Pak Ukat,

Saya jadi ingat periode 80-an dimana saat itu banyak dibuka Ikatan Dinas
Studi S2 di luar negeri.
Ini adalah proyek dari BPPT, IPTN, dan instansi pemerintah di bawah
Menristek saat itu Habibie.
Banyak mahasiswa kita saat itu yang berangkat ke luar negeri untuk program
itu termasuk beberapa kawan dekat saya.
Dari cerita mereka yang kembali, banyak yang tidak sesuai dengan
infrastruktur yang ada di Indonesia saat itu.
Sehingga ilmu yang mereka dapatkan (Master dan Doktor) banyak yang tidak
terapresiasi dengan baik.

Apakah tidak sebaiknya mereka setelah studi selesai di luar negeri (Master
dan Doktor) melanjutkan karir di sana.
Baru setelah sukses di sana mereka kembali ke dalam negeri untuk membangun
bangsa kita ini.
Bila secara kualitas dan kuantitas banyak, maka dampaknya akan significant
terhadap kemajuan bangsa kita.
Minimal tenaga mereka dapat menggantikan para ekspat kita sehingga devisa
negara kita tidak "lari" ke luar negeri.

Terima kasih.

Taufik Manan
===================================


                                                                                       
                            
                    Ukat Sukanta                                                       
                            
                    at CPI               To:     [EMAIL PROTECTED]                     
                          
                    <[EMAIL PROTECTED]       cc:                                       
                                
                    com>                 Subject:     RE: [iagi-net-l] Malaysia 
Menculik Doktor-Doktor Indonesia   
                                                                                       
                            
                    06/23/2003                                                         
                            
                    09:44 AM                                                           
                            
                    Please respond                                                     
                            
                    to iagi-net                                                        
                            
                                                                                       
                            
                                                                                       
                            




Kalau saya harus mengerjakan S2 dan S3 dengan data dari Indonesia, S2 pun
mungkin sampai sekarang saya belum dapat. Data S3nya, saya tidak dapat di
Indonesia.

Apalagi kalau yang membiayai sekolah bukan dari Pemerintah kita...... Yah
dapat izin untuk belajar.

Salam,
US

-----Original Message-----
From: Sena Reksalegora [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, June 23, 2003 7:58 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [iagi-net-l] Malaysia Menculik Doktor-Doktor Indonesia


Maaf saya jadi bingung dengan komentar dibawah ini.
Karena sepengetahuan saya banyak universitas di LN yg
menawarkan program doktornya dengan topik/project yang
sudah jelas karena memang mungkin terkait dengan
sponsornya (pesanan).

Kenapa jadi "lebih menyedihkan", mohon penjelasan.

Salam,
-Sena
--- wati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Lebih menyedihkan, hanya karena ingin mendapat gelar
> doktor di LN, mahasiswa
> kita ikhlas meneliti di daerah LN dengan topik
> disertasi pesanan profesornya
> atau penerapan hasil pengalaman riset di DN. Jumpa
> jenis ini, gimana ya?
> Masih terkait, saya himbau untuk form registrasi
> IAGI, tolong pertimbangkan
> lagi, isian pada baris: lulusan DN atau LN, diganti
> dengan: Sebutkan
> universitasnya.
> Salam,
>
>

__________________________________
Do you Yahoo!?
SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!
http://sbc.yahoo.com

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])
-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke