qatarinisasi dan malayanisasi tersebut terjadi di perusahaan negara atau
model psc?, kalau mereka lakukan di psc itu langkah maju, tak seperti
kebanyakan psc di indonesia malah bulenisasi yg terjadi, contohnya
nih..mat saleh di kamar saya (consultant)..hanya untuk wsg development
well, kurang apa wsg yg nganggur di sini?
"Meong" <[EMAIL PROTECTED]>
25/06/2003 09:31 PM
Please respond to iagi-net
To: [EMAIL PROTECTED]
cc:
Subject: Re: [iagi-net-l] Malaysia Menculik Doktor-Doktor Indonesia
berdasarkan kebijaksanaan penerimaan tka di malaysia (kebetulan dulu
sempet mencicipi 3 bulan di petronas holding company, yang ngurusin
migas..
pertama, mereka mulai melirik orang indonesia sejak tahun 1998 ketika
petronas diberi ijin oleh gus dur utk masuk menjadi pemain migas di
indonesia.. sejak petronas go international, mereka selalu mengincar
menjadi pemain di indonesia tetapi selalu tidak diberi ijin oleh
soeharto..
kedua, malaysianisasi tetap terjadi.. hanya utk bidang pekerjaan G&G, sdm
di malaysia sangat sedikit sekali bahkan kurang.. sehingga petronas
memncari tenaga G&G dari luar... selama ini org2 "mat saleh" (istilah org
malaysia buat para bule) yang dijadikan tenaga ahli.. tetapi kemudian
berubah selain karena soal yang pertama tadi juga karena gaji orang
indonesia, vietnam, kazaktan, india etc.. lebih murah (bahkan menurut
seorang manager hrd petronas.. " saye bisa dapat tenaga ahli dgn half
price dgn kualitas yang hampir sama, tetapi komunikasi dan budaya yang
sama dengan kami.."
ketiga, dari yang saya alami, mereka sangat menghargai orang dari
kualitasnya... kualitas pekerjaannya, tetapi orang malaysia memiliki
budaya krajaan yang sangat tinggi, ada satu kejadian rapat dihadiri oleh
snr mgrnya maka kondisi rapat menjadi lain sekali... bahkan satu lagi,
waktu rapat disuatu ruangan dengan org luar (bahkan dengan mat saleh
skalipun) kalau ruangan itu akan dipake oleh bos mereka, maka meeting
dihentikan padahal si bos mendadak memakainya... :)
keempat, org negri jiran itu tau kalo mereka adalah owner dari semua migas
yang ada, jadi mereka menunjukan hal tersebut didepan para "mat saleh"
tersebut tetapi sangat profesional sehingga tidak terlihat kaya orang
tengil...
sekedar pembandingan.. (saya tidak tau gaji dari para "mat saleh" cuma
menurut rekan kerja saya yang org malaysia.. gajinya mat saleh yang
kontrak kira2 8.000-10.000USD/month bersih, sementara org indonesia kira2
4000-6000USD/month bersih. Kalau statusnya permanent maka gajinya akan
sama, dan perlakuaannya juga sama dengan org malaysia...
satu hal yang paling mencolok perbedaannya adalah HRD dan spirit org2
malaysia di bidang migas... spirit seorang pemenang dan pemimpin di asia
tenggara...
coba aja kirim email ke hrd petronas... maka mereka akan dengan sangat
senang hati membalas email kita...
best regards
ujay
--------- Original Message ---------
DATE: Mon, 23 Jun 2003 17:40:51
From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc:
>atau apesnya pun paling-paling juga dicaplok tenaga ahli asing yang jauh
>lebih ahli.
>
>Q & A : TKA jauh lebih ahli ? Tidak juga, lebih serius : ya, lebih
konsisten : ya, lebih pinter ngomong : pasti (tapi coba suruh presentasi
dalam "bahasa", yang pasti jadi sepotong-sepotong, he...)
>
>Salam,
>Awang H. Satyana
>Eksplorasi BP Migas
>
>[EMAIL PROTECTED] wrote:
>
>- kalau menurut saya sih berita dari pak sof ini benar, kira-kira 95-99%
>tenaga ahli indonesia jadi kaki-tangan (staf). memang jarang yang jadi
>manajer, apalagi direktur. seperti di qatar, hampir semua tenaga ahli
>indonesia hanya menjadi kaki-tangan, paling2 supervisor. saya baru tahu
>satu orang yang jadi manajer.... yaitu lulusan tambang itb yang jadi
>manajer cabang mcdonald.
>- makanya daripada kerja di luar, lebih baik kerja di indonesia saja.
jadi
>kalau pun hasil karyanya dicaplok, kan dicaplok sesama orang indonesia,
>atau apesnya pun paling-paling juga dicaplok tenaga ahli asing yang jauh
>lebih ahli.
>- selain itu, memang tenaga ahli indonesia di luar sama sekali tidak
dibela
>pemerintah. boro-boro yang kerja di luar, yang kerja di dalam negeri pun
>tidak dilindungi (kalau perlu gajinya diatur dengan keputusan
>pemerintah/perusahaan supaya underpaid terus.....), sehingga bisa
membayar
>banyak orang asing dengan layak.
>
>
>
>
>
>"Shofiyuddin Thoha"
>
>illips.com> cc:
>Subject: Re: [iagi-net-l] Malaysia Menculik Doktor-Doktor
>06/23/2003 06:34 AM Indonesia
>Please respond to iagi-net
>
>
>
>
>
>
>
>Menyedihkan sekale ya (kalau ini benar, turut berduka cita).
>Di negeri tercinta dia di sia siakan, di negeri seberang cuma jadi kaki
>tangan .....
>Tapi kira kira yang kayak gitu berapa persen seh?
>
>shofi
>
>
>
>
>
>"IAGI Pusat"
>
>,
>
>et.id> cc:
>
>Subject: Re: [iagi-net-l]
>Malaysia Menculik Doktor-Doktor Indonesia
>06/23/2003
>
>10:34 AM
>
>Please respond
>
>to iagi-net
>
>
>
>
>
>
>
>Jangan terlalu bangga bisa bekerja dinegara jiran, walaupun dibayar lebih
>tinggi. Informasi terbaru yang saya terima, tenaga ahli dari Indonesia
>dinegara jiran hanya dianggap sebagai "kaki-tangan". Hasil karya dari
>tenaga ahli Indonesia akan dicaplok dan disebut sebagai hasil karya
tenaga
>lokal. Nama tenaga ahli Indonesia itu akan hilang dari Laporan Proyek.
>Hal
>ini telah terjadi pada beberapa orang Indonesia. Kesimpulan umum dari
>seorang teman, sejak kejatuhan Suharto, orang Indonesia sangat dilecehkan
>dinegara jiran. Mreka berani kurang ajar atau sewenang-wenang terhadap
>orang Indonesia, mungkin karena tahu tidak akan dibela oleh pemerintah.
>
>Sofyadi Roezin
>
>
>
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
>Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])
>-http://fosi.iagi.or.id
>Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]),
>Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------------------------
>
>Confidentiality Notice : This e-mail and any attachments are
>confidential to the addressee and may also be privileged. If you are
>not the addressee of this e-mail, you may not copy, forward, disclose or
>otherwise use it in any way whatsoever. If you have received this e-mail
by
>mistake, please e-mail the sender by replying to this message, and
>delete the original and any print out thereof.
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
>Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
>Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>---------------------------------------------------------------------
>
>
>---------------------------------
>Do you Yahoo!?
>SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!
____________________________________________________________
Get advanced SPAM filtering on Webmail or POP Mail ... Get Lycos Mail!
http://login.mail.lycos.com/r/referral?aid=27005
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------