Jumlah famili dari spesies umur Ordovisian hingga kini (Data: Djoko T
Iskandar, buku evolosi, ITB, 2000) mempunyai korelasi sangat bagus dengan
Grafik Salam. Belum kami hitung angka korelasinya, tapi melihat trendnya
bisa mendapatkan korelasi 90 %.

Tak ada pengukuran tanpa error, begitu juga kedua kurva tadi. Keteraturan
siklus pada Salam, lebih memungkinkan ketelitian yang lebih baik. Grafik itu
adalah siklus order1, 700 Ma pereode dominantnya. Jumlah spesies itu pada
umur Ma : 400, 400 ; 250, 225; 500, 0. Disitu sesuai dengan Permian
extinction, Cretaceus extinction, matinya dinosaurus. Korelasinya, bila
kompresi, dingin, maka jumlah famili sedikit, sebaliknya, extention
kontinental, hangat, maka jumlah families bertambah. Mungkin ini masih pada
temperatur dibawah Best life Temperatur semuanya. Kurva siklus nano
plangkton (NN) pada skala umur geologi itu, mungkin sebagai orde 3 (atau 4)
definisi orde pada hipotesa Salam.  

Apakah ada grafik-garfik flora-fauna detil lagi, misal juga umur
homosapiens, siapa yang punya ?
Evolusi yang saya pikirkan kini: semua benda adalah dari hidogen atom ber
elektron 1 dimulai waktu big-bang, menjadi yang paling bisa mengatur diri,
manusia.

Netter: ma'af banyak terulang kami kirim pada re: korelasi geodinamik
kemarin.

Salam,
Maryanto.


From:  Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> 
Date:  Tue Sep 2, 2003  8:30 am
Subject:  RE: [iagi-net-l] Evolusi ===> Sudut pandang lain yoooook.

 
Itu hanya penyalahgunaan teori evolusi untuk kepentingan pribadi (c.q.
rasialisme). Menulis novel semacam ini pun menurut saya muatan SARA-nya
besar
sekali. 

Kenapa hidung2 orang Eropa mancung dan lubangnya seperti celah karena
katanya
mereka hidup di daerah dingin, udara yang dingin perlu masuk berliku2 di
ruang
sempit (kan mancung) sehingga terjadi pemanasan dan pada saat masuk ke
paru-paru sudah cukup hangat. Kenapa lubang hidung orang Asia lebih bulat
karena katanya udara di daerahnya sudah panas, tidak perlu pemanasan
tambahan
di hidung, berilah yang bulat biar udara langsung masuk ke paru-paru dengan
lancar. Kenapa ras mongolid matanya sipit dan kelopak matanya tebal karena
katanya mereka hidup di perbatasan Gurun Gobi dengan anginnya yang kencang
dan
membawa pasir, tentu saja mata butuh perlindungan tambahan. 

Di atas itu sebagian keterangan dari Human Geography, dan itu bukan evolusi.
Ras Eropa tidak lebih tinggi daripada ras suku2 di Afrika. Bahkan kalau
percaya
teori evolusi-antropologi "out of africa", maka orang2 Eropa diturunkan dari
nenek moyang Africa di sepanjang (East African Rift System). Neanderthal
yang
katanya nenek moyang orang Eropa berasal dari Pithecines Afrika. Jadi,
harusnya
orang Afrika mereka hormati, bukan diburu2. Ah sekedar novel...tapi novel
sara.

Salam,
Awang H. Satyana
Eksplorasi BP Migas

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke