SAMPAH!!! Sent from Mail for Windows 10
From: ChanCT [email protected] [GELORA45] Sent: Sunday, 12 July 2020 06:00 To: Tatiana Lukman; GELORA_In Subject: Re: [GELORA45] Why I left China for Good! [1 Attachment] Bagi seorang yang KALAH dan sudah lebih 100 tahun BELUM juga berhasil menangkan perjuangan mewujudkan mimpinya, apalagi bagi orang-orang yang merasa diri PALING PINTAR itu, apakah TIDAK MALU kok bisa-bisanya menyalah-nyalahkan perjuangan rakyat yang telah BERHASIL awal (langkah pertama) mewujudkan mimpinya, setelah berkuasa dan tegak berdiri diatas kaki sendiri membebaskan diri dari kemiskinan, .... Mestinya, yang merasa diri paling pintar itu cobalah BUKTIKAN keheibatan diri keberhasilan yang telah dicapai, bisa dan boleh membandingkan mana lebih baik, lebih makmur... jadi, bukan "MENANG dalam MIMPI", seperti seorang yang sudah berhasil menang lalu berteriak keras mengkritik dan menyalahkan KEBERHASILAN rakyat lain, ...! Jalan Sosialisme berkarakter Tiongkok sekarang ini memang unik, jalan yang BELUM pernah ada keduanya dan sedang ditempuh didunia ini, ... tidak salah bukan saja kapitalis-kapitalis diikut sertakan dalam pembangunan ekonomi, bahkan juga keunggulan sistem kapitalis seperti "ekonomi pasar"nya dengan berani digunakan, tapi ingat, TIDAK SEMUA kapitalis dan sistem-kapitalis itu diikut sertakan dan digunakan! Hanya yang dianggap BERGUNA dan MENGUNTUNGKAN RAKYAT banyak yang digunakan! Dengan tegas menyingkirkan, dan membuang yang dianggap merugikan kepentingan RAKYAT banyak! Entah nenek yang satu ini pernah mengikuti dan memperhatikan tidak konglomerat-konglomerat yang bermunculan setelah Deng membuka pintu, MEMPERKENANKAN sementara orang kaya dahulu, diantaranya juga terdengar nama anak "MANTU" tertua Deng, yang bernama Wu JianChang (吳建常), ditahun 2012 termasuk salah seorang 100 terkaya didunia menurut Fobbes, tahun 2018 meninggal diusia 79 tahun. Ada satu lagi mantan cucu "MANTU" Deng yang bernama Wu Xiaohui (吳小暉), seorang pengusaha yang bergerak dibidang Asuransi, awal 2018 ditahan dan melalui proses pengadilan dijatuhi hukuman 18 tahun dengan tuduhan penipuan, penyuapan dalam menjalankan usaha. Saya ingat ada satu tulisan Dahlan Iskan, membandingkan 2 pengusaha konglomerat Tiongkok, yang satu Wu Xiaohui, anak mantu Deng ini TIDAK nurut pemerintah nyelonong menempuh jalan serong untuk meraih kekayaan, akhirnya ditindak HUKUM, ... sedang satu lagi Wang Jianlin, Wanda Group, yang ditahun-tahun 2015 sudah tumbuh menjadi seorang Tionghoa terkaya didunia. Seorang pengusaha yang sangat agresif dan berani dalam mengembangkan usaha, sempat membeli saham AMC, Hotel Mewah di New York, ... tapi begitu memasuki tahun 2017 pemerintah Tiongkok menghendaki kurangi bahkan hentikan penanaman modal besar-besaran diluarnegeri, Wang bisa nuruti ketentuan sekalipun harus menanggung kerugian besar. Di Tahun 2018 sudah jatuh dan tidak menjadi orang terkaya di Tiongkok lagi. Sekilas saya mengikuti kegiatan Wang yang mantan TPRT dan anggota PKT ini, tidak hanya pengusaha-sehat yang mentaati HUKUM, sekalipun berhasil meraih kekayaan berlimpah tetap ikut memperhatikan dan peduli dalam kegiatan membebaskan kemiskinan masyarakat Tiongkok, Wang dengan Wanda Groups juga terlibat aktif. Salah satu proyek keberhasilan mengentaskan desa-miskin yang diangkat ditahun 2019, adalah Desa Wanda distrik Danzai propinsi Guizhou, yang mulai digarap ditahun 2014. Dengan membangun peternakan babi, perkebunan teh, ... kemudian membangun kawasan turis. Wang sendiri merintis dan melibatkan diri berembuk ke desa-miskin Danzai tsb. Untuk mengikuti bagaimana KEBERHASILAN rakyat Tiongkok membangun negaranya, boleh ikuti tulisan saya "Rahasia Keberhasilan Tiongkok" terlampir. Untuk mengikuti perkembangan desa Danzhai, bagi yang bisa bahasa Tionghoa, bisa mengikuti sendiri di link: https://baijiahao.baidu.com/s?id=1588230658099584627 Suasana Wang (ke-2 dari kiri) ditahun 2014 sedang berembuk dengan kader desa-miskin Danzhai Penduduk suku Miao memberikan pertunjukkan tradisi budaya suku Miao Tatiana Lukman 於 2020/7/12 上午 05:07 寫道: Ha..ha.. coro ini emang gobloknya nggak ketolongan... Siapa yang ngomong soal hak rakyat tiongkok??? Sudah tentu Rakyat Tkk punya hak untuk menentukan jalan yang ingin ditempuh.. soalnya haknya dirampas oleh para penguasa kapitalis-imperialis, dengan kepalanya kaisar Xi!!! Seperti kata professor Jose Maria sison, hanya revisionis kepala batu yang terus menolak untuk mengakui bahwa Tkk sudah jadi imperialis!! Dan almarhum prof. Wertheim yang bilang kapitalisme dimasukan dari pintu depan oleh kaum revisionis yang berkuasa.... Bukan hanya nenek yang satu ini yang bilang Tkk adalah kapitalisme-imperialisme... Hanya coro-coro remo yang terus menyebarkan sampah!!! Sent from Mail for Windows 10 From: ChanCT Sent: Friday, 10 July 2020 13:46 To: Tatiana Lukman; GELORA_In Subject: Re: [GELORA45] Why I left China for Good! [1 Attachment] Didunia ini hanya RAKYAT Tiongkok sendirilah yang berhak menentukan Tiongkok sedang menempuh jalan Sosialisme berkarakter Tiongkok! Orang luar, apalagi nenek yang satu ini sama sekali TIDAK BERHAK menilai apalagi menyalah-nyalahkan KEBERHASILAN rakyat Tiongkok sendiri itu jalan kapitalisme, .... NGAWUR dalam mimpi saja! Tatiana Lukman 於 2020/7/10 下午 05:24 寫道: SAMPAH!!! Kenapa?? Lha masih terus ngotot Cina bersistim sosialis!! Ya tidak ada gunanya berdebat dengan orang yang pengetahuan ekonominya bukan saja rendah tapi NGAWUR!!! Sent from Mail for Windows 10 From: ChanCT Sent: Friday, 10 July 2020 02:03 To: [email protected]; Tatiana Lukman; Jonathan Goeij Subject: Re: [GELORA45] Why I left China for Good! [1 Attachment] Inilah orang-orang yang TIDAK BERHASIL melihat perbedaan DEMOKRASI dibawah sistem kapitalisme dan DEMOKRASI dibawah sistem Sosialisme! Dengan mudah saja menuduh jalan Tiongkok sudah menempuh jalan kapitalisme, ... TIDAK BERANI melihat bahwa dikeluarkannya UU-Keamanan Negara bagi HK justru memberikan kekuatan HUKUM untuk menindak kelompok yang melakukan kegiatan subversif, separatis HK-Merdeka, bersekongkol dengan asing dan teroris, ... Usaha Pemerintah pusat menegakkan landasan HUKUM kembali menentramkan keamanan dan kestabilan Hongkong yang selama 23 tahun terakhir ini dirongrong dan dirusak kegiatan "revolusi-warna" itu! Begitu juga dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini nampak jelas DEMOKRASI dibawah sistem kapitalisme yang lebih mengutamakan kebebasan pribadi daripada kepentingan RAKYAT BANYAK, bukan saja kewalahan mengatasinya dan berakibat jatuh korban ratusan ribu rakyat, sedang dengan DEMOKRASI dibawah sistem sosialisme Tiongkok yang dijalankan dengan sikap mengutamakan kepentingan dan keselamatan RAKYAT BANYAK, menunjukkan KEBERHASILAN dalam waktu 70 hari mengendalikan wabah Covid-19 dan secara bertahap memulihkan kehidupan ekonomi dan normalisasi kehidupan masyarakat kembali, ... Sedang ketidak becusan Trump hanya membuat pemerintah AS makin terpuruk dan rakyat Amerika jatuh korban lebih buaaanyak saja! Bagaimana mungkin kepemimpinan Trump bisa dibandingkan dengan kepemimpinan Xi Jinping? Trump membuat banyak rakyat Amerika tidak-puas bahkan MARAH dan akhirnya juga TIDAK BERHASIL menjatuhkan, sedang sampai sekarang Xi TETAP didukung kuat oleh rakyat Tiongkok! Tidak ada kekuatan yang hendak menjatuhkan, ...! Lalu, ... kalau pertanyaannya apa di Tiongkok KETUA atau Sekjen PKT tidak bisa di jatuhkan? Tentu saja BISA! Tetap saja kalau jelas ada kesalahan berat bisa dijatuhkan oleh Kongres PKT, sedang pimpinan Negara dijatuhkan di Kongres Rakyat! Apa yang dipermasalahkan? Mau bilang DEMOKRASI-Borjuis dinegara kapitalis dengan pemilihan langsung lebih baik ketimbang DEMOKRASI musaywarah-perwakilan yang TETAP dijalankan Tiongkok? Lha, kenyataan KEBERHASILAN RRT mengejar keunggulan AS disegala bidang, telah menjadi ANCAMAN BERAT AS, dan kenyataan RRT BERHASIL membebaskan 1,4 Milyar rakyatnya dari KEMISKINAN, ... bukan saja dengan kecepatan tinggi berhasil mengatasi pandemi yang merebak diTiongkok tapi juga berkemampuan keluar membantu banyak negara didunia, ...! Mana lebih baik sistem kapitalisme yang dibangga-banggakan dikepalai AS itu atau sistem Sosialisme yang dijalankan Tiongkok sekarang ini, .... pilih saja sendiri! Tiongkok tidak ada kehendak memaksakan orang dan negara lain untuk mengikuti jalan Tiongkok, juga TIDAK melakukan ekspor revolusi seperti dahulu lagi! Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/7/9 下午 11:39 寫道: Inilah yang namanya debat kusir. Cara yang selalu dipakai coro remo-imperialis , karena tidak bias membantah argumentasi tentang demokrasi borjuis yang dipreteli di HK-China. Sebenarnya yang didebatkan adalah masalah demokrasi borjuis. Tapi akhirnya masalahnya dibawa ke soal kebijakan terhadap COVID-19. Dasar ...... Sent from Mail for Windows 10 From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] Sent: Thursday, 9 July 2020 16:26 To: [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Why I left China for Good! Trump memang tidak becus sama sekali, itu harus diakui. Pada pemerintahan2 sebelumnya berbagai pandemi berhasil diatasi dengan baik, Ebola th 2014 misalnya di US hanya memakan korban 1 orang itupun terlalu banyak, begitu ada outbreak di Afrika pemerintahan Obama langsung mengirimkan tim medis kesana membantu dan terutama agar tidak meluas ke-mana2. Pemerintahan kali ini praktis tidak ada apapun yang dilakukan, pencegahan juga tidak, bahkan terkesan dipolitisasi. On Thursday, July 9, 2020, 05:35:21 AM PDT, ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: Memangnya kenapa harus dikerucutkan pada ketidak becusan pemerintah Trump? Tidak hanya Trump yang kewalahan mengatasi pandemi Covid-19, negara-negara Eropah juga kewalahan dan sampiai sekarang belum nampak terkendalikan dengan baik! Berita tadi pagi, di Perancis sopir bus dipukuli sampai pingsan dan mati di RS, hanya karena melarang 2 orang yang naik bus tidak pakai masker! Begitulah jiwa DEMOKRASI dinegara-barat, khususnya AS lebih mengutamakan kebebasan pribadi, membuat SULIT mentaati ketentuan pemerintah! Dengan mudahnya menuduh kebijakan Tiongkok "Menutup Wuhan" TIDAK DEMOKRATIS, sedang mendisiplin orang berdiam dirumah dianggap tidak manusiawi, melanggar HAM! Itulah perbedaan demokrasi kapitalis dengan demokrasi sosialis yang masih dijalankan Tiongkok. DEMOKRASI Tiongkok yang lebih mengutamakan kepentingan dan keselamatan RAKYAT BANYAK! Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 2020/7/9 上午 10:58 寫道: Anda mencampur adukkan antara demokrasi dan ketidak becusan pemerintahan Trump dalam menangani covid. On Wednesday, July 8, 2020, 07:00:23 PM PDT, ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: Hahahaa, .... dalam kenyataan hidup didalam masyarakat dimanapun kita berada, TIDAK ada yang namanya DEMOKRASI mutlak! Yang ada hanyalah demokrasi terbatas, tentu sangat tergantung dari Pemerintah yang berkuasa yang memberikan batas sampai dimana DEMOKRASI dan KEBEBASAN pribadi itu diperbolehkan! Siapapun yang menginjak dan menabarak batasan itu tentu akan ditindak HUKUM yang berlaku, ... Lalu, benarkah bisa dikatakan DEMOKRASI di HK menurun bahkan tiada setelah UU-Keamanan negara itu disahkan? Tentu saja TIDAK! Demokrasi di HK TIDAK BERUBAH, yang ada dan akan terjadi memberi kekuatan HUKUM mencabut KEBEBASAN sekelompok kekuatan yang selama ini melakukan kegiatan subversif, HongKong Merdeka, bersekongkol dengan ASING, ...! Jadi, bagi mereka-mereka, kacoa2 perusuh HK itu yang selama ini berteriak HK-Merdeka, Revolusi Jaman, hendak gulingkan Pemerintah HK itulah yang tercabut DEMOKRASI nya! Untuk menghentikan kerusuhan dan menertibkan kembali keamanan dan ketentraman Hong Kong, .... Sebenarnya saja, DEMOKRASI itu MUTLAK bagi kepentingan rakyat luas, bukan diperuntukkan kepentingan pribadi sekelompok dengan merugikan kepentingan rakyat banyak! Menghadapi pandemi, merebaknya Covid-19 lebih 8 bulan terakhir ini, baik bisa diamati lebih lanjut! Sangat mencolok beda Tiongkok dan negara-barat khususnya Amerika yang selalu merasa diri paling demokrasi itu! Lalu berteriak dengan diembel-embeli dengan jiwa kemanusiaan pula, ... Tiongkok menempuh jalan secara radikal MENUTUP kota-Wuhan, sekalipun harus menanggung kerugian ekonomi yang sangat besar! Tapi negara-barat menuduh itu sikap sangat tidak demokratis, melanggar kebebasan pribadi, mendisiplin orang berdiam dirumah dan sangat tidak manusiawi, ... Begitu kerasnya Tiongkok menjalankan prinsip mengisolasi diri, khususnya bagi yang postif Covid-19, masih dibulan Februari, sudah terdengar berita menindak ratusan kader/pejabat. Antara lain yang menarik dan teringat oleh saya: Seorang pejabat tinggi Wuhan yang positif Covid-19 harus diisolasi di RS, melarikan diri pulang dan bersembunyi dirumah ke-2 yang tidak biasa ditinggali. Alasannya, RS penuh tidak ada lagi kamar khusus utk pejabat! Pejabat tsb. dijatuhi hukuman dengan menurunkan setingkat uang-pensiun yg didapatkan dan harus meringkuk bersama-sama rakyat di barak RS Darurat yang menampung pasien ringan; Seorang pejabat tinggi Wuhan dipecat, karena setelah Wuhan ditutup, masih keluar dan pulang kampung merayakan ulang-tahun orang tuanya! Yaaa, ... kebebasan pribadi bagaimanapun juga TUNDUK pada kepentingan orang banyak! TANPA ada disiplin keras mengeram diri, dan ikuti ketentuan pemerintah untuk melancarkan Perang Melawan Covid-19 itu, bagaimana bisa lebih cepat mengendalikan dan menghentikan penyebaran lebih luas pendemi itu???!!! Dan, ... KEBERHASILAN yang lebih nyata, angka kematian bisa dikurangi secara drastis! Dengan mengisolasi secara ketat, pasien positif Covid-19, pasien ringan ditampung dibarak RS-darurat, biar tidak menyebarkan virus lebih luas dan diobati dengan berbagai cara agar penyakit tidak menjadi lebih berat, ... Bagaimana dengan negara-barat, khususnya Amerika? Karena penekannya pada demokrasi, kebebasan pribadi, TIDAK BISA mendisiplin warga menggunakan masker, sungguh sangat menyedihkan tadi pagi dengar berita, di Perancis sopir bus dipukuli sampai pingsan dan mati di RS, hanya karena melarang 2 orang yang naik bus tidak pakai masker! TIDAK BISA mendisiplin warga mengisolasi diri dirumah, bahkan masih saja menggerombol makan-minum bersama, ... segala bentuk pesta juga tetap tidak dicegah, Lalu, ... karena sistem pengobatan yang tergantung asuransi, sekalipun sudah positif Covid-19 tidak ada isolasi khusus, orang disuruh pulang ngerem diri dirumah saja, juga tanpa ada pengobatan yang dilakukan! Akibatnya di AS saja setiap hari puluhan ribu peningkatan orang sakit dan yang mati saja sudah lebih 130 ribu jiwa! Dan, ... sampai sekarang BELUM juga ada tanda statistik menurun, mereda dan terkendalikan sudah terdesak menormalkan kehidupan ekonomi! Mau mati kena Covid-19 atau mati kelaparan, ... menjadi tantangan! Itulah DEMOKRASI absurd yang dipegang negara-barat, khususnya AS! Bung pilih DEMOKRASI yang mana, ...??? Hehehee, ... Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 2020/7/8 下午 10:26 寫道: Chan tidak paham demokrasi jadinya ya tidak tahu, di US dijaman Trump sekalipun yang ingin berkuasa secara mutlak demokrasi tetap berjalan. Sebagai contoh Trump mematikan program DACA atau dikenal dengan nama Dreamer yg memberikan ijin kerja dan sekolah para imigran gelap yang dibawah ke US sewaktu masih anak2, kasus ini dibawah ke Supreme Court dan Trump kalah. Juga dalam kasus lgbtq Trump kalah di Supreme Court, hal yang menunjukkan trias politica tetap berjalan.. Sewaktu Trump berkata bohong press akan mengungkap dan memberikan fact checks dlsb, saat ini memang Trump masih jadi presiden tetapi bulan Nov. nanti rakyat akan menentukan apakah mendepak Trump. Hal2 seperti ini tidak mungkin terjadi di Tiongkok karena suara2 sumbang sudah langsung dibekap orangnya diciduk hilang tak tahu kemana sampai ber-bulan2. On Wednesday, July 8, 2020, 04:15:35 AM PDT, Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: Coro-coro remo=kapitalis tidak pernah membutuhkan demokrasi borjuis, karena selalu Bersama dengan para penguasa, maka itu tidak bias merasakan kehilangan.. Trump bias didepak karena Imperialis AS masih melakukan demokrasi borjuisnya dengan pemilu, kalau kekaisaran Xijinping Alias imperialis Cina, nggak ada pemilu sama sekali!!! Gimana caranya bias ngedepak Kaisan Xi?? Sent from Mail for Windows 10 From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, 8 July 2020 08:46 To: [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Why I left China for Good! Trump sebentar lagi juga kena depak On Tuesday, July 7, 2020, 11:14:16 PM PDT, ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: Yang jelas dan pasti, ... demokrasi di AS dibawah Trump 4 tahun terakhir ini TIDAK lebih baik ketimbang di Hong Kong, ...! DEMOKRASI di HK sekarang sudah jauh, jauh lebih baik dibanding masa kolonial, ... Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/7/8 上午 12:42 寫道: Ha...ha. lantas apa isi ruang yang kosong melompong itu? Coro-coro remo-kapitalis?? Sent from Mail for Windows 10 From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] Sent: Tuesday, 7 July 2020 04:47 To: [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Why I left China for Good! cuman buku-buku demokrasi yang hilang, ruangnya masih ada kosong melompong On Monday, July 6, 2020, 06:09:27 PM PDT, ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: TIDAK ADA ruang DEMOKRASI yang HILANG dengan dikeluarkannya UU-Keamanan Nasional di HK! Kecuali bagi mereka-mereka yang merlakukan kegiatan sparatis, subversi, teroris dan bersekongkol dengan kekuatan asing di HK! Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/7/7 上午 04:48 寫道: Sama sekali tidak heran melihat dua video ini tentang keadaan Cina kapitalis/imperialis. Mudah-mudahan berhasil membawa keluar keluarganya. Ruang “demokrasi borjuis”di HK pun akhirnya hilang!!! Sent from Mail for Windows 10 From: Sunny ambon [email protected] [GELORA45] Sent: Monday, 6 July 2020 20:03 Subject: [GELORA45] Why I left China for Good! https://www.youtube..com/watch?v=nWgqdfAomVI https://www.youtube...com/watch?v=z7CPqROtanA
