Re-send

-----Original Message-----
From: Awang H. Satyana 
Sent: Thursday, April 03, 2003 12:13 PM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: RE: [iagi-net-l] The Core - berjalan-jalan ke inti bumi

Mengikuti diskusi ini, saya jadi ingat hubungan antara kepunahan massa (mass
extinction) dengan pembalikan medan magnetik bumi. Beberapa periode
pembalikan medan magnetik bumi yang detailnya bisa dilihat di
magnetostratigraphic time scale ternyata bersamaan waktunya dengan beberapa
periode kepunahan massa (flora dan fauna). Ini menimbulkan kecurigaan bahwa
pembalikan medan magnetik bumi telah berperan dalam kepunahan itu. Validitas
sinkronitas ini sendiri memang patut dipertanyakan, seprti diuraikan Pak
Rovicky, tetapi sebuah metode sains memang bekerja dengan cara menghubungkan
fakta-fakta yang sinkron apakah punya hubungan kausalitas (sebab-akibat).
Bila memang ya, bagaimana caranya sehingga fenomena di core bumi bisa
berpengaruh ke kehidupan di atas permukaan bumi ? Medan magnetik bumi tidak
terbatas di core saja, tetapi menembus sampai ke atmosfer, sehingga ada
lapisan yang disebut magnetosfer. Ini karena masih dalam pengaruh garis gaya
magnet saja, seperti yang diterangkan Pak Untung. Nah, di luar bola bumi
ini, magnetosfer sering berinteraksi dengan "solar wind", zarah2 bermuatan
yang dilempar oleh matahari pada saat terjadi protuberans dan prominens di
corona matahari (gejala-gejala semburan material matahari). Di magnetosfer,
terjadilah perbenturan yang menimbulkan aurora (cahaya kutub)dan Sabuk
Radiasi van Allen. Sabuk radiasi van Allen mengelilingi bumi seperti sebuah
donat, bumi ada di tengah-tengah. Sabuk radiasi van Allen adalah perisai
bumi yang menghalangi zarah-zarah (partikel) kosmis yang berbahaya untuk
kehidupan bumi (sinar kosmis, sinar gamma, dll.). Pada saat terjadi
pembalikan medan magnetik bumi, melemahlah gaya garis magnetik bumi,
melemahlah magnetosfer, dan melemahlah pula sabuk radiasi van Allen. Bumi
tanpa perisai... dan semua flora/fauna di daratan dan lautan dihujani zarah
bermuatan yang membahayakan kehidupan, maka...punahlah mereka secara massal.
Inilah mass extinction. Begitu katanya.

Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas

-----Original Message-----
From: M.Untung [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, April 01, 2003 9:38 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] The Core - berjalan-jalan ke inti bumi

Pada reply saya terhadap masalah ini di baris pertama tertulis medan bumi.
Seharusnya medan magnet bumi. Demikian telah saya koreksi. Terimakasih.
M. Untung
----- Original Message -----
From: PUTROHARI Rovicky <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, March 27, 2003 10:35 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] The Core - berjalan-jalan ke inti bumi


> Salah satu teori kenapa adanya Magnetic Field adalah teori dynamo. Secara
> sederhananya ya mirip dynamo sepeda dimana pusat bumi berupa core yg solid
> sebagai "benda magnet" dan lapisan-lapisan diatasnya ... eh diluarnya
> berfungsi sebagai "kumparan". Nah karena prubahan kecepatan rotasi antara
> core dengan lapisan-lapisan ini yang menghasilkan medan elektromagnetik.
> .... kayak 'berko' itu tuh .. dinamo speda jama dulu ... :-p
> Salah satu yg pernah aku baca adalah model "Rikitake Disk Dynamo". Dynamo
> modelnya Rikitake ini akan menghasilkan magnetic polarity yang berubah
> ketika ada perubahan kecepatan putaran rotasi. Bayangkan saja ada lapisan
> yg solid ditengah kemudian ada yg berupa "liquid/fluid" diantaranya
> kemudian lapisan terluarnya solid lagi, tentunya akan ada perubahan
> kecepatan seandainya bumi ini kita puter-puter. Perputaran ini
> menghasilkan medan electromagnetic, sekaligus kalau modelnya rikitake akan
> menghasilkan polarity yang berubah (flip-flop).
>
> Bagaiman hubungan magnetic reversal dengan kepunahan hewan atau event lain
> ?
> Yang mesti diingat adalah --> Hubungan ini seringkali hanya "korelasional"
> BUKAN hubungan "kausal" ..!!!
> Hubungan korelasional bisa disebut sebagai "kebetulan" sedangkan kausal
> adalah hubungan "sebab akibat". Walopun seandainya timing atau dating
> sudah sangat-sangat akurat  kesulitan akan muncul ketika menyimpulkan
> hasil korelasi ini. Hal ini akan selalu dialami ketika kita melihat
> sesuatu 'time series' data yg dikorelasikan dengan 'time series' yang
> lain.  Bisa saja kecepatan gerak plate dengan pola reversal, atau
> kepunahan, atau apapunlah ... asalkan berupa data time series.
>
> Korelasional hanyalah merupakan hubungan statistikal.  Sedangkan hubungan
> kausal atau sebab akibat selalu ada "time delay" ... kesulitannya adalah
> seberapa besar atau seberapa lama time delay ini diperlukan untuk melihat
> efeknya ? Kalau terjadi gempa hari ini kapan akan mempengaruhi curah hujan
> ? :-D
>
> Korelasi canggih dengan metode fractal (ini salah satunya menurutku ya
> statistical approach juga) untuk melihat hubungan tektonik dan magnetic
> reversal pernah dibuat dan dipublikasikan ketika ada SEA Seq stratigraphy
> seminar di Jakarta oleh IPA beberapa tahun lalu. Paper ini dibuat oleh org
> Mobil oil dan orang Corelab (kalo gak salah, lupa namanya) namun ketika
> itu (ketika dipresentasikan) ngga ada yang "ngeh" ... termasuk aku :-D.
> Namun secara filosopis akhirnya mempengaruhi jalan pikiranku ketika
> melihat arti korelasi, awalnya sih lihat presentasinya pakai gambar
> fractal kok bagus banget :), tapi keterusan sampai jadi thesis hik hik.
> Salah satu kesimpulan dari paper tsb adalah adanya "hubungan" antara
> magnetic reversal dengan tectonic. Dalam buku fractal yg lain juga
> menyimpulkan hal yg sama tentang korelasi dari beberapa time series.
>
> Jadi kalau semua hanya kebetulan berkorelasi ... apa dong penyebabnya ?
>
> Menurutku geologist termasuk orang-orang yg bisa berjalan-jalan sepanjang
> waktu. Sehingga secara "virtual" dia bisa saja "mendongeng" dengan
> mengait-ngaitkan hubungan kausal ini. Yang tentu saja mempunyai kelemahan
> akibat pola pikir "nggathuk-nggathuk�" ini yg didalamnya terkandung pola
> korelasi.
> Otherwise there will be a "chicken-egg phenomena".
>
> "Journey to the centre of the earth ... is one of my dreams"
>
> RDP
> Aku sih masih yakin kalao orang akan menjadi kaya karena banyak belanja
> ...
>
>
>
>
>
> "Allo, Paulus T" <[EMAIL PROTECTED]>
> 27/03/2003 09:29 AM
> Please respond to iagi-net
>
>
>         To:     <[EMAIL PROTECTED]>
>         cc:
>         Subject:        RE: [iagi-net-l] The Core - berjalan-jalan ke inti
bumi
>
>
> > 1. apa yang akan terjadi kalau medan elektromagnetis bumi
> > mengalami gangguan? Burung-burung dan binatang-binatang pada
> > bingung dan kesasar kali ya? Mungkin yang para fisikawan dan
> > geofisikawan bisa menjelaskan apa yang mungkin terjadi? Di
> > trailernya ditunjukkan salah satu akibatnya, yaitu sebuah
> > badai superstorm yang bisa menghancurkan Koloseum di Roma.
>
> kalau tidak salah, beberapa ahli paleomagnetism pernah melakukan survey
> dgn mengambil sampel batuan di daerah spreading zone (mid-atlantic ridge?)
> dari sini lalu dicari arah polaritas magnetisasinya, teori sederhananya,
> arah polaritas
> magnetisasi dari batuan akan dipengaruhi oleh polaritas medan magnet bumi
> saat itu.
> ternyata setelah diperiksa, pada segmen2 tertentu dari batuan tsb, arah
> polaritasnya
> ada yg berkebalikan (reverse) dari arah medan magnet bumi saat ini. ini
> artinya
> polaritas medan magnet bumi pernah bertukar, jadi yg sekarang kita sebut
> kutub utara
> medan magnet bumi, dulunya pernah menjadi kutub selatan medan magnet bumi.
> dan pertukaran ini terjadi beberapa kali, sialnya begitu di cek dgn umur
> batuan pada
> segmen tsb, kok pas dgn saat dimana terjadi kepunahan suatu spesies.
> lalu timbullah dugaan bahwa ada hubungan antara medan magnet bumi dgn
> kehidupan spesies. mungkin hal ini juga yg mendasari kenapa ada
> produk2 yg berbau magnet, misalkan bantal magnet, gelas magnet dlsb.
> yg masih jadi pertanyaan adalah:
> -. dimana letak peran medan magnet bumi dalam kehidupan spesies?
> -. bagaimana proses terjadinya perubahan arah polarisasi medan magnet
> bumi?
> apakah langsung jump (tiba2 utara jadi selatan) atau terjadi perubahan yg
> pelan?
>
>
> --
> pta
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
>
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
> Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
>
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
> ---------------------------------------------------------------------
>


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke