Wellsite geologist banyak mendiskripsi dalam lithology-lognya (gimana, Sofi ?), bagaimana ciri-ciri fisik dalam cuttings ataupun sayatan ataupun singkapan.
Bagaimana cara terbentuknya ? Beberapa teman dulu cerita kalau glauconite dapat menunjukkan lingkungan laut dalam (?seberapa dalam), karena terbentuk di laut dalam. Sehingga adanya mineral glauconite menunjukkan (salah satu) parameter lingkungan pengendapan. Btw, saya dulu pernah menemukan glauconite di Formasi Sihapas bagian atas yg diyakini lingkungan shelf/paparan.
Namun ada yg berpendapat bahwa glauconite dapat terjadi karena proses lain (mineralisasi/alterasi dari mineral lain). Glauconite primer/secunder (?).
Adakah cara untuk membedakannya ? Atau ada kondisi khusus sehingga mineral glauconite dapat dipakai sebagai indikasi lingkungan pengendapan ?
Trims all
RDP
'dua-tiga tahun lalu pernah diskusi di milist ini tapi mungkin perlu penyegaran, lagian arsipnya ngga ada tuh :('
_________________________________________________________________
MSN 8 with e-mail virus protection service: 2 months FREE* http://join.msn.com/?page=features/virus
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

