Tambahan saya

-----Original Message-----
From: Sunu Hadi Praptono [mailto:[EMAIL PROTECTED]


Nha. Ikut nimbrung ach.


Pertanyaannya dalam case Pak Oki adalah: seandainya manusia masa depan
yang
tinggi gede itu dikawinkan dengan generasi Adam-Eva jaman dulu,
kira-kira
menghasilkan keturunan atau tidak ya ? Kalau iya, berarti masih satu
species, berarti belum evolve, donk. Sama saja dengan manusia yang
sejaman
di masa kini antara Negro item keling dengan bule. Variasi luarnya juga
sangat banyak. Yang jadi persoalan adalah kenampakan luar yang
bervariasi
pada manusia (bandingkan negro dengan bule, cina dll) ternyata hanya
perbedaan ras saja, yang artinya memerlukan kondom agar supaya tidak
terjadi
pembuahan. Ilustrasi tentang proyek Hilter juga baru pada tahap ras
saja,
jadi belum menembus "dinding" evolusi. Itupun gagal (?).
- - -

OKI:
Sebenernya pertanyaan (pernyataan?) saya kemaren itu lebih pada konteks
perubahan di dalam suatu spesies. Jadi kalau badan yang tinggi (sorry
pak Witan, kalau beliau mah pengecualian he he he...) dianggap sebagai
suatu evolution advantage, maka manusia generasi sekarang akan relative
lebih tinggi dari nenek moyangnya. Sebaliknya bila dianggap sebagai
pemborosan dalam konteks evolusi, maka generasi berikut akan relative
memendek karena energi yang dipakai untuk menambah tinggi badan
digunakan untuk hal0hal lain (meningkatkan kapasitas otak misalnya).

Pengamatan saya secara non-ilmiah menunjukkan bahwa anak2 muda sekarang
kebanyakan mempunyai tinggi lebih dari kedua orangtuanya. Entah apakah
ini sebagai akibat dari mekanisme evolusi diatas atau simply karena
peningkatan gizi atau dua-duanya....?

Apakah si anak yang tinggi tadi masih satu species dengan nenek
moyangnya, saya pikir ya. Andaikata dengan teknologi ala jurrasic park
kita bisa me-recreate (istilah yang sangat sombong sekali dalam konteks
agama) homo sapiens yang berusia 1.5 juta tahun lantas 'mengawinkan'nya
dengan manusia modern, kemungkinan pasangan ini akan bisa menghasilkan
keturunan ( Dengan asumsi ada manusia modern mau kawin dengan
caveman...hiii...) walhasil masih satu species.

Pertanyaan lanjutannya adalah apakah si anak tinggi dan berjari panjang
ini dan keturunannya dimasa depan akan men'cabang' menjadi suatu species
baru, katakanlah homo neosapiens, yang tidak bisa cross breeding dengan
spesies manusia sekarang, homo sapiens...?  Entah mekanisme apa yang
bisa memicu percabangan ini.

- - - - - -

Bila evolusi ini sekedar urusan saintifik saja memang gak masalah,
seperti
dibilang oleh Pak Rovikcy. Tapi nyatanya dulu memang begitu, munculnya
teori
ini ternyata disantap langsung juga oleh kaum anti agama/ateis dipakai
sebagai justifikasi untuk menyebarluaskan pandangan ateisme, penjajahan
ke
dunia ketiga (dengan asumsi yang lemah memang layak ditaklukkan dan
dijajah
berdasarkan prinsip survival of the fittest), serta untuk membebaskan
diri
dari dominasi agama (mungkin waktu itu: gereja).


- - -
OKI
Saya pernah baca novelnya James Michener tentang South Africa. Di sana
diceritakan betapa dahulu para pendatang Eropa (Terutama Inggris) maupun
kaum Boer sering mengadakan ekspedisi perburuan penduduk asli. Premis
yang di gunakan adalah bahwa mereka (penduduk asli) merupakan species
non-manusia (homo sapiens), sehingga sah-sah saja dibunuh seperti kita
membunuh binatang.
Cerita diatas memang fiksi, tapi rasanya sih besar kemungkinan pada
jaman imperialisme/kolonialisme dulu, pernah ada insiden sejarah seperti
ini baik di Afrika, Asia, Amerika maupun Australia ...


Salam
Oki

Santos Ltd A.B.N. 80 007 550 923
Disclaimer: The information contained in this email is intended only for the use of the
person(s) to whom it is addressed and may be confidential or contain
privileged information. If you are not the intended recipient you are hereby
notified that any perusal, use, distribution, copying or disclosure is strictly
prohibited.  If you have received this email in error please immediately
advise us by return email and delete the email without making a copy.

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke