Mungkin bisa, utk beberapa kasus/tempat.
Tapi katanya, umurnya 'kan bisa didapat dari para keong (kalau ada) baik
langsung atau enggak. Lha, kalau umurnya sudah cukup tua, ya sudah banyak
makan asam-garam (sempat diangkat dan dijatuhkan lagi, he..he..).



                                                                                       
                                                  
                    KARTIKO-SAMODRO Ferdinandus                                        
                                                  
                    <Ferdinandus.KARTIKO-SAMODRO@totalfi       To:     
<[EMAIL PROTECTED]>                                             
                    naelf.com>                                 cc:                     
                                                  
                                                               Subject:     RE: 
[iagi-net-l] Deep water source rock ... dimana dikau ?   
                    01/24/03 07:46 AM                                                  
                                                  
                    Please respond to iagi-net                                         
                                                  
                                                                                       
                                                  
                                                                                       
                                                  




bisa enggak dikatakan bahwa sedimen laut dalam  yang dibornya juga  di
laut dalam berarti umur endapannya masih baru karena belum kena tektonik
dan mengalami pengangkatan.....?




[EMAIL PROTECTED]
24/01/2003 08:29 AM
Please respond to iagi-net


        To:     <[EMAIL PROTECTED]>
        cc:
        Subject:        RE: [iagi-net-l] Deep water source rock ... dimana
dikau ?



Utk definisi 'deep-water', khususnya di lepas pantai selat Makassar
(daerah2 yg dioperasikan oleh Unocal, Zodavi, dkk), berarti dua2nya, mas
Bambang. Sedimennya adalah endapan laut dalam, demikian pula saat ini
memang ngebornya juga pas di laut dalam (hingga 6000 kaki, 2 km-an).

Kalau di dekat mas Bambang bermain sekarang, tampaknya lebih banyak
endapan
laut dalam yg berada di daratan.

Salam,
Syaiful




                    "Istadi, Bambang P"
                    <Bambang.P.Istadi@conocophi       To:
<[EMAIL PROTECTED]>
                    llips.com>                        cc:
                                                      Subject:     RE:
[iagi-net-l] Deep water source rock ... dimana dikau ?
                    01/24/03 06:32 AM
                    Please respond to iagi-net






Wah diskusinya menarik sekali,...

Tambahan sedikit soal source rock laut dalam.  Sedimen yang dibawa oleh
arus sungai selain mengandung kerogen juga membawa nutrients. Pada
posisi nearshore karena memang lebih dekat dengan sumbernya, kerogennya
lebih banyak woody material, type III, gas prone, dan mungkin saja
kondisinya lebih "oxic" dan kandungan Oxygen-nya lebih tinggi.
Sebaliknya pada posisi laut dalam, nutrients yang dibawa oleh sedimen
tadi menjadi "makanan" untuk tumbuh dan berkembangnya algal, sehingga
kerogen yang ditemui adalah type II atau mixed kerogen, yang oil prone.
Jadi kalau kita kembali ke pertanyaan awal dan judul, deep water source
rock lebih banyak menghasilkan oil prone kerogen,.. minyak.  Hal ini
juga didukung oleh statistik discoveries (~90 delta) antara onshore/near
shore vs. laut dalam, dimana dilaut dalam ditemukan lebih banyak minyak
ketimbang gas. Onshore/near shore lebih banyak gas.

Soal overpressured shale, saya pikir tidak selalu disebabkan oleh rapid
burial. Undercompacted shale adalah akibat dari source rock shale yang
berada pada maturation window, i.e generating hydrocarbon. Pada titik
ini, rate of generation > rate of explusion, sehingga terjadi pressure
build up.  Coba deh plot, undercompacted shale tsb. kira2 berada pada Ro
0.7%.  Kalau di Mahakam disekitar kedalaman 11,000 ft.

Saya ada pertanyaan sedikit nih, yang dimaksud deep water, definisi
orang infrastructure atau geologist ? karena definisi deep water
sediments lautnya bisa saja dangkal tapi kalau definisi orang
infrastructure: laut > 200 m. Mungkin Herman, Minarwan, Hasan bisa kasih
pencerahan soal ini.  Kondisi laut dalam saat ini atau sewaktu
diendapkan ? mohon penjelasannya sedikit Kang Iman.  Laut dalam pada
saat ini (high stand) bisa saja sebenarnya diendapkan dangkal pada saat
low stand.  Kenapa jadi masalah,... karena ternyata richness source rock
(HI/TOC) lebih tinggi pada saat high stand, mungkin karena
preservation-nya lebih baik, kondisinya lebih anoxic.

Bambang Istadi
ConocoPhillips Inc.
+1-281-293-3763


-----Original Message-----
From: PUTROHARI Rovicky [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, January 22, 2003 8:12 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] Deep water source rock ... dimana dikau ?


Thanks Mas Hendro,
Emang tidak harus source rock dari HC yg ada di deepwater sedimen akan
berasal dari deepwater sedimennya sendiri ....seperti  kebanyakan kalo
explorasi di delta setting (spt Mahakam dan Baram serta Tarakan?) emang
diinterpretasikan berasal dari organic shale/coal didalam sequencenya
sendiri. Bahkan di Central Sumatra dulunya juga diyakini sourcerocknya
dari coal yg ada di Sihapas Group reservoir (Mid Miocene) di sequence
tersebut, namun penemuan baru justru HC berasal dari organic shale
Pematang Brownshale yg merupakan bagian dari synrift sedimen jauuh lebih

tua dari reservoir ini (Eocene?).

Untuk deepwater sedimen kalo melihat setting "normal"nya , biasanya
bagian
bawah dari deep water sedimen ini terisi oleh shale yg sering
diperkirakan
berfungsi juga sebagai seal/cap rock. Apalagi kalao shale ini juga
sering
sangat tebal dan overpressure (under compacted), sehingga
asumsi/memperkirakan HC berasal dari source dibawahnya sering dilewati,
kecuali mungkin adanya facture (fault) yang dapat menjadi conduit dari
HC
(dr source rock) dibawah yg bukan berupa deep water sedimen. Misalnya
adanya rifting dibawah deep water sedimen ini. Saya ngga tahu sejauh
mana
efektifitas fracture/fault ini sebagai conduit (jalannya) minyak/gas yg
menerobos dari bawah (vertical migration). Juga saya kurang tahu (Herry
mungkin bisa njelasin) kenapa overpressure ini kok mengurangi potensinya

sebagai source rock. Saya berpikiran malah kalo pressurenya besar
barangkali malah "expulsion efficiency" -nya lebih besar  --> ? walopun
dilain pihak temperaturenya yg lebih aktif berpengaruh ...

Saya ndak tahu apakah di bawah delta Mahakam ataupun Baram/Tarakan ini
ada
juga rift sedimen yg berfungsi sebagai source rock. Kalo di Upper Kutei
daerahnya LASMO ENI emang pernah diinterpretasikan ada eocene-rift
(papernya Chambers dkk). Namun saya belum pernah tahu apakah di
deepwater
Selat Makassar juga ada rift sediment yang berpotensi sebagai "kitchen".

Atau seperti yg disitir Herry maulana adanya lowstand coal yg 'ndlosor'
masuk ke deep water area ini yang lebih berpotensi.

rdp



---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])
-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------






---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])
-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------






---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi 
Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke