redesmon munir <[EMAIL PROTECTED]>
12/31/02 07:12 AM
Nah, apakah sinyalemen
"malasnya" para perusahaan migas untuk berinvestasi di
hulu dibuktikan dengan penandatanganan kontrak WKP
baru hanya 2 blok kemaren ? wallahu'alam.
Mungkin rekan-rekan kita yang ada di Ditjen Migas bisa
menjawab, kenapa beberapa blok yang ditawarkan tidak
atau belum terjual ? Apakah skim PSC sudah tidak
menarik ? atau country risk sebagai penyebabnya ?
Upah, saya rasa tidak.


Mungkin yang harus disadari juga adalah dengan adanya trend merger dan 
akuisisi, maka distribusi modal akan lebih terkonsolidasi. Jadi yang dulu 
tersebar sekarang akan lebih terfokus kepada beberapa 'hot spot' saja. 
Masing-masing player tentunya punya portfolio global, jadi invetasi di 
satu tempat akan dibandingkan dengan investasi semacam di seluruh penjuru 
dunia. Akibatnya bisa saja Indonesia jadi nggak 'kebagian' karena ada 
tempat lain yang lebih menarik (bisa karena reserve size-nya, exploration 
risk-nya, atau mungkin juga skim-nya).

salam,





Kirim email ke