Pada reply saya terhadap masalah ini di baris pertama tertulis medan bumi. Seharusnya medan magnet bumi. Demikian telah saya koreksi. Terimakasih. M. Untung ----- Original Message ----- From: PUTROHARI Rovicky <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, March 27, 2003 10:35 AM Subject: RE: [iagi-net-l] The Core - berjalan-jalan ke inti bumi
> Salah satu teori kenapa adanya Magnetic Field adalah teori dynamo. Secara > sederhananya ya mirip dynamo sepeda dimana pusat bumi berupa core yg solid > sebagai "benda magnet" dan lapisan-lapisan diatasnya ... eh diluarnya > berfungsi sebagai "kumparan". Nah karena prubahan kecepatan rotasi antara > core dengan lapisan-lapisan ini yang menghasilkan medan elektromagnetik. > .... kayak 'berko' itu tuh .. dinamo speda jama dulu ... :-p > Salah satu yg pernah aku baca adalah model "Rikitake Disk Dynamo". Dynamo > modelnya Rikitake ini akan menghasilkan magnetic polarity yang berubah > ketika ada perubahan kecepatan putaran rotasi. Bayangkan saja ada lapisan > yg solid ditengah kemudian ada yg berupa "liquid/fluid" diantaranya > kemudian lapisan terluarnya solid lagi, tentunya akan ada perubahan > kecepatan seandainya bumi ini kita puter-puter. Perputaran ini > menghasilkan medan electromagnetic, sekaligus kalau modelnya rikitake akan > menghasilkan polarity yang berubah (flip-flop). > > Bagaiman hubungan magnetic reversal dengan kepunahan hewan atau event lain > ? > Yang mesti diingat adalah --> Hubungan ini seringkali hanya "korelasional" > BUKAN hubungan "kausal" ..!!! > Hubungan korelasional bisa disebut sebagai "kebetulan" sedangkan kausal > adalah hubungan "sebab akibat". Walopun seandainya timing atau dating > sudah sangat-sangat akurat kesulitan akan muncul ketika menyimpulkan > hasil korelasi ini. Hal ini akan selalu dialami ketika kita melihat > sesuatu 'time series' data yg dikorelasikan dengan 'time series' yang > lain. Bisa saja kecepatan gerak plate dengan pola reversal, atau > kepunahan, atau apapunlah ... asalkan berupa data time series. > > Korelasional hanyalah merupakan hubungan statistikal. Sedangkan hubungan > kausal atau sebab akibat selalu ada "time delay" ... kesulitannya adalah > seberapa besar atau seberapa lama time delay ini diperlukan untuk melihat > efeknya ? Kalau terjadi gempa hari ini kapan akan mempengaruhi curah hujan > ? :-D > > Korelasi canggih dengan metode fractal (ini salah satunya menurutku ya > statistical approach juga) untuk melihat hubungan tektonik dan magnetic > reversal pernah dibuat dan dipublikasikan ketika ada SEA Seq stratigraphy > seminar di Jakarta oleh IPA beberapa tahun lalu. Paper ini dibuat oleh org > Mobil oil dan orang Corelab (kalo gak salah, lupa namanya) namun ketika > itu (ketika dipresentasikan) ngga ada yang "ngeh" ... termasuk aku :-D. > Namun secara filosopis akhirnya mempengaruhi jalan pikiranku ketika > melihat arti korelasi, awalnya sih lihat presentasinya pakai gambar > fractal kok bagus banget :), tapi keterusan sampai jadi thesis hik hik. > Salah satu kesimpulan dari paper tsb adalah adanya "hubungan" antara > magnetic reversal dengan tectonic. Dalam buku fractal yg lain juga > menyimpulkan hal yg sama tentang korelasi dari beberapa time series. > > Jadi kalau semua hanya kebetulan berkorelasi ... apa dong penyebabnya ? > > Menurutku geologist termasuk orang-orang yg bisa berjalan-jalan sepanjang > waktu. Sehingga secara "virtual" dia bisa saja "mendongeng" dengan > mengait-ngaitkan hubungan kausal ini. Yang tentu saja mempunyai kelemahan > akibat pola pikir "nggathuk-nggathuk�" ini yg didalamnya terkandung pola > korelasi. > Otherwise there will be a "chicken-egg phenomena". > > "Journey to the centre of the earth ... is one of my dreams" > > RDP > Aku sih masih yakin kalao orang akan menjadi kaya karena banyak belanja > ... > > > > > > "Allo, Paulus T" <[EMAIL PROTECTED]> > 27/03/2003 09:29 AM > Please respond to iagi-net > > > To: <[EMAIL PROTECTED]> > cc: > Subject: RE: [iagi-net-l] The Core - berjalan-jalan ke inti bumi > > > > 1. apa yang akan terjadi kalau medan elektromagnetis bumi > > mengalami gangguan? Burung-burung dan binatang-binatang pada > > bingung dan kesasar kali ya? Mungkin yang para fisikawan dan > > geofisikawan bisa menjelaskan apa yang mungkin terjadi? Di > > trailernya ditunjukkan salah satu akibatnya, yaitu sebuah > > badai superstorm yang bisa menghancurkan Koloseum di Roma. > > kalau tidak salah, beberapa ahli paleomagnetism pernah melakukan survey > dgn mengambil sampel batuan di daerah spreading zone (mid-atlantic ridge?) > dari sini lalu dicari arah polaritas magnetisasinya, teori sederhananya, > arah polaritas > magnetisasi dari batuan akan dipengaruhi oleh polaritas medan magnet bumi > saat itu. > ternyata setelah diperiksa, pada segmen2 tertentu dari batuan tsb, arah > polaritasnya > ada yg berkebalikan (reverse) dari arah medan magnet bumi saat ini. ini > artinya > polaritas medan magnet bumi pernah bertukar, jadi yg sekarang kita sebut > kutub utara > medan magnet bumi, dulunya pernah menjadi kutub selatan medan magnet bumi. > dan pertukaran ini terjadi beberapa kali, sialnya begitu di cek dgn umur > batuan pada > segmen tsb, kok pas dgn saat dimana terjadi kepunahan suatu spesies. > lalu timbullah dugaan bahwa ada hubungan antara medan magnet bumi dgn > kehidupan spesies. mungkin hal ini juga yg mendasari kenapa ada > produk2 yg berbau magnet, misalkan bantal magnet, gelas magnet dlsb. > yg masih jadi pertanyaan adalah: > -. dimana letak peran medan magnet bumi dalam kehidupan spesies? > -. bagaimana proses terjadinya perubahan arah polarisasi medan magnet > bumi? > apakah langsung jump (tiba2 utara jadi selatan) atau terjadi perubahan yg > pelan? > > > -- > pta > > --------------------------------------------------------------------- > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan > Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) > --------------------------------------------------------------------- > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

