At 07:45 AM 10/10/2003 +0700, you wrote:
FYI.  Ini beritanya agak lama, tetapi saya baru dapat kemarin.
Saya masih kurang jelas apa yang dimaksud dengan reklamasi, mungkin ada
yang bisa menjelaskan?


Parvita H. Siregar Geologist-ENI Indonesia Kuningan Plaza, South Tower 9th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C 11-14 Jakarta 12940 Indonesia Tel: (62-21) 3000-3200 Fax: (62-21) 3000-3230 mailto:[EMAIL PROTECTED]




13 Agustus 2003 Reklamasi Pantura Tetap akan Dilanjutkan



BeritaJakarta.com Reklamasi pantai utara (Pantura) Jakarta tetap akan
dilanjutkan. Reklamasi seluas 2.500 hektar itu diharapkan mampu memperbaiki
kondisi lingkungan pantura Jakarta yang rusak parah. Hal ini dikemukakan
Ketua Harian BPR Pantura Propinsi DKI Jakarta  Ir. Moch. Sidarta kepada
wartawan di Front Row Restaurant, Taman Ria Senayan, Senin (11/8). "Hanya
sekarang bagaimana kita mengendalikan banjir tersebut," ujarnya.
Menurutnya, bahwa ada atau tidak ada reklamasi, Jakarta pasti banjir bila
musim penghujan tiba. Sementara menanggapi polemik yang beredar di
masyarakat sekitar masalah reklamasi Pantura, Badan Pelaksana Harian (BPR)
Pantura DKI Jakarta menyatakan keprihatinannya.
Ia menjelaskan konsep reklamasi yang menurut rencananya dilaksanakan pada
tahun 1995 namun hingga saat ini belum terlaksana adalah konsep pembangunan
pantai terpadu, di antaranya terdiri dari penataan dan pengelolaan pantai
dan pesisir secara terpadu, yang merupakan pendekatan lintas sektor.
Selain itu, lanjutnya juga pembenahan, penataan dan pembangunan pantai yang
ada merupakan syarat mutlak dalam menangani masalah perkotaan yang jauh
lebih besar. Seperti, rumah tanpa izin di bantaran sungai, masalah sampah,
masalah pembuangan limbah serta masalah sosial yang menyangkut kondisi
nelayan dan kondisi kesehatan masyarakat di sekitar pantai.
"Anggapan masyarakat selama ini bahwa reklamasi Pantura suatu kegiatan
fisik yang masif dan akan menggusur kehidupan nelayan," kata Sidharta.
Padahal menurutnya tidak seperti itu. Program reklamasi ini merupakan
program jangka panjang selama 25 tahun. "Kami tidak langsung mereklamasi
secara massif," katanya.
Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Kosasih
Wirahadikusumah mengungkapkan reklamasi merupakan salah satu alternatif
dari pemecahan masalah kota dalam hal mengantisipasi pemukiman akibat
pertambahan penduduk. "20 tahun mendatang kota-kota di sekitar Jakarta
yakni Bogor, Bekasi dan Tangerang akan mengalami pertambahan 2 kali dari
sekarang," katanya.
Kosasih melanjutkan, kota-kota yang berada di sekitar Jakarta tersebut akan
sibuk sendiri untuk memecahkan masalah pertambahan di wilayahnya. "Hingga
Jakarta juga harus siap untuk mengantisipasi wilayahnya sendiri," katanya.
Salah satunya dengan melakukan reklamsi pantura.
Reklamasi yang sedang dan telah dilaksanakan di DKI Jakarta adalah Pantai
Mutiara, Pelabuhan Muara Baru, Pelabuhan Muara Angke, kawasan industri dan
perumahan Ancol Barat, pelabuhan Tanjung Priok, Pantai Indah Kapuk, Sunter,
Ancol dan Kelapa Gading.
Dalam siaran pers yang diterima beritajakarta.com, Rabu (30/7),  Ketua
Harian BPR Pantura Propinsi DKI Jakarta Ir. Moch. Sidarta menjelaskan,
bahwa reklamasi Pantura memang menimbulkan dampak positif maupun negatif.
Gubernur dan jajaran Pemprop DKI Jakarta, sama halnya dengan pihak Meneg
LH, juga mempunyai kekhawatiran yang sama atas dampak negatif. Karena
itulah, Pemprop DKI membuat kajian-kajian yang terukur tentang dampak
negatif tersebut.
Apabila dampaknya memang negatif, kata Sidarta, maka Pemprop DKI Jakarta
dan BPR Pantura, akan menjadi badan yang pertama kali menyetop dan melarang
kegiatan tersebut. Selain itu juga, BPR Pantura mempunyai tugas
mengendalikan pembangunan pantai tersebut yang dilaksanakan oleh para stake
holder.
Untuk itu, lanjutnya BPR Pantura DKI Jakarta memberikan penjelasan untuk
meluruskan masalah yang sebenarnya terjadi. Reklamasi Pantura merupakan
sebagian dari program penataan dan pengelolaan Pantai Utara Jakarta, yang
terdiri dari Revitalisasi dan Reklamasi.
Sidarta menuturkan, keadaan obyektif Pantura Jakarta sekarang ini sungguh
memprihatinkan dan terjadi degradasi terus menerus terhadap lingkungan
maupun infrastruktur yang ada. Jumlah nelayan dan pemukimannya terus
bertambah, begitu juga dengan fasilitas yang perlu diperbaiki. Mangrove
semakin merana dan rusak, serta sudah tidak lagi menjadi tempat memijah
ikan. Sampah dimana-mana memenuhi 13 sungai dan bantaran sungai penuh
dengan hunian tanpa izin. Kecuali itu sarana transportasi, air bersih, kota
tua yang sangat berpotensi untuk wisata, semua dalam keadaan yang
memprihatinkan.
Lebih lanjut dia mengemukakan, Jakarta sebagai kota pantai merupakan
kawasan strategis, sehingga perlu dikembangkan sebagai kota pantai yang
handal serta dapat menyediakan sarana dan prasarana untuk era abad 21, yang
akan membuat Jakarta sebagai kota pantai yang sejajar dengan kota besar di
dunia lainnya. Jakarta juga memerlukan perkembangan terutama membuat
lapangan pekerjaan untuk menampung kebutuhan masa sekarang dan akan datang,
dimana penataan pantai akan bisa memberikan peluang terciptanya pekerjaan.
Penataan ini merupakan program jangka panjang yang melibatkan semua stake
holder, termasuk para nelayan yang ada.
Reklamasi Pantura, jelas Sidarta mempunyai tujuan utama merevitalisasi,
memperbaiki kehidupan masyarakat pantai, termasuk nelayannya. Pantai juga
ditata kembali bagi kesejahteraan masyarakat, dengan memberdayakan
keunggulan ekonomis dari pantai tersebut, seperti pariwisata, industri,
pelabuhan, pantai untuk publik dan juga perumahan.
Selain hal yang disebutkan di atas, masih ada hal lain yang dijadikan
sebagai pertimbangan, misalnya mengarahkan pembangunan Jakarta ke Utara,
agar tidak mengganggu daerah resapan air di Selatan, menampung perumahan
bagi lebih 600.000 penduduk Jakarta yang akan datang, memperbaiki Kota Tua
untuk pariwisata, membuat pantai untuk publik, dan memperbaiki wilayah
pantai utara yang tergedrasi.
"Untuk itulah dibuat program penataan dan pengelolaan pantai yang terdiri
dari revitalisasi dan reklamasi, dimana nilai tambah reklamasi dipakai
membiayai penataan dan revitalisasi pantai yang ada, seperti pantai untuk
publik, memperbaiki mangrove, mengurangi banjir, menata nelayan dan
menyediakan fasilitas nelayan, pembangunan infrastruktur dan lain-lain,"
jelasnya.










CONFIDENTIALITY AND DISCLAIMER NOTICE: This message and any attached files may contain information that is confidential and/or subject of legal privilege intended only for use by the intended recipient. If you are not the intended recipient, please notify the sender immediately and delete the message. In any case the Company dissacociates from any statement or opinion contained in the message sent by its network which are not closely related to its activities.



---------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi



Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id

Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])

Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])

Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])

Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])

Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])

---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif 
Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------



Kirim email ke