Peristiwa katastropism juga berperanan penting dalam perusakan hutan (lingkungan) misal di Kaltim ada musim-musim tertentu terjadi kebakaran hutan akibat pemanasan lapisan batubara di bawah hutan. Rusak nya hutan akibat peristiwa alam ini justru jauh lebih besar dampaknya. Belum lagi letusan gunung api yang mengeluarkan gas beracun dan awan panasnya bisa menyapu apa yang dilewatinya (termasuk hutan disekitar G. Merapi).
Salam Ery Mhs. S2 Geologi ITB
On Thu, 28 Aug 2003 11:04:16 +0700 "Bondan Brillianto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
dan... tidak hanya yang nebang lalu pedagang
seperti pembajak cd, yang beli untuk dikonsumsi jadi rumah
juga harus sadar bahwa dengan membeli barang illegal (mungkin cari
murah)
tapi mendukung penebangan liar ?
kok makin ruwet neh ?
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 28 Agustus 2003 10:47
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [iagi-net-l] Pertambangan di hutan lindung harus
diminimalisir
Saya setuju dengan Mas Bondan Brillianto.
Jangan "gebyah uyah" bahwa kerusakan hutan semata-mata disebabkan hanya
oleh
perusahaan Tambang.
Mari kita buka mata dan telinga, berapa hutan yang rusak (area) dan
apakah
ada kontribusi perusahaan tambang disana (jangan-jangan di daerah rusak
hutan tersebut tidak ada perusahaan tambangnya).
Sebab pencurian kayu liar dan penebangan liar oleh penduduk tidak bisa
dilihat sebelah mata.
Disekitar konsesi INCO, ada wilayah yang namanya Danau Towuti... Di desa
pinggir danau tersebut ada beberapa orang yang bisa dikategorikan
"sangat
kaya" dengan jenis usaha membeli kayu dari para penebang liar (dari dulu
dan
berlanjut hingga sekarang ..). Hasilnya mereka jual ke Jawa dan
disepanjang
jalan dari daerah itu ke Makassar ada "retribusi khusus" yang sudah
rutin
mereka lakukan.
Selain itu, sejauh yang saya tahu hampir semua perusahaan tambang punya
seksi revegetasi / reklamasi lahan dan ada hukum yang bisa dikenakan
jika
melanggar peraturan pemerintah tersebut ...
So saya setuju jika peninjauan kembali izin tambang dengan melakukan
pengecekan seberapa jauh si perusahaan mengikuti hukum sudah dilakukan.
Jika
memang melanggar, musti dikenakan sanksi, namun jika bersih.. perusahaan
tetap bisa dijalankan ...
Masalahnya, pernah penebang liar di daerah towuti tersebut ditertibkan
..
ujungnya ratusan orang demo minta PEMDA menyediakan lapangan kerja ..
pemda
tidak sanggup .. yaaa tebang lagi lah hutannya ..
Salam,
didik
-----Original Message-----
From: argo [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, August 27, 2003 6:18 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [iagi-net-l] Pertambangan di hutan lindung harus diminimalisir
Pertambangan di hutan lindung harus diminimalisir
Pemerintah dan DPR diminta tidak meloloskan lagi pertambangan terbuka di
hutan lindung. Perusakan hutan lindung secara terus-menerus akan
berdampak pada kekeringan yang semakin parah di masa-masa mendatang. Demikian dikatakan Ketua Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral Universitas Trisakti Agus Guntoro menyatakan hal tersebut di suatu acara
di Bogor 25 Agustus lalu.
''Pertambangan di hutan lindung sebaiknya dibatalkan saja karena kerugiannya jauh lebih besar daripada keuntungannya. Musim kering tahun
ini yang begitu parah bisa menjadi pelajaran sangat berharga bahwa menyelamatkan hutan jauh lebih menguntungkan,'' tegasnya seperti dikutip
dari harian Media Indonesia.
Agus menyatakan keprihatinannya terhadap langkah-langkah pemerintah yang
hanya berpikir secara sektoral dari sisi pertambangan sehingga terus mendesak DPR untuk meloloskan pertambangan secara terbuka di hutan
lindung.
''Melihat dampaknya yang sangat serius, seperti banjir dan kekeringan, harusnya pemerintah mengkaji secara mendalam.''
Namun, kajian mendalam terhadap rencana pertambangan terbuka di hutan lindung tidak dilakukan. Buktinya, lanjut Agus, pemerintah hanya mengaji
keuntungan dari sektor pertambangan, sedangkan kerugian akibat kerusakan
hutan lindung tidak pernah dikaji secara mendalam.
Menurutnya, banyaknya kebijakan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan telah mengakibatkan bencana lingkungan sangat parah.
Indonesia, tuturnya lagi, harus belajar dari China yang maju pesat belakangan ini karena memanfaatkan sumber daya alam secara lebih bijaksana dan berkelanjutan.
Dia mencontohkan rencana pertambangan di hutan di China juga banyak diajukan swasta. Namun, setelah dikaji untung ruginya, China memilih
tidak meloloskan pertambangan di hutan.
Negara lain, terutama negara-negara maju, seperti Amerika Serikat,
Kanada, dan Australia, tutur Agus, juga lebih hati-hati dalam memanfaatkan
sumber daya alam. Pengambilan kayu di hutan, misalnya banyak dilakukan dengan menggunakan helikopter supaya keragaman hayati di sekitar pohon yang ditebang tidak ikut rusak.
Kehati-hatian dalam mengeksploitasi sumber daya alam harus dilakukan. Pasalnya, pembentukan bahan tambang memerlukan waktu jutaan tahun. Pembentukan batu gamping di Jonggol, Bogor, yang tebalnya 100 meter memerlukan waktu 100 juta tahun. Tetapi batu gamping di Jonggol tersebut
habis dieksploitasi hanya dalam waktu 30 tahun.*
Sumber : Media Indonesia
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan
Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------
===========================================================================================
"TELKOMNet Instan Divre VI Kalimantan memberikan DISKON PROGRESSIVE kepada para pengguna TELKOMNet-Instan hingga 50% mulai bulan Juli hingga September 2003." ===========================================================================================
--------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) ---------------------------------------------------------------------

