berdasarkan keterangan dari manager hrd pmu petronas, 
smua tenaga asing yang masuk malaysia diatur dan dijaga ketat oleh hrd petronas bagian 
expat... utk smua psc.
kalo masih ada tenaga asli malaysia yang mampu diposisi itu maka permohonan penambahan 
mat saleh pun ditolak... tapi kalo untuk G&G.. emang malaysia ga punya sdmnya..

--

--------- Original Message ---------

DATE: Thu, 26 Jun 2003 08:04:20
From: TAUFIK Oka <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED]

>qatarinisasi dan malayanisasi tersebut terjadi di perusahaan negara atau 
>model psc?, kalau mereka lakukan di psc itu langkah maju, tak seperti 
>kebanyakan psc di indonesia malah bulenisasi yg terjadi, contohnya 
>nih..mat saleh di kamar saya (consultant)..hanya untuk wsg development 
>well, kurang apa wsg yg nganggur di sini?
>
>
>
>
>"Meong" <[EMAIL PROTECTED]>
>25/06/2003 09:31 PM
>Please respond to iagi-net
>
> 
>        To:     [EMAIL PROTECTED]
>        cc: 
>        Subject:        Re: [iagi-net-l] Malaysia Menculik Doktor-Doktor Indonesia
>
>
>berdasarkan kebijaksanaan penerimaan tka di malaysia (kebetulan dulu 
>sempet mencicipi 3 bulan di petronas holding company, yang ngurusin 
>migas..
>
>pertama, mereka mulai melirik orang indonesia sejak tahun 1998 ketika 
>petronas diberi ijin oleh gus dur utk masuk menjadi pemain migas di 
>indonesia.. sejak petronas go international, mereka selalu mengincar 
>menjadi pemain di indonesia tetapi selalu tidak diberi ijin oleh 
>soeharto..
>
>kedua, malaysianisasi tetap terjadi.. hanya utk bidang pekerjaan G&G, sdm 
>di malaysia sangat sedikit sekali bahkan kurang.. sehingga petronas 
>memncari tenaga G&G dari luar... selama ini org2 "mat saleh" (istilah org 
>malaysia buat para bule) yang dijadikan tenaga ahli.. tetapi kemudian 
>berubah selain karena soal yang pertama tadi juga karena gaji orang 
>indonesia, vietnam, kazaktan, india etc.. lebih murah (bahkan menurut 
>seorang manager hrd petronas.. " saye bisa dapat tenaga ahli dgn half 
>price dgn kualitas yang hampir sama, tetapi komunikasi dan budaya yang 
>sama dengan kami.."
>
>ketiga, dari yang saya alami, mereka sangat menghargai orang dari 
>kualitasnya... kualitas pekerjaannya, tetapi orang malaysia memiliki 
>budaya krajaan yang sangat tinggi, ada satu kejadian rapat dihadiri oleh 
>snr mgrnya maka kondisi rapat menjadi lain sekali... bahkan satu lagi, 
>waktu rapat disuatu ruangan dengan org luar (bahkan dengan mat saleh 
>skalipun) kalau ruangan itu akan dipake oleh bos mereka, maka meeting 
>dihentikan padahal si bos mendadak memakainya... :)
>
>keempat, org negri jiran itu tau kalo mereka adalah owner dari semua migas 
>yang ada, jadi mereka menunjukan hal tersebut didepan para "mat saleh" 
>tersebut tetapi sangat profesional sehingga tidak terlihat kaya orang 
>tengil... 
>
>sekedar pembandingan.. (saya tidak tau gaji dari para "mat saleh" cuma 
>menurut rekan kerja saya yang org malaysia.. gajinya mat saleh yang 
>kontrak kira2 8.000-10.000USD/month bersih, sementara org indonesia kira2 
>4000-6000USD/month bersih. Kalau statusnya permanent maka gajinya akan 
>sama, dan perlakuaannya juga sama dengan org malaysia...
>
>satu hal yang paling mencolok perbedaannya adalah HRD dan spirit org2 
>malaysia di bidang migas... spirit seorang pemenang dan pemimpin di asia 
>tenggara...
>coba aja kirim email ke hrd petronas... maka mereka akan dengan sangat 
>senang hati membalas email kita...
>
>
>best regards
>ujay
>
>
>--------- Original Message ---------
>
>DATE: Mon, 23 Jun 2003 17:40:51
>From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Cc: 
>
>>atau apesnya pun paling-paling juga dicaplok tenaga ahli asing yang jauh
>>lebih ahli.
>>
>>Q & A : TKA jauh lebih ahli ? Tidak juga, lebih serius : ya, lebih 
>konsisten : ya, lebih pinter ngomong : pasti (tapi coba suruh presentasi 
>dalam "bahasa", yang pasti jadi sepotong-sepotong, he...)
>> 
>>Salam,
>>Awang H. Satyana
>>Eksplorasi BP Migas
>>
>>[EMAIL PROTECTED] wrote:
>>
>>- kalau menurut saya sih berita dari pak sof ini benar, kira-kira 95-99%
>>tenaga ahli indonesia jadi kaki-tangan (staf). memang jarang yang jadi
>>manajer, apalagi direktur. seperti di qatar, hampir semua tenaga ahli
>>indonesia hanya menjadi kaki-tangan, paling2 supervisor. saya baru tahu
>>satu orang yang jadi manajer.... yaitu lulusan tambang itb yang jadi
>>manajer cabang mcdonald.
>>- makanya daripada kerja di luar, lebih baik kerja di indonesia saja. 
>jadi
>>kalau pun hasil karyanya dicaplok, kan dicaplok sesama orang indonesia,
>>atau apesnya pun paling-paling juga dicaplok tenaga ahli asing yang jauh
>>lebih ahli.
>>- selain itu, memang tenaga ahli indonesia di luar sama sekali tidak 
>dibela
>>pemerintah. boro-boro yang kerja di luar, yang kerja di dalam negeri pun
>>tidak dilindungi (kalau perlu gajinya diatur dengan keputusan
>>pemerintah/perusahaan supaya underpaid terus.....), sehingga bisa 
>membayar
>>banyak orang asing dengan layak.
>>
>>
>>
>>
>>
>>"Shofiyuddin Thoha" 
>>
>>illips.com> cc: 
>>Subject: Re: [iagi-net-l] Malaysia Menculik Doktor-Doktor 
>>06/23/2003 06:34 AM Indonesia 
>>Please respond to iagi-net 
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>Menyedihkan sekale ya (kalau ini benar, turut berduka cita).
>>Di negeri tercinta dia di sia siakan, di negeri seberang cuma jadi kaki
>>tangan .....
>>Tapi kira kira yang kayak gitu berapa persen seh?
>>
>>shofi
>>
>>
>>
>>
>>
>>"IAGI Pusat"
>>
>>,
>>
>>et.id> cc:
>>
>>Subject: Re: [iagi-net-l]
>>Malaysia Menculik Doktor-Doktor Indonesia
>>06/23/2003
>>
>>10:34 AM
>>
>>Please respond
>>
>>to iagi-net
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>Jangan terlalu bangga bisa bekerja dinegara jiran, walaupun dibayar lebih
>>tinggi. Informasi terbaru yang saya terima, tenaga ahli dari Indonesia
>>dinegara jiran hanya dianggap sebagai "kaki-tangan". Hasil karya dari
>>tenaga ahli Indonesia akan dicaplok dan disebut sebagai hasil karya 
>tenaga
>>lokal. Nama tenaga ahli Indonesia itu akan hilang dari Laporan Proyek.
>>Hal
>>ini telah terjadi pada beberapa orang Indonesia. Kesimpulan umum dari
>>seorang teman, sejak kejatuhan Suharto, orang Indonesia sangat dilecehkan
>>dinegara jiran. Mreka berani kurang ajar atau sewenang-wenang terhadap
>>orang Indonesia, mungkin karena tahu tidak akan dibela oleh pemerintah.
>>
>>Sofyadi Roezin
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>---------------------------------------------------------------------
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>
>>Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])
>>-http://fosi.iagi.or.id
>>Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>>Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>>Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>>Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
>[EMAIL PROTECTED]),
>>Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>>Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>>---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>---------------------------------------------------------------------------------------
>>
>>Confidentiality Notice : This e-mail and any attachments are
>>confidential to the addressee and may also be privileged. If you are
>>not the addressee of this e-mail, you may not copy, forward, disclose or
>>otherwise use it in any way whatsoever. If you have received this e-mail 
>by
>>mistake, please e-mail the sender by replying to this message, and
>>delete the original and any print out thereof.
>>
>>
>>
>>---------------------------------------------------------------------
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>
>>Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan 
>Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
>>Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>>Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>>Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>>Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
>[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>>Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>>---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>>---------------------------------
>>Do you Yahoo!?
>>SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month!
>
>
>
>____________________________________________________________
>Get advanced SPAM filtering on Webmail or POP Mail ... Get Lycos Mail!
>http://login.mail.lycos.com/r/referral?aid=27005
>
>---------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
>Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan 
>Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
>Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
>Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
>Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
>Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau 
>[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
>Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
>---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>



____________________________________________________________
Get advanced SPAM filtering on Webmail or POP Mail ... Get Lycos Mail!
http://login.mail.lycos.com/r/referral?aid=27005

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke