LUAR BIASA...... tulisan pak Vicky
bener-bener mencerahkan.....
saya tambahkan beberapa kalimat yang saya tulis week-end yang lalu tapi
belum sempat terkirim (sudah keduluan pak Vicky ini):

Menjadi majikan (apalagi bermental majikan) tidak harus secara fisik identik
dengan mempunyai perusahaan minyak (atau tambang) sendiri. Atau jadi
konsultan
independen atau peneliti bebas atau pedagang.....

Jikapun kita menjadi pekerja suatu perusahaan tetapi kita membuat diri kita
punya bargaining yang kuat kpd perusahaan karena bekerja secara
professional, maka kita bukan lagi sekedar kuli (dan sekrup). Tapi kita
sudah bisa jadi majikan.

Adalah sangat tidak realistis mengharapkan kita semua (100% 2675 anggota
IAGI, ataupun 60%nya yang bekerja di industri pertambangan dan migas)
menjadi majikan dengan cara punya perusahaan tambang atau migas sendiri.
Tetapi sangatlah realistis mengharapkan kita semua bersama-sama meningkatkan
bargaining secara professional sehingga kita lebih dari sekedar tenaga kerja
Indonesia yang dibutuhkan karena harga murahnya.

Bargaining lewat apa? Lewat PIT, Seminar, Workshop, Konvensi yang
menampilkan karya-karya geologist Indonesia yang professional. Lewat jalur
kepemimpinan teknis maupun manajerial didalam perusahaan. Lewat riset-riset
yang original dan bukan sekedar kompilasi atau menjiplak ide orang lain.
Atau kalau mampu: lewat jalur-jalur kebijakan publik atau politik.

salam

adb



----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, December 29, 2002 2:44 PM
Subject: [iagi-net-l] Mental Majikan --> Re: [iagi-net-l] Indonesia
struggling for mining company.


> Aku hanya sedikit urun berpikir ... kira-kira seperti apa yg dimaksud
> ber-"mental majikan" ...
>
> Dalam benakku ini majikan adalah orang yang memberikan pekerjaan ke orang
> lain dan menggajinya, .... mmm okelah secara arti mudahnya barangkali
emang
> gitu.
> Tapi ....  apakah semua yang punya perusahaan sendiri berarti seorang yg
> sudah ber-"mental majikan" ? ...
> Naah, apakah kita yg menjadi pekerja (pegawai/employee) bukan tergolong
> ber-"mental majikan" karena masih digaji orang lain ? ....
> Nah aku perluas saja cakupan term "mental majikan" .....
>
> Mental majikan dalam benakku kira-kira seseorang yang bekerja sesuai
dengan
> apa yang diingankannya, menyukai pekerjaannya ... tidak diperbudak oleh
> pekerjaannya, tidak diperbudak oleh lingkungan ...  apalagi diperbudak
orang
> lain. Jadi seseorang yang ber-"mental majikan"  semestinya tidak mudah
> mengeluh karena kesulitan yang dihadapinya.
>
> Jadi, ...seorang yg bermental majikan semestinya :
> - Selalu berusaha keluar dari kesulitannya dengan usaha keras karena ngga
> mau dipengaruhi oleh lingkungannya yang pada saat tertentu kurang
> mendukungnya ...
> - Bagi pekerja tidak mengeluh karena ngga dibantu mengembangkan diri oleh
> perusahaan ...
> - Sehingga pengembangan diri (developement) merupakan tanggungjawab kita
> sendiri ...
> - Bagi seorang pengusaha tidak mengeluh karena ngga ada bantuan pemerintah
> ...
> - Tidak menunggu pekerjaan yg diberikan oleh orang lain ...
>
> Dengan demikian menurutku ber-"mental majikan" bukan hanya berarti harus
> menjadi pengusaha dan mempunyai perusahaan sendiri yang digerakkan sendiri
> ... namun sebagai pekerjapun anda dapat menjadi "majikan" .... Bahkan
> menurutku masih banyak pengusaha yang bermental kuli, karena masih dapat
> 'digerakkan' oleh sesuatu diluar dirinya (bisa saja materi, uang,
kekuasaan,
> jabatan dll) yang menjadi 'majikan'nya ... Mental majikan tentunya juga
> tidak ditentukan oleh posisi di dalam jenjang struktur (perusahaan,
> organisasi, umur, pengalaman, ataupun struktur sosial) ... yang masih
> mudapun dapat bermental majikan ... tidak harus menunggu belasan tahun
untuk
> menjadi "majikan"... :-)
>
> Buat temen-temen yang masih sebagai pekerja aku yakin ada "mental majikan"
> dalam diri anda .... sehingga :
> -> Karena majikan harus memberikan pekerjaan ke orang yg digajinya ...
maka
> seorang pekerja ber-"mental majikan" akan mencarikan pekerjaan untuk
> bawahannya dimana gajinya ditentukan atau dipengaruhi olehnya ... misalnya
> Jr. Geologist bekerja keras supaya para tehnical assitennya tetap bekerja
> .... Chief geologist bekerja keras mencari proyek serta peluang untuk
> dikerjakan oleh geologist anak buahnya ... Dan CEO/Director bekerja keras
> mencari lahan baru untuk dikerjakan pegawai-pegawainya ...
> -> Karena majikan harus mengembangkan usahanya dan terus berkembang supaya
> kulinya juga berkembang dan tetap bekerja maka ... seorang pekerja
bermental
> majikan juga harus mengembangkan dirinya dan ikut mengembangkan anak
buahnya
> atau bawahannya.
> -> Karena majikan mendapatkan sesuatu (keuntungan) setelah bekerja maka
...
> seorang pekerja bermental "majikan" tidak akan minta gajinya naik sebelum
> memberikan hasil kerjanya.
> -> Karena majikan harus mencari peluangnya sendiri supaya bisa bertahan
> (survive) ... maka kalau sebagai pekerja merasa ngga bisa mengembangkan
> dirinya di lingkungannya ya keluar dan pindah saja secara baik-baik ...
cari
> tempat dimana merasa akan dapat mengembangkan dirinya .... bisa saja ganti
> perusahaan, ganti profesi, menjadi konsultan atau bener-bener mempunyai
> usaha sendiri membuka lahan pekerjaan bagi orang lain ...
> --> ..... nah ... silahkan menambahkan apa yg musti dilakukan seorang
> ber-"mental majikan" ...
>
> Nah kalao begitu, siapapun dapat menjadi "majikan", paling tidak majikan
> bagi dirinya sendiri ... kita bisa saja menjadi dosen bermental majikan
...
> pegawai bermental majikan ... atau pengusaha yang bermental majikan ...
>
> Well ... met taon baru 2003 ...
> semoga kita menjadi "the real majikan" ditahun 2003 ...
>
> salam
> RDP
>
> ----- Original Message -----
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Sunday, December 29, 2002 3:10 PM
> Subject: [iagi-net-l] Indonesia struggling for mining company.
>
>
> > Urun rembug tentang "kuli" dan "majikan" dalam dunia pertambangan
> >
> > Saya teringat guyonannya Pak Rizal dosen Tambang ITB dalam suatu
> kesempatan
> > ..
> > kesalahan kita hanya 2 buah ...
> > 1. Tidak terlahir sebagai anak Presiden
> > 2. Tidak menjadi menantu Presiden
> > Saya memandang guyonan Pak Rizal itu sebagai gambaran bagaimana tidak
> > mudahnya merubah diri dari "kuli" menjadi "majikan" kecuali bernasib
> seperti
> > 2 kasus di atas ...
> >
> > dalam dunia pertambangan ... sudah banyak rakyat maupun pejabat yang
> merubah
> > diri jadi "majikan" ... tak terhitung jumlahnya perusahaan-perusahaan
> kecil
> > sampai besar di Kalimantan yang bergerak dalam bidang batubara ... mulai
> > dari mendirikan koperasi sampai broker yang total besarnya penjualan
lebih
> > besar dari KPC ..... belum lagi para gurandil di Pongkor dan para
> penadahnya
> > ...
> >
> > Saya mendukung gagasan Mas Andang bahwa sudah saatnya kita berperan
serta
> > bermental sebagai "majikan" .. namun dalam prakteknya untuk mensukseskan
> hal
> > tersebut harus didukung oleh niat baik pemerintah (baik pusat maupun
> daerah)
> > untuk memberi kesempatan dalam suatu aturan yang jelas dan memihak
> > kepentingan bersama (jangan terlalu organik dan bertindak
> > sendiri-sendiri).... dan tanpa harus menjadi illegal, sudah banyak
contoh
> > orang nasional yang sudah menjadi "majikan" dalam dunia pertambangan..
> >
> > Sekali lagi mari kita sebarkan semangat untuk menjadi "majikan"
> >
> > salam,
> > didik
> >
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Sunjaya Saputra [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: Friday, December 27, 2002 10:23 AM
> > To: '[EMAIL PROTECTED]'
> > Subject: RE: [iagi-net-l] Indonesia struggling to find new oil.
> > Importance: High
> >
> >
> > menarik mas andang, boleh kan belajar dari yang sudah memutuskan utk
> menjadi
> > majikan.. :)
> > kira2 untuk yang muda2 gimana mas andang biar ga jadi kuli terus?
> > sepertinya yang muda harus jadi kuli and penjaja dulu baru sekian belas
> > tahun kemudian jadi owner... kecuali bisa punya mertua yang owner... :)
> >
> > regards
> > Ujay
> >
> >
> > > -----Original Message-----
> > > From: Andang Bachtiar [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Indonesia struggling to find new oil.
> > >
> > > Saya terusik oleh statement terakhir mas BPI tentang sumberdaya
manusia.
> > >
> > > Dalam perspektif organisasi (semacam IAGI), saya kurang sependapat
kalau
> > > status kita yang masih jadi "kuli" setelah 117 tahun industri migas di
> > > Indonesia diakibatkan oleh kaburnya VISI dan PERAN yang diinginkan
> > > pemerintah dan lemahnya EMPOWERMENT terhadap kita (explorationist)
dalam
> > > menjawab tantangan2 masa datang terhadap cadangan dsbnya.
> > >
> > > Prinsip egalitarianisme yang disaratkan oleh berbagai ilmu (sains)
yang
> > > kita
> > > pelajari mengajarkan bahwa justru "KITA"lah yang sebenarnya kabur dan
> > > bermental kuli. Bukan (hanya) pemerintah.
> > >
> > > Saran saya buat rekan-rekan yang concern dengan masalah ini,
berhentilah
> > > jadi kuli.
> > >
> > > Mari berhenti sebagai kuli yang mengharapkan calon-calon majikan kita
> > > datang
> > > melahap semua 17 daerah yang kita tawarkan (bukan hanya 2). Mari
> berhenti
> > > jadi kuli yang menawar-nawarkan daerah kita yang masih kaya (66 basins
> > > dsb)
> > > dan menjajakan kemampuan teknis kita untuk mereka pakai beresiko
> menyedot
> > > kekayaan alam kita.
> > >
> > > Sudah saatnya (117 tahun, man@!!) kita jadi majikan. (Paling tidak:
> > > bermental majikan-lah)
> > >
> > > adb
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi 
Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke