Kang Vicky,
Setahu saya sih, glauconite itu warnanya hijau tua dan terkadang mendekati
warna kehitaman serta cenderung berbentuk grain dengan tingkat well
rounded. Bentuk yang well rounded ini mungkin mencerminkan cara
terbentuknya yang secara kimiawi dia melapisi (mencoating) inti dari grain
yang lain yang bertindak sebagai core nya (koreksi kalau saya salah).
Sayangnya saya belum pernah meng "crush" glauconite ini untuk tahu apa itu
core grainnya, mungkin kang Vicky bisa minta sama bantuan wellsite
geologistnya untuk melakukan pekerjaan ini. Kalau bentuknya tidak bulat,
saya sering bilang itu klorit, yang biasanya berasosiasi dengan clayey
matrix.
Untuk menentukan indikasi lingkungan pengendapan, barangkali lebih baik
digabungkan dengan hal lain, misal adanya limy matrix atau non limy matrix.
Gabungan limy matrix sandstone dengan glauconite barangkali menjadi strong
indication untuk lingkungan open marine (shelf ?). Saya pernah menemukan
glauconite yang tidak berasosiasi dengan limy matrix dan di core
berasosiasi dengan clay drape (?) yang mengindikasikan lingkungan
intertidal.
Shelley (kalau tidak salah judul bukunya subsurface facies) pernah membuat
semacam flow chart untuk menentukan lingkungan pengendapan berdasarkan dua
komponen utama batuan, yaitu kandungan glauconite (yang cenderung ke laut)
dan carboneous material (cenderung darat)
Yang lain mungkin bisa menambahkan.
Salam
Shofi
"Rovicky Dwi
Putrohari" To: [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED] cc:
mail.com> Subject: [iagi-net-l] Glauconite
06/03/2003
07:29 AM
Please respond
to iagi-net
Adakah yang tahu soal glauconite?
Wellsite geologist banyak mendiskripsi dalam lithology-lognya (gimana, Sofi
?), bagaimana ciri-ciri fisik dalam cuttings ataupun sayatan ataupun
singkapan.
Bagaimana cara terbentuknya ? Beberapa teman dulu cerita kalau glauconite
dapat menunjukkan lingkungan laut dalam (?seberapa dalam), karena terbentuk
di laut dalam. Sehingga adanya mineral glauconite menunjukkan (salah satu)
parameter lingkungan pengendapan. Btw, saya dulu pernah menemukan
glauconite
di Formasi Sihapas bagian atas yg diyakini lingkungan shelf/paparan.
Namun ada yg berpendapat bahwa glauconite dapat terjadi karena proses lain
(mineralisasi/alterasi dari mineral lain). Glauconite primer/secunder (?).
Adakah cara untuk membedakannya ? Atau ada kondisi khusus sehingga mineral
glauconite dapat dipakai sebagai indikasi lingkungan pengendapan ?
Trims all
RDP
'dua-tiga tahun lalu pernah diskusi di milist ini tapi mungkin perlu
penyegaran, lagian arsipnya ngga ada tuh :('
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------