- kalau menurut saya sih berita dari pak sof ini benar, kira-kira 95-99%
tenaga ahli indonesia jadi kaki-tangan (staf). memang jarang yang jadi
manajer, apalagi direktur. seperti di qatar, hampir semua tenaga ahli
indonesia hanya menjadi kaki-tangan, paling2 supervisor. saya baru tahu
satu orang yang jadi manajer.... yaitu lulusan tambang itb yang jadi
manajer cabang mcdonald.
-  makanya daripada kerja di luar, lebih baik kerja di indonesia saja. jadi
kalau pun hasil karyanya dicaplok, kan dicaplok sesama orang indonesia,
atau apesnya pun paling-paling juga dicaplok tenaga ahli asing yang jauh
lebih ahli.
- selain itu, memang tenaga ahli indonesia di luar sama sekali tidak dibela
pemerintah. boro-boro yang kerja di luar, yang kerja di dalam negeri pun
tidak dilindungi (kalau perlu gajinya diatur dengan keputusan
pemerintah/perusahaan supaya underpaid terus.....), sehingga bisa membayar
banyak orang asing dengan layak.




                                                                                       
                             
                      "Shofiyuddin Thoha"                                              
                             
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:       <[EMAIL PROTECTED]>          
                  
                      illips.com>                        cc:                           
                             
                                                         Subject:  Re: [iagi-net-l] 
Malaysia Menculik Doktor-Doktor 
                      06/23/2003 06:34 AM                 Indonesia                    
                             
                      Please respond to iagi-net                                       
                             
                                                                                       
                             
                                                                                       
                             





Menyedihkan sekale ya (kalau ini benar, turut berduka cita).
Di negeri tercinta dia di sia siakan, di negeri seberang cuma jadi kaki
tangan .....
Tapi kira kira yang kayak gitu berapa persen seh?

shofi





                    "IAGI Pusat"

                    <[EMAIL PROTECTED]       To:     <[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]>
                    et.id>               cc:

                                         Subject:     Re: [iagi-net-l]
Malaysia Menculik Doktor-Doktor Indonesia
                    06/23/2003

                    10:34 AM

                    Please respond

                    to iagi-net







Jangan terlalu bangga bisa bekerja dinegara jiran, walaupun dibayar lebih
tinggi.  Informasi terbaru yang saya terima, tenaga ahli dari Indonesia
dinegara jiran hanya dianggap sebagai "kaki-tangan".  Hasil karya dari
tenaga ahli Indonesia akan dicaplok dan disebut sebagai hasil karya tenaga
lokal.  Nama tenaga ahli Indonesia itu akan hilang dari Laporan Proyek.
Hal
ini telah terjadi pada beberapa orang Indonesia.  Kesimpulan umum dari
seorang teman, sejak kejatuhan Suharto, orang Indonesia sangat dilecehkan
dinegara jiran.  Mreka berani kurang ajar atau sewenang-wenang terhadap
orang Indonesia, mungkin karena tahu tidak akan dibela oleh pemerintah.

Sofyadi Roezin






---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])
-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------








---------------------------------------------------------------------------------------

Confidentiality Notice : This e-mail  and  any attachments  are
confidential  to  the addressee and may also be privileged.  If  you are
not  the addressee of  this e-mail, you may not copy, forward, disclose or
otherwise use it in any way whatsoever. If you have received this e-mail by
mistake,  please  e-mail  the sender by replying to this message, and
delete the original  and any print out thereof.



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke