Deep water environment tidak selalu terkait secara langsung dengan kekayaan
biota laut yang menjadi sumber HC. Sumber HC justru dari timbunan jasad
renik yang hidup dipermukaan atau pada kedalaman dimana penetrasi cahaya
masih memungkinkan. Pengalaman dengan Shinkai 6500 pada ekspedisi Java
Trench 2002 di laut Kidul menunjukakan bahwa pada kedalaman 200 meter saja
sudah gelap total dan semakin jarang mahluk hidup! Pada kedalaman 2000
meter, tekanannya sudah tinggi, sekitar 200 bar, dingin dan super gelap!
Namun demikian ada kehidupan, walau jarang. Ikan, udang, porifera, koral,
kerang, kepiting sering tampak pada sapuan kapal selam Shinkai! Yang kaya
biota biasanya didekat cold venting dimana methane dan sulfur menyembur dari
dasar laut. Disini bahkan dijumpai kerang raksasa Calyptogena (30 cm)! Konon
methane akan jadi sumber energi masa depan! Yang jelas di laut dalam ada
kehidupan yang tidak bergantung pada fotosintetis, tetapi chemosyntesis! Dan
kalau ada fosilnya pasti ada yang besar-besar, bukan hanya globigerina! Di
Palung Mariiana yang dalamnya 11000 meter dan tekanannya 1100 bar ada
kehidupan yang terputus dari fotosintesa dan sumber makanannya dari intrusi
hidrotermal serpentin!




----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, January 23, 2003 12:28 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Deep water source rock ... dimana dikau ?


> Untuk deep water play seperti NW Borneo, Gulf of Mexico, Niger Delta,
Brazil
> dan Deep Water Mahakam, semua source rocknya ditentukan berdasarkan
> pemodelan. Karena tidak ada mature source rock yang di 'test' dengan well.
>
> Mengenai modelnya:
> 1. Layered: Model berupa lapisan ini adalah model yang pertama dibuat.
Jadi
> yg disebut source rock hanya specific interval saja yang kaya akan MO.
> 2. Dispersed: karena layered model tidak menjawab akumulasi minyak yang
> ditemukan, maka dibuat dispersed model, yaitu semua lapisan-lapisan
sedimen
> yang mengandung MO berasal dari darat bisa jadi source rock
> 3. Enhanced: ternyata 2 model ini masih juga tidak menjawab beberapa
kasus,
> maka dibuat satu model yang berupa gabungan 1 & 2. Jadi intinya semuanya
> bisa jadi source rock, apapun bentuknya.
> Beberapa company tidak banyak memusingkan mengenai deep source rock, dan
> model yang sudah adapun sering berubah. Tergantung 'siapa' yang
> menginterpretasikannya, dan bukan berdasarkan 'apa' datanya (data sama
> interpretasi bisa berbeda).
>
> Bicara soal IKAN,
> Bisa ngobrol sama Nigel Trewin (Aberdeen University) yang ahlinya Shield
> head fish dari Devonian Old Red Sandstone Fm di North Sea. Formasi ini
> didominasi sandstone-silt warna merah bata, berupa endapan danau.
>
> Herman
>
> -----Original Message-----
> From: Eddy Subroto [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 23 January 2003 08:57
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Deep water source rock ... dimana dikau ?
>
>
> Mas Vicky,
>
> Saya tertarik untuk ikut urun-rembug tentang pertanyaan Anda. Hal utama
> adalah kita harus membatasi berapakah kedalaman yang disebut laut dalam
> (deep water)? Berikut ini saya berikan beberapa batasannya dan beberapa
> contoh hubungan antara kedalaman air laut dan kandungan material organik
> (MO), semoga ada manfaatnya.
>
> 1. Secara teori umum, kandungan MO di dalam sedimen bertambah besar dengan
> semakin mengecilnya ukuran butirnya (faktor pengawetan). Akan tetapi,
> kandungan MO tersebut mengecil lagi ketika memasuki sedimentasi di sekitar
> abisal, karena daerah ini mulai termasuk daerah dengan produktivitas
> plankton yang rendah.
> 2. Kandungan MO maksimum umumnya (artinya tidak selalu) berkaitan dengan
> laju penimbunan maksimum.
> 3. Contoh di Teluk Oman. Batas kritis kedalaman adalah 250 dan 1200 meter.
> Di antara dua kedalaman itu, kandungan MO batuan sedimennya cukup tinggi
> (antara 2 dan 10%). Lebih kecil dari 250 m kandungan MO relatif rendah
> (kurang dari 1%) dan sedimen dengan kedalaman lebih besar dari 1200 m,
> kandungan MO-nya juga menurun (kurang dari 1%), bahkan di daerah abisal
> kandungan TOC-nya di bawah 0.5%.
> 4. Untuk lingkungan delta, aturan umumnya adalah sbb.: kandungan MO
> cenderung turun dari tepi delta ke arah tengah laut. Hal semacam ini
> teramati di delta Mahakam, Orinoco, dan Nigeria (Bordenave, 1993).
> 5. Di delta Mahakam, rata-rata kandungan MO-nya adalah 5,7%. Kandungan
> tersebut merupakan kontribusi dari lingkungan (daerah) delta plain dan
delta
> front sekitar 5-7%, sedangkan di daerah prodelta, yang lebih dalam, kadar
> MO-nya sedikit menurun, yaitu berkisar antara 4 dan 5%.
>
> Wasalam (Regards),
>
> Eddy Subroto (EAS)
> Dep. Teknik Geologi ITB
> Jalan Ganesa 10
> Bandung 40132, Indonesia
>
> ----- Original Message -----
> From: "PUTROHARI Rovicky" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, January 22, 2003 7:59 AM
> Subject: [iagi-net-l] Deep water source rock ... dimana dikau ?
>
>
> > Balik ke diskusi ilmiah aah ....
> >
> > HC Source rock utk deepwater sedimen sangat jarang dijumpai, walopun
> > deepwater HC sudah banyak terbukti.
> > Ada yg tahu tentang deepwater hydrocarbon source rock ?
> > Apa saja kendalanya ? ... adakah relasi dengan hingstand-lowstand period
> > dengan source potential ? oil/gas-pronnes ....
> >  ... bagaimana memprediksikannya ...... logicnya saja lah ... trutama
kalo
> > ndak ada data sumur, karena dimana-mana paling banyak data seismicnya
> > sajah..... namun sebenernya kita bisa juga melihat dari analogi well
data
> > dimana udah penetrated deep water deposit namun setting saat ini ada di
> > shallow water (land) misal di East Java Basin).
> > Dari geophysics (seismic) point of view apakah kemungkinan potensial
> > source softshale lebih bagus dari hardshale, atau sebaliknya ?
> >
> > rdp
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> >
> > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
>
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
>
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]),
> Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi 
Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke