Saya juga masih sangat susah untuk 'dong' soal evolusi ini.......evolusi 
dalam satu species sangat mungkin karena diperlukan pada proses 
adaptasi....contoh paling gampang ya perbedaan fisik antara orang yang 
hidupnya di dataran tinggi dan orang yang hidup di daerah pantai.....

Tapi kalau evolusi dari species ke species yang lain kok saya masih kurang 

'greng' ya.....apalagi untuk urusan manusia yang seringkali hanya berdasar 

sepotong kecil fosil.....saya kadang-kadang salut luar biasa dengan 'daya 
imaginasi' para arkeolog yang 'berhasil' merekonstruksi manusia purba 
hanya berdasar sepotong fosil rahang bawah atau sepotong tengkorak bagian 
atas dst...dst....bahkan mereka bisa mendeskripsikan volume otak, sudah 
berjalan tegak atau belum, sudah makan daging atau tetek bengeknya.....
Seperti di Sangiran misalnya, apakah pernah diketemukan fosil lengkap 
manusia 'jawa purba' yang terkenal itu.....? 

Bandingkan dengan orang buta yang mencoba mendeskripsikan seekor gajah :
- kepegang buntut, dia bilang gajah kecil panjang seperti ular
- kepegang telinga, dia bilang gajah itu lebar dan tipis-tipis saja
- kepegang belalai dia bilang gajah itu seperti ular besar
- dst...dst.....

salam,







TAUFIK Oka <[EMAIL PROTECTED]>
23/08/2003 04:25 PM
Please respond to iagi-net

 
        To:     <[EMAIL PROTECTED]>
        cc:     [EMAIL PROTECTED]
        Subject:        Re: [iagi-net-l] Batugamping dan Homo P Erectus


sangat susah buat saya dari dulu untuk menngerti bahwa manusia berevolusi 
secara jasad, pertanyaan sederhana saja memang susah dijawab..manusia 
modern sekarang akan berubah bentuk seperti apa??..mustinya buat kaum 
evolusionist hal mudah toh untuk merekayasanya..karena toh selama ini 
mereka yg paling brilian menyambung serpihan potongan parcel fosil apapun 
menjadi bentuk manusia. 
susah menerima teori missing link karena kalau toh ada loncatan  evolusi 
dari purba ke manusia modern..pasti banyakkan fossil penunjuk manusia 
transisi tersebut dimuka bumi ini...atau dimana pernah dijumpa fossil 
makhluk transisi tersebut ?makhluk yg hidup diair, menjadi makhlu 
udara(bersayap) kemudian makhluk darat(berkaki)?..tak jelas dimana 
fossilnya. 
Kalau toh manusia secara fisik  telah berubah jutaan tahun lamanya menjadi 


bentuk sekarang ini..bagaimana pula harus menjelaskan otak sebagai organ 
yg sangat komplex hanya membutuhkan waktu yg sangat singkat (200.00 thn 
saja) dari makhluk yg berukuran otak besar menjadi berotak kecil seperti 
sekarang ini?. 

Kata para ahli, gen juga..berevolusi, tentunya jadi pertanyaan lagi, hal 
yg mudah dilakukan akselerasi evolusi, dengan merekayasa genetik sehingga 
dari hasi utak-atik genetik gampang sekali merubah spesies sekarang 
menjadi yg lain, atau menciptakan spesies baru....atau malah akan 
meruntuhkan teori evolusi itu sendiri, karena mungkin saja terekayasa 
makhluk berderajat rendah secara biologis, sekali lagi evolusikan selalu 
menuju pencapaian yg sempurna secara perlahan.
Apa gen bisa diubah dan berubah pak?, kalau bisa asyiik juga karena secara 


aplikasi manusia sangat bisa merubah jati diri, akan tak bergunalah 
penggunaan DNA bagi penyelidikan di kepolisian , karena dengan 
mengkonsumsi vitamin, atau suplemen makanan  atau mencentifuge diri, atau 
mengheaterkan  diri, atau mengoverpressurekan diri, memedan magnitkan diri 


kemungkinan gen kita bisa berubah.

Sangat menarik membaca hasil penelitian UNESCO 2 tahun yg lalu, termasuk 
diantaranya Bp. DR.Sangkot ahli biomolokuler dari UI, team UNESCO telah 
berhasil memetakan genom (gen dari pihak ibu yg tak berubah) dari seluruh 
etnik manusia di muka bumi ini, semuanya sama dan mengarah ke ibu Afrika, 
termasuk kesimpulannya adalah, manusia pertama berasal dari Afrika 
200.000an thn yg lalu dan gelombang migrasi manusia pertamake Asia tengah, 


yg berikutnya ke barat jadi etnik europe sekarang dan ke timur jadi 
mongolid, anomalinya orang papua, aborigin tak ada hubungannya dengan 
genom tsb.
Bagaimana hubungannya dengan sejarah manusia di agama?, pernahkah memiliki 


informasi bahwa Hawa adalah Ibu yg berkulit hitam dan Adam adalah Ayah yg 
berkulit putih. Juga termasuk diantaranya pertanyaan kenapa selama ini 
selalu jadi patokan bahwa manusia muncul 4000BC, dari mana angka itu. 
Taurat saja dengan 3 versi yg berbeda (Israel, yunani... 1 lagi lupa) 
mendiskripsikan secara berbeda yg satu 12.000 tahun ada 10.000 tahun, 
hanya rekaan saja, injil tak tahu saya, Al quran tak pernah mengatakannya.

OK TAUFIK,
DKS/OPG/WSG
PHONE: 3327
EMAIL: [EMAIL PROTECTED]
off.room: OFF 116
[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke