Kakangmas Rovicky,

tentu saja yang namanya sukses itu sifatnya subyektif menurut saya, tapi
point yang paling penting buat saya adalah kalau kita merasa puas dengan
pekerjaannya, mempunyai tanggung jawab yang berarti, dan mendapatkan reward
dan benefit yang sesuai, itulah yang saya maksud cukup sukses dan
OK............
Jadi tidak ada patokan kata sukses menurut saya.

Karena kalau sampai menjadi kaki tangan, kerjaan tidak diakui, hasil
diambil alih, tentu saja akan timbul rasa tidak suka dan
nelongso.......justru cerita ini banyak saya dapatkan dari teman-teman yang
bekerja di dalam negeri.

Justru kok dari cerita yang saya dapat, teman-teman yang bekerja di luar
kok seneng aja dan puas, tidak meratap karena underpaid, tidak nelongso
karena gajinya lebih kecil dari bule padahal merasa lebih mampu, katanya
dibela pemerintah, tapi kok begitu mudah kumpeni memecat (dgn paket hemat).
Paling mereka rindu dengan kampung halaman..........


Kang Iwan,
Yang OK dan sukses itu kriterianya apa sih ?
Membuat paper sehingga lebih terkenal, atau menemukan cadangan yg sahohah,
atau ...
Apa ngga jauh dari "Bhinneka Tunggal Ika" juga ?

mengharumkan nama Indonesia juga ?
kayakanya yang harum namanya emang cuman Kartini kali yee ?

RDP


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke