nah kalau kayak mahakam dimana reservoirnya berupa seling-selang sand dan 
shale kayaknya kalau mengharapkan source dari shale tebal yang berada jauh 
di bawahnya kayaknya sulit membayangkan bagaimana imigrasi dari hc di 
source rock tersebut ke reservoir yang punya banyak selang - seling shale 
sebagai barier...
mungkin kalau kita punya reservoir yang cukup tebal dan menerus serta 
berada tepat di atas shale tebal yang kita anggap sebagai source rock baru 
mungkin ada kemungkinan migrasi dari source rock dari shale tebal yang di 
bawahnya....
mungkin cocok kayak teori dispersednya Kang Herman......





PUTROHARI Rovicky <[EMAIL PROTECTED]>
23/01/2003 10:12 AM
Please respond to iagi-net

 
        To:     <[EMAIL PROTECTED]>
        cc: 
        Subject:        Re: [iagi-net-l] Deep water source rock ... dimana dikau ?



Saya ndak tahu apakah di bawah delta Mahakam ataupun Baram/Tarakan ini ada 

juga rift sedimen yg berfungsi sebagai source rock. Kalo di Upper Kutei 
daerahnya LASMO ENI emang pernah diinterpretasikan ada eocene-rift 
(papernya Chambers dkk). Namun saya belum pernah tahu apakah di deepwater 
Selat Makassar juga ada rift sediment yang berpotensi sebagai "kitchen". 
Atau seperti yg disitir Herry maulana adanya lowstand coal yg 'ndlosor' 
masuk ke deep water area ini yang lebih berpotensi.

rdp





Hendro Santoso <[EMAIL PROTECTED]>
22/01/2003 10:20 PM


 
                Re: [iagi-net-l] Deep water source rock ... dimana dikau ?



 
Apakah deepwater HC musti selalu berasal dari deepwater Source Rock ?
French Petroleum Insitute telah mengidentifikasi setidaknya ada 4 tipe 
kerogen (bahan baku MiGas) : Tipe I - Lacustrine Algae, Tipe II - Various 
Source termasuk marine algae, pollen, spores, leaf, waxes dan fossil 
resin, Tipe III - Terestrial Organic Materials dan Tipe IV - Reworked 
Organic Debris and Highly Oxidized Material of Various Origin.
Jika kita merefer kepada diagramnya opa Van Krevelen, selama proses 
pematangan, kerogen tipe-I dan II memiliki kecendurangan untuk lebih 
banyak menghasilkan fraksi minyak ketimbang gas (oil prone). Kerogen 
tipe-III pun mampu menghasilkan fraksi minya meski yang mendominasi produk 

akhirnya adalah fraksi gas (gas prone). Kerogen tipe-IV memiliki kandungan 

relatif hidrogen terbesar dibandingkan dengan tipe kerogen lainnya, hal 
ini menyebabkan sangat minimal fraksi HC lain yang terbentuk kecuali gas 
(Kerogen tipe-IV ini nggak ada di diagramnya opa Van Krevelen).
Hubungannya dengan highstand-lowstand period ? kalau menilik temuan French 

Petroleum Insitute tsb diatas sich sepertinya bisa saja ada meski mungkin 
tidak akan selalu. Pada fase tertentu dari siklus highstand-lowstand yang 
memungkinkan material organic (kerogen tipe I atau II atau III atau IV) 
bisa terakumulasi, maka pada saat itulah kemungkinan besar potensi source 
rock bisa ada.
Mudah-mudahan ocehan ini cukup logic ya bang Rovicky..........!!! kalau 
nggak salah ada konsep lain tentang source rock yang berbeda pendekatan 
pemahamannya dengan model kerogen ini. Mudah-mudahan ada kawan netters 
yang selalu ter-update dengannya dan bisa berbagi.
 
Salam,
Hendro HS





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi 
Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke