Salah satu teori kenapa adanya Magnetic Field adalah teori dynamo. Secara
sederhananya ya mirip dynamo sepeda dimana pusat bumi berupa core yg solid
sebagai "benda magnet" dan lapisan-lapisan diatasnya ... eh diluarnya
berfungsi sebagai "kumparan". Nah karena prubahan kecepatan rotasi antara
core dengan lapisan-lapisan ini yang menghasilkan medan elektromagnetik.
.... kayak 'berko' itu tuh .. dinamo speda jama dulu ... :-p
Salah satu yg pernah aku baca adalah model "Rikitake Disk Dynamo". Dynamo
modelnya Rikitake ini akan menghasilkan magnetic polarity yang berubah
ketika ada perubahan kecepatan putaran rotasi. Bayangkan saja ada lapisan
yg solid ditengah kemudian ada yg berupa "liquid/fluid" diantaranya
kemudian lapisan terluarnya solid lagi, tentunya akan ada perubahan
kecepatan seandainya bumi ini kita puter-puter. Perputaran ini
menghasilkan medan electromagnetic, sekaligus kalau modelnya rikitake akan
menghasilkan polarity yang berubah (flip-flop).
Bagaiman hubungan magnetic reversal dengan kepunahan hewan atau event lain
?
Yang mesti diingat adalah --> Hubungan ini seringkali hanya "korelasional"
BUKAN hubungan "kausal" ..!!!
Hubungan korelasional bisa disebut sebagai "kebetulan" sedangkan kausal
adalah hubungan "sebab akibat". Walopun seandainya timing atau dating
sudah sangat-sangat akurat kesulitan akan muncul ketika menyimpulkan
hasil korelasi ini. Hal ini akan selalu dialami ketika kita melihat
sesuatu 'time series' data yg dikorelasikan dengan 'time series' yang
lain. Bisa saja kecepatan gerak plate dengan pola reversal, atau
kepunahan, atau apapunlah ... asalkan berupa data time series.
Korelasional hanyalah merupakan hubungan statistikal. Sedangkan hubungan
kausal atau sebab akibat selalu ada "time delay" ... kesulitannya adalah
seberapa besar atau seberapa lama time delay ini diperlukan untuk melihat
efeknya ? Kalau terjadi gempa hari ini kapan akan mempengaruhi curah hujan
? :-D
Korelasi canggih dengan metode fractal (ini salah satunya menurutku ya
statistical approach juga) untuk melihat hubungan tektonik dan magnetic
reversal pernah dibuat dan dipublikasikan ketika ada SEA Seq stratigraphy
seminar di Jakarta oleh IPA beberapa tahun lalu. Paper ini dibuat oleh org
Mobil oil dan orang Corelab (kalo gak salah, lupa namanya) namun ketika
itu (ketika dipresentasikan) ngga ada yang "ngeh" ... termasuk aku :-D.
Namun secara filosopis akhirnya mempengaruhi jalan pikiranku ketika
melihat arti korelasi, awalnya sih lihat presentasinya pakai gambar
fractal kok bagus banget :), tapi keterusan sampai jadi thesis hik hik.
Salah satu kesimpulan dari paper tsb adalah adanya "hubungan" antara
magnetic reversal dengan tectonic. Dalam buku fractal yg lain juga
menyimpulkan hal yg sama tentang korelasi dari beberapa time series.
Jadi kalau semua hanya kebetulan berkorelasi ... apa dong penyebabnya ?
Menurutku geologist termasuk orang-orang yg bisa berjalan-jalan sepanjang
waktu. Sehingga secara "virtual" dia bisa saja "mendongeng" dengan
mengait-ngaitkan hubungan kausal ini. Yang tentu saja mempunyai kelemahan
akibat pola pikir "nggathuk-nggathuk�" ini yg didalamnya terkandung pola
korelasi.
Otherwise there will be a "chicken-egg phenomena".
"Journey to the centre of the earth ... is one of my dreams"
RDP
Aku sih masih yakin kalao orang akan menjadi kaya karena banyak belanja
...
"Allo, Paulus T" <[EMAIL PROTECTED]>
27/03/2003 09:29 AM
Please respond to iagi-net
To: <[EMAIL PROTECTED]>
cc:
Subject: RE: [iagi-net-l] The Core - berjalan-jalan ke inti bumi
> 1. apa yang akan terjadi kalau medan elektromagnetis bumi
> mengalami gangguan? Burung-burung dan binatang-binatang pada
> bingung dan kesasar kali ya? Mungkin yang para fisikawan dan
> geofisikawan bisa menjelaskan apa yang mungkin terjadi? Di
> trailernya ditunjukkan salah satu akibatnya, yaitu sebuah
> badai superstorm yang bisa menghancurkan Koloseum di Roma.
kalau tidak salah, beberapa ahli paleomagnetism pernah melakukan survey
dgn mengambil sampel batuan di daerah spreading zone (mid-atlantic ridge?)
dari sini lalu dicari arah polaritas magnetisasinya, teori sederhananya,
arah polaritas
magnetisasi dari batuan akan dipengaruhi oleh polaritas medan magnet bumi
saat itu.
ternyata setelah diperiksa, pada segmen2 tertentu dari batuan tsb, arah
polaritasnya
ada yg berkebalikan (reverse) dari arah medan magnet bumi saat ini. ini
artinya
polaritas medan magnet bumi pernah bertukar, jadi yg sekarang kita sebut
kutub utara
medan magnet bumi, dulunya pernah menjadi kutub selatan medan magnet bumi.
dan pertukaran ini terjadi beberapa kali, sialnya begitu di cek dgn umur
batuan pada
segmen tsb, kok pas dgn saat dimana terjadi kepunahan suatu spesies.
lalu timbullah dugaan bahwa ada hubungan antara medan magnet bumi dgn
kehidupan spesies. mungkin hal ini juga yg mendasari kenapa ada
produk2 yg berbau magnet, misalkan bantal magnet, gelas magnet dlsb.
yg masih jadi pertanyaan adalah:
-. dimana letak peran medan magnet bumi dalam kehidupan spesies?
-. bagaimana proses terjadinya perubahan arah polarisasi medan magnet
bumi?
apakah langsung jump (tiba2 utara jadi selatan) atau terjadi perubahan yg
pelan?
--
pta
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------