang ada dan akan terjadi memberi kekuatan HUKUM
mencabut KEBEBASAN sekelompok kekuatan yang selama ini melakukan
kegiatan subversif, HongKong Merdeka, bersekongkol dengan ASING, ...!
Jadi, bagi mereka-mereka, kacoa2 perusuh HK itu yang selama ini
berteriak HK-Merdeka, Revolusi Jaman, hendak gulingkan Pemerintah HK
itulah yang tercabut DEMOKRASI nya! Untuk menghentikan kerusuhan dan
menertibkan kembali keamanan dan ketentraman Hong Kong, ...
Sebenarnya saja, DEMOKRASI itu MUTLAK bagi kepentingan rakyat luas,
bukan diperuntukkan kepentingan pribadi sekelompok dengan merugikan
kepentingan rakyat banyak! Menghadapi pandemi, merebaknya Covid-19 lebih
8 bulan terakhir ini, baik bisa diamati lebih lanjut! Sangat mencolok
beda Tiongkok dan negara-barat khususnya Amerika yang selalu merasa diri
paling demokrasi itu! Lalu berteriak dengan diembel-embeli dengan jiwa
kemanusiaan pula, ...
Tiongkok menempuh jalan secara radikal MENUTUP kota-Wuhan, sekalipun
harus menanggung kerugian ekonomi yang sangat besar! Tapi negara-barat
menuduh itu sikap sangat tidak demokratis, melanggar kebebasan pribadi,
mendisiplin orang berdiam dirumah dan sangat tidak manusiawi, ... Begitu
kerasnya Tiongkok menjalankan prinsip mengisolasi diri, khususnya bagi
yang postif Covid-19, masih dibulan Februari, sudah terdengar berita
menindak ratusan kader/pejabat. Antara lain yang menarik dan teringat
oleh saya: Seorang pejabat tinggi Wuhan yang positif Covid-19 harus
diisolasi di RS, melarikan diri pulang dan bersembunyi dirumah ke-2 yang
tidak biasa ditinggali. Alasannya, RS penuh tidak ada lagi kamar khusus
utk pejabat! Pejabat tsb. dijatuhi hukuman dengan menurunkan setingkat
uang-pensiun yg didapatkan dan harus meringkuk bersama-sama rakyat di
barak RS Darurat yang menampung pasien ringan; Seorang pejabat tinggi
Wuhan dipecat, karena setelah Wuhan ditutup, masih keluar dan pulang
kampung merayakan ulang-tahun orang tuanya!
Yaaa, ... kebebasan pribadi bagaimanapun juga TUNDUK pada kepentingan
orang banyak! TANPA ada disiplin keras mengeram diri, dan ikuti
ketentuan pemerintah untuk melancarkan Perang Melawan Covid-19 itu,
bagaimana bisa lebih cepat mengendalikan dan menghentikan penyebaran
lebih luas pendemi itu???!!! Dan, ... KEBERHASILAN yang lebih nyata,
angka kematian bisa dikurangi secara drastis! Dengan mengisolasi secara
ketat, pasien positif Covid-19, pasien ringan ditampung dibarak
RS-darurat, biar tidak menyebarkan virus lebih luas dan diobati dengan
berbagai cara agar penyakit tidak menjadi lebih berat, ...
Bagaimana dengan negara-barat, khususnya Amerika? Karena penekannya pada
demokrasi, kebebasan pribadi, TIDAK BISA mendisiplin warga menggunakan
masker, sungguh sangat menyedihkan tadi pagi dengar berita, di Perancis
sopir bus dipukuli sampai pingsan dan mati di RS, hanya karena melarang
2 orang yang naik bus tidak pakai masker! TIDAK BISA mendisiplin warga
mengisolasi diri dirumah, bahkan masih saja menggerombol makan-minum
bersama, ... segala bentuk pesta juga tetap tidak dicegah, Lalu, ...
karena sistem pengobatan yang tergantung asuransi, sekalipun sudah
positif Covid-19 tidak ada isolasi khusus, orang disuruh pulang ngerem
diri dirumah saja, juga tanpa ada pengobatan yang dilakukan! Akibatnya
di AS saja setiap hari puluhan ribu peningkatan orang sakit dan yang
mati saja sudah lebih 130 ribu jiwa! Dan, ... sampai sekarang BELUM juga
ada tanda statistik menurun, mereda dan terkendalikan sudah terdesak
menormalkan kehidupan ekonomi! Mau mati kena Covid-19 atau mati
kelaparan, ... menjadi tantangan! Itulah DEMOKRASI absurd yang dipegang
negara-barat, khususnya AS!
Bung pilih DEMOKRASI yang mana, ...??? Hehehee, ...
Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 2020/7/8 下午 10:26
寫道:
Chan tidak paham demokrasi jadinya ya tidak tahu, di US dijaman Trump
sekalipun yang ingin berkuasa secara mutlak demokrasi tetap berjalan.
Sebagai contoh Trump mematikan program DACA atau dikenal dengan nama
Dreamer yg memberikan ijin kerja dan sekolah para imigran gelap yang
dibawah ke US sewaktu masih anak2, kasus ini dibawah ke Supreme Court
dan Trump kalah. Juga dalam kasus lgbtq Trump kalah di Supreme Court,
hal yang menunjukkan trias politica tetap berjalan. Sewaktu Trump
berkata bohong press akan mengungkap dan memberikan fact checks dlsb,
saat ini memang Trump masih jadi presiden tetapi bulan Nov. nanti
rakyat akan menentukan apakah mendepak Trump. Hal2 seperti ini tidak
mungkin terjadi di Tiongkok karena suara2 sumbang sudah langsung
dibekap orangnya diciduk hilang tak tahu kemana sampai ber-bulan2.
On Wednesday, July 8, 2020, 04:15:35 AM PDT, Tatiana Lukman
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Coro-coro remo=kapitalis tidak pernah membutuhkan demokrasi borjuis,
karena selalu Bersama dengan para penguasa, maka itu tidak bias
merasakan kehilangan.. Trump bias didepak karena Imperialis AS masih
melakukan demokrasi borjuisnya dengan pemilu, kalau kekaisaran
Xijinping Alias imperialis Cina, nggak ada pemilu sama sekali!!!
Gimana caranya bias ngedepak Kaisan Xi??
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
Windows 10
*From: *Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]
<mailto:[email protected]>
*Sent: *Wednesday, 8 July 2020 08:46
*To: *[email protected] <mailto:[email protected]>
*Subject: *Re: [GELORA45] Why I left China for Good!
Trump sebentar lagi juga kena depak
On Tuesday, July 7, 2020, 11:14:16 PM PDT, ChanCT [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Yang jelas dan pasti, ... demokrasi di AS dibawah Trump 4 tahun
terakhir ini TIDAK lebih baik ketimbang di Hong Kong, ...! DEMOKRASI
di HK sekarang sudah jauh, jauh lebih baik dibanding masa kolonial, ...
Tatiana Lukman [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] 於2020/7/8 上午12:42 寫道:
Ha...ha. lantas apa isi ruang yang kosong melompong itu? Coro-coro
remo-kapitalis??
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986>
for Windows 10
*From: *Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]
<mailto:[email protected]>
*Sent: *Tuesday, 7 July 2020 04:47
*To: *[email protected] <mailto:[email protected]>
*Subject: *Re: [GELORA45] Why I left China for Good!
cuman buku-buku demokrasi yang hilang, ruangnya masih ada kosong
melompong
On Monday, July 6, 2020, 06:09:27 PM PDT, ChanCT
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected]> <mailto:[email protected]> wrote:
*TIDAK ADA ruang DEMOKRASI yang HILANG dengan dikeluarkannya
UU-Keamanan Nasional di HK! Kecuali bagi mereka-mereka yang
merlakukan kegiatan sparatis, subversi, teroris dan bersekongkol
dengan kekuatan asing di HK!*
Tatiana Lukman [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] 於2020/7/7 上午04:48 寫道:
Sama sekali tidak heran melihat dua video ini tentang keadaan
Cina kapitalis/imperialis. Mudah-mudahan berhasil membawa
keluar keluarganya. Ruang “demokrasi borjuis”di HK pun
akhirnya hilang!!!
Sent from Mail
<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows 10
*From: *Sunny ambon [email protected] [GELORA45]
<mailto:[email protected]>
*Sent: *Monday, 6 July 2020 20:03
*Subject: *[GELORA45] Why I left China for Good!
https://www.youtube.com/watch?v=nWgqdfAomVI
https://www.youtube..com/watch?v=z7CPqROtanA
<https://www.youtube.com/watch?v=z7CPqROtanA>